MASALAH EKONOMI DILIHAT DARI KONTEKS EKONOMI MAKRO

      Barangkali semua penulis sependapat behwa tidak ada satupun negara didunia yang tidak memiliki permasalahan diberbagai segi, baik masalah sosial,ekonomi, politik, maupun budaya. Terutama dari segi ekonomi.baik dari konteks ekonomi mikro maupun koteks ekonomi makro. Hanya saja paling sering meresahkan semua pihak mulai dari masyarakat golongan ekonomi elit, menengah, terlebih lagi golongan ekonomi lemah. Sebut saja dewasa ini indonesia dengan Presiden dan wakilnya, yang baru saja terpilih pencabutan subsidi BBM yang ratusan trilliyun menjadikan suatu kemutlakan dengan alasan dengan uang sebanyak itu akan dihabiskan dimulut kedalpot kendaraan. Padahal bukan persoalan itu sehingga banyak masyarakat tidak setuju, akan tetapi kemampuan mereka untuk membeli BBM dengan harapan imbalan yang akan diperoleh sangat sulit utuk mencapai titik keseimbangan karena biaya operasionalnya sangat tinggi sehingga mereka merasa kesulitan untuk menjaga kelangsungan usahanya.Terutama nelayan, tukang ojek, bentor dan lain-lain.Dengan sangat terpaksa maka mereka pasti memilih untuk tidak bekerja atau mencari pekerjaan lain. Sementara pekerjaan lainnya juga tidak semudah untuk mendapatkannya, secara pasti mereka tidak bekerja (menganggur).
        Dengan bertambahnya pengangguran maka pada gilirannya pertumbuhan ekonomi pasti ikut terhambat. Kalaupun terjadi peningkatan meka itu hanya ditutupi oleh kelompok tertentu atau orang tertentu, kalau demikian maka Indonesia mengalami stagnasi distribusi pendapatan secara merata. Pada hal negara kita menganut paham keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
        Selain itu stabilitas ekonomi secara pasti akan mengalami kesulitan untuk diwujudkan menjadi satu kenyataan.Sebagai akibat dari kenaikan BBM. Hal ini bukan tidak mungkin tapi kemungkinan besar negara akan terjadi inflasi secara tajam, begitupula akan berpengaruh pada neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
          Oleh karena itu penulis merasa terpanggil untuk membahas masalah ekonomi dari konteks ekonomi makro, antara lain masalah pertumbuhan ekonomi, masalah ketidak stabilan kegiatan ekonomi, masalah pengangguran, dan masalah neraca perdagangan dan neraca pembayaran. 
      Pertumbuhan ekonomi adalah proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.Alam S (kur.2013) mengatakan pertumbuhan ekonomi tiada lain dari perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang mengakibatkan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan dalam masyarakat meningkat. Makanya pertumbuhan ekonomi senantiasa menjadi sebuah orientasi dari seluruh perekonomian. Selain itu tidak ada satupun pertumbuhan tanpa berhubungan perkembangan tekhnologi.Misalnya pengenalan internet dan tekhnologi dalam industri  secara keseluruhan memiliki pengaruh terhadap peningkatan produksi barang dan jasa di AS. Skalipun bukanlah satu-satunya tekhnologi tapi juga sumberdaya manusia, sumberdaya alam, ilmu pengetahuan, budaya, dan modal.  Pertumbuhan ekonomi tidak hanya peningkatan produksi barang danjasa akan tetapi sebagai peningkatan kelayakan hidup masyarakat.
      Pertumbuhan ekonomi berbeda dengan pembangunan ekonomi. Pembangunan ekonomi tidak hanya peningkataan produksi barang dan jasa tapi perubahan positif dalam struktur perekonomian masyarakat. Sekalipun dapat dikatakan bahwa pembangunan ekonomi berarti pertumbuhan ekonomi bersama dengan perubahan dalam distribusi pendapatan nasional dan perubahan tekhnis dan kelembagaan lainnya yang riinginkan. Selain pertumbuhan ekonomi dalam konteks ekonomi makro masih adalagi berikut ini;
       Masalah ketidakstabilan kegiatan ekonomi,  Dlalam sistem ekonomi liberal atau sistem ekonomi pasar, kegiatan ekonomi sering mengalami pasang surut. Terkadang pertumbuhan ekonomi meningkat secara tajam dan terkadang pula peningkatannya sangat sedikit, bahkan statis.Pergerakan naik turunnya kegiatan perusahaan-perusahaan demi mencapai kemajuan ekonomi dalam jangka panjang disebut konjungtur atau siklus kegiatan perusahaan.
         Peningkatan pertumbuhan menunjukkan terjadinya ketidak stabilan antara garis pertumbuhan secara normal  dengan pertumbuhan secara realitas pada setiap saat atau setiap tahun.Ketika peningkatan setiap tahun meunjukkan peningkatan secara tersusun dan teratur dangan tidak menunjukkan peningkatan terkadang terlalu tinggi terkadang terlalu rendah atau naik turunnya terlalu tajam bahkan dibawah garis normal, maka hal itu dianggap tidak stabil.   
  Masalah pengangguran, berarti sudah termasuk layak kerja, ingin bekerja tapi tidak atau belum mendapatan pekerjaan.Sementara kondisinya sudah termasuk katagori angkatan kerja. Dimana-mana negara di dunia hampir sama penyebab terjadinya pengangguran kalaupun berbeda mungkin hanya dari segi waktu saja.Di Indonesia terjadinya pengangguran menurut Alam S (2013) karena faktor-faktor berikut: (1) kekurangan pengeluaran agregat, (2) ingin meninggalkan pekerjaan lama untuk mendapat pekerjaan baru yang lebih baik, (3) perusahaan mengganti tenaga kerja manusia dengan peralatan-peralatan canggih, seperti komputerisasi (4) ketidak sesuaian antara keterampilan pencari kerja dengan keterampilan yang dibutuhkan lapangan kerja yang tesedia.(5) rendahnya semangat kemandirian yang dimiliki oleh angkatan kerja.

     Masalah inflasi, Inflasi adalah terjadinya peningkatan harga barang dan jasa dipasaran begitu cepat, sehingga berakibat nilai uang dilihat dari kemanpuan untuk memperoleh barang dan jasa menurun.Sekalipun inflasi itu berbeda dari waktu kewaktu dan di tiap negara. Menurut para ekonom, ada empat golongan inflasi,(1) inflasi ringan 10% pertahun,(2) inflasi sedang 10-30% pertahun,(3) inflasi berat 30-100% pertahun,(4) inflasi hiperinflasi diatas 100% pertahun.
     Masalah Inflasi terjadi disetiap negara khususnya di Indonesi diakibatkan oleh: (1) ketidak seimbangan pengeluaran agregat dibandingkan dengan kemampuan perusahaan dalam menyediakan barang-barang, (2) tuntutan kenaikan upah oleh pekerja yang menyebabkan harga pokok penjualan bertambah, (3) kenaikan harga-harga barang yang diimpor,(4) penawaran uang yang bertambah secara berlebihan tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan penawaran barang, (5) Ketidak stabilan politik dan ekonomi. 

     Masalah neraca perdagangan dan neraca pembayaran. 
      Neraca perdagangan, atau balance of trade adalah gambaran atau catatan  yang menunjukkan antara nilai transaksi ekspor dan nilai transaksi impor suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Biasanya satu tahun. Neraca perdgangan suatu negara menunjukkan positif suatu pertanda negara tersebut ekspornya lebih besar dari pada impor sehingga negara tersebut nilai moneternya melebihi impor. Sekaligus dikatakan terjadi surplus neraca perdagangan, selain itu necara perdagangan yang nilai ekspornya lebih rendah dari pada impor maka neraca perdagangan negara tersebut negatif, suatu pertanda bahwa nilai moneter impor lebih tinggi dari pada ekspor. Terjadi defisit neraca perdagangan.
       Neraca pembayaran adalah suatu gambaran atau catatan yang menunjukkan arus pembayaran yang dilakukan dari negara-negara lain kedalam negeri dan dari dalam negeri ke negara lain dalam satu tahun tertentu. Arus dana tersebut mencakup hal-hal sebagai berikut: (1) arus penerimaan ekspor serta pembayaran impor barang dan jasa (2) arus penanaman modal asing dan pembayaran penanaman modal asing (3) arus keluar masuk modal jangka pendek seperti deposito diluar negeri.
        Neraca pembayaran pembayaran dikatakan bermasalah jika neraca pembayaran mengalami defisit. Artinya, pembayaran keluar negeri melebihi penerimaan dari luar negeri. Hal ndisebabkan karena nilai impor lebih besar dari pada ekspor sehingga arus dana lebih besar keluar negeri.
          Akibat dari pada neraca pembayaran yang defisit dapat menimbulkan sebagai berikut: (1) penurunan kegiatan ekonomi dalam neeri karena penggunaan barang impor, (2) harga valuta asing meningkat (3) harga barang impor bertambah mahal, (4) motivasi pengusaha menurun dalam penanaman modal dan membangun usaha baru      

0 Response to "MASALAH EKONOMI DILIHAT DARI KONTEKS EKONOMI MAKRO"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel