PENGARUH SIKAP DAN CARA BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI DI SMA NEGERI 2 BANTAENG


Zaenuddin Kabai

Abstrak ; Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai latar belakang hasil belajar akuntansi, Pengaruh sikap dan cara belajar akuntansi terhadap hasil belajar akuntansi kelas XII IPS SMA Negeri 2 Bantaeng . Metode penelitian survei, populasi penelitian adalah kelas XII IPS SMA Negeri 2 Bantaeng. Tekhnik random sampling dan ditetapkan sejumlah 30 orang responden. Semua data yang dibutuhkan diperoleh dengan menggunakan tekhnik observasi, dokumentasi dengan bantuan seperangkat instrumen yang bebentuk angket dan tes obyektif. Yang sebelumnya telah diuji cobakan dan dinyatakan valid dan reliabel. Data yang diperoleh dianalisis dengan statistik deskriptif dan statistik imferensial (korelasi dan regresi ganda).
Temuan hasil penelitian terdapat pengaruh positif dan signifikan mengenai sikap belajar terhadap cara belajar, sikap belajar terhadap hasil belajar, cara belajar terhadap hasil belajar, serta sikap dan cara belajar secara bersama berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi. Dengan kesimpulan bahwa peningkatan hasil belajar akuntansi secara maksimal 42,01 persen ditentukan oleh sikap dan cara belajar akuntansi siswa SMA Neg. 2 Bantaeng .
Kata kunci ; sikap belajar ,cara belajar , hasil belajar akuntansi
Zaenuddin Kabai , Guru SMA Neg.2 Bantaeng. Kab.Bantaeng.Telp.081342537529.
     Kedudukan mata pelajaran akuntansi pada jurusan IPS bagi sekolah menengah atas adalah salah satu mata pelajaran inti disamping mata pelajaran lainnya. Sehingga merupakan suatu kewajaran manakala penulis berinisiatif untuk mengkaji penyebab rendahnya hasil belajar Akuntansi bagi siswa SMA Negeri 2 Bantaeng. Dengan memusatkan kajiannya pada Pengaruh Sikap dan Cara Belajar Siswa terhadap hasil belajar Akuntansi di SMA Negeri 2 Bantaeng.
       Siswa sebagai obyek sekaligus subyek belajar diharapkan dalam dirinya tertanam sikap optimis, dinamis dan positif terhadap mata pelajaran akuntansi.Hanya dengan inilah sehingga siswa dapat melahirkan kreatifitas untuk memamfaatkan potensi dirinya guna mencari cara belajar dan memamfaatkan cara-cara belajar menuju perolehan hasil belajar maksimal. Pemasalahannya sekarang adalah : (1). Bagaimana sikap siswa terhadap cara belajar akuntansi. (2). Bagaimana sikap siswa terhadap pelajaran akuntansi, (3). Bagaimana cara belajar siswa dalam mempelajari akuntansi, (4). Apakah ada pengaruh sikap dan cara belajar siswa terhadap hasil belajar akuntansi siswa SMA Neg.Bantaeng.
      Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1). Untuk mengetahui sikap siswa terhadap mata pelajaran akuntansi , (2). Untuk mengetahui cara belajar akuntansi siswa , (3). Untuk mengetahui pengaruh sikap siswa terhadap hasil belajar akuntansi, (4). Untuk mengetahui pengaruh cara belajar siswa terhadap hasil belajar akuntansi , (5). Untuk mengetahui pengaruh sikap dan cara belajar secara bersama-sama terhadap hasil belajar akuntansi siswa SMA Negeri 2 Bantaeng. Kelak akan dimanfaatkan : (1). Sebagai bahan masukan bagi guru-guru khususnya guru bidang studi akuntansi, (2). memperluas perbendaharaan materi sikap dan cara belajar akuntansi siswa SMA Negeri 2 Bantaeng (3). Sebagai bahan masukan bagi peningkatan hasil belajar akuntansi siswa SMA Negeri 2 Bantaeng (4).Sebagai bahan untuk meningkatkan pengembangan pembelajaran akuntansi disekolah (5). Sebagai bahan acuan bagi peneliti selanjutnya dalam pengembangan pendidikan
      Belajar pada hakekatnya adalah kegiatan manusia untuk mencari pengalaman dalam usahanya untuk memecahkan persoalan-persoalan hidupnya, dalam bentuk perubahan perilaku sebagai hasil dari proses belajar, baik terencana maupun tidak terencana. Sehingga pada gilirannya akan mengantar indifidu kearah kedewasaan. Burton (1952) mengatakan hasil belajar adalah (1) kecakapan (2) keterampilan (3) pengertian atau perinsif-perinsif (4) keterampilan mental (5) sikap-sikap dan respon emosional dan fakta-fakta dan ilmu pengetahuan.
        Senada ungkapan Singren dalam (Efendi,1989. Menunjukkan terjadinya perubahan dari tidak mampu menjadi mampu. Winkel (1988) mengungkapkan bahwa hasil belajar merupakan suatu kemampuan internal capability yang telah menjadi milik pribadi seseorang dan memungkinkan orang tersebut menunjukkan prestasi tertentu. Sedangkan Dreebin (1968) melihat dari segi proses dan output. Prestasi belajar adalah hasil dari pada aktifitas akademik yang berkenaan dengan keberhasilan dan kegagalan seseorang dalam proses belajar-mengajar.Perubahan itu terjadi pada dirinya sebagai perilaku baru bagi orang bersangkutan dalam menyelesaikan permasalahan mereka hadapi setelah selesai pembelajaran. 
        Karenanya hasil belajar akan nampak dalam prestasi belajar sekaligus merupakan alat untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa itu sendiri Winkel (1988). Alat ukur biasa digunakan oleh sekolah untuk menilai hasil belajar adalah tes dengan tujuan untuk menilai sejauh mana tingkat pencapaian obyektif siswa terhadap suatu program pengajaran. Hudoyo (1979) mengatakan suatu program penilaian dikatakan efisien jika tidak hanya menilai selesainya proses, namun lebih dari itu kepada penilaian secara terus manerus terhadap pencapaian obyektif yang ditentukan sebelumnya. Dengan demikian hasil belajar akan menggambarkan keberhasilan ataupun kegagalan suatu proses belajar yang mencerminkan pola tingkat kemampuan siswa dalam memahami Dan menyerap pelajaran tersebut.
       Hasil yang dimaksud adalah skor perolehan siswa merupakan hasil proses pendidikan. Sehubungan dengan ini maka wjarlah kalau dikatakan bahwa prestasi adalah pengetahuan siswa dipeoleh melalui proses
pembelajaran Sedangkan prestasi hasil belajar dapat diartikan sebagai skor perolehan dari proses belajar : yakni penguasaan, perubahan emosional atau tingkah laku yang dapat diukur dengan tes tertentu.Menurut Dreeben(1968) prestasi merupakan hasil aktifitas dan penguasaan dari berbagai macam kegiatan dalam belajar akuntansi, siswa akan terbawa untuk menyadari dan memahami konsep-konsep akuntansi.Disamping itu belajar akuntansi akan membentuk kedewasaan pribadi siswa Terutama dalam mewujudkan prinsif-prinsif akuntansi dalam mengatasi permasalah mereka hadapi. Munculnya prilaku baru sebagai hasil belajar, juga merupakan dasar utama bagi kelanjutan proses belajar berikutnya dan peningkatan kognitif, afektif, dan psikomotorik. 
       Hakekat sikap belajar adalah , perilaku yang timbul sebagai tanggapan terhadap suatu obyek baik itu sifatnya positif atau negatif. Sarwono(1996) mengatakan, sikap adalah kesiapan seseorang untuk bertindak secara tertentu terhadap hal-hal tertentu. Sekalipun menurutnya bahwa sikap dapat bersifat positif atau negatif. Bagi siswa bersikap positif, kecenderungan perilaku mendekati, menyenangi, mengharapkan obyek tertentu. Sedangkan Sikap negatif cenderung menjauhi, menghindari, membenci atau tidak menyukai obyek tertentu. Perbedaan tersebut sebagai akibat dari perkembangan siswa itu sendiri. Sutarno (1993) memandang bahwa sikap; (1)sikap tidak dibawa sejak lahir, melainkan dibentuk oleh lingkungan sepanjang perkembangannya, (2)sikap dapat berubah-ubah oleh karena itu sikap dapat dipelajari, (3)sikap tidak berdiri sendiri melainkan selalu berkaitan dengan suatu obyek , (4)obyek suatu sikap dapat tunggal dan jamak, (5)sikap mengandung motivasi.
Berdasarkan pendapat tersebut, jelaslah bahwa sikap adalah suatu tindakan terhadap suatu obyek sebagai akibat dari adanya korelasi antara perasaan, keinginan, dan keyakinan untuk mencapai tujuan.
      Hakekat cara belajar adalah suatu upaya untuk membantu dalam mencari kemudahan dalam mempelajari suatu obyek. Dalam kaitannya dengan pelajaran akuntansi didalamnya sebahagian besar adalah perhitungan dan kecekatan dalam membaca data maka kecekatan dan ketepatan dalam memilih cara belajar sangat diperlukan. Terutama sekali menurut Hegbee (1991) Robert (dalam syah Muhibbin ,1999 ) efisiensi dan efektipitas dalam memilih cara belajar diharuskan : (1) didasarkan pada strategi untuk mencapai proses belajar efekrif, (2) dapat mambantu dan menemukan serta memahami bagian-bagian penting dari materi pelajaran, (3) membantu dalam mengingat bagian penting dari mata pelajaran tersebut, (4) lebih efisien dari pada membaca berkali-kali, (5) mudah dilaksanakan. Sekalipun Hutabarat (1988) mengatakan pemilihan cara belajar diperlukan adanya kesesuaian dengan kondisi pebelajar dan memungkinkan ia untuk mencapai hasil belajar maksimal. Sebab sekalipun cocok dengan orang lain belum tentu cocok pada diri pebelajar, Kemudian harus menyadari perbedaan kemampuan setiap orang sehingga pada saat tidak berhasil seperti perolehan nilai orang lain tidak mudah frustasi.
     Adapun penelitian yang relevan , Slameto (2002), peran ayah sebagai pemandu mengenai cara-cara mengatur jadwal berkorelasi positif dengan nilai IPA.Bisa Agus (2002) motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat keterampilan teknik siswa BLK 1 Makassar. Khotimah (2002) terdapat pengaruh positif dan signifikan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa. Paling relevan lagi Darsih (2003) mengenai korelasi sikap dan cara belajar terhadap hasil belajar matematika pada SLTP Kota Kendari positif dan signifikan.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian expost-pacto dan purpossiv yang bersifat korilasional karena datanya sudah tersedia dilapangan, purpossiv karena mempokuskan pada kelas III Semester 5 (ganjil) (Sugiono, 2003).Lokasi Penelitian di SMA Negeri 2 Bantaeng Kab. Bantaeng. Sekolah lanjutan Atas yang berlokasi di Kelurahan Pallantikang Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng Propinsi Sulawesi Selatan.
    Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII IPS semester ganjil pada SMA Negeri 02 Bantaeng Kabupaten Bantaeng. Terdiri dari XII IPS 1 sebanyak 30 0rang , XII IPS 2 sebanyak 32 orang , dan XII IPS 3 sebanyak 31 orang .Sehingga jumlah keseluruhan sebanyak 93 orang terdiri dari 53 orang siswa laki-laki ,dan 40 orang jenis kelamin perempuan. Pengambilan sampel dilakukan dengan tekhnik sampel random sampling (sederhana) menurut Sugiono (2003) dalam penelitian kali ini Roscoc dalam (Sugono 2003) berkata, bila dalam penelitian dengan analisis multi variat (regresi ganda), maka jumlah anggota sampel minimal sepuluh kali dari jum lah variabel . Oleh karena itu dari tiga variabel (10 x 3 = 30).
Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah : (1) variabel bebas (indevendent variabel) adalah yang berfungsi sebagai variabel penyebab (Arikunto, 1999). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas adalah sikap(X1) dan cara belajar (X2) akuntansi SMA Negeri 2 Bantaeng, (2) variabel terikat (dependent variabel) adalah variabel yang berfungsi sebagai variabel respon (Sugiono, 2003). Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah hasil belajar akuntansi (Y) kelas XII IPS SM ganjil SMA Negeri 2 Bantaeng Kabupaten Bantaeng .
     Definisi operasional variabel-variabel penelitian agar tidak terjadi interpretasi-interpretasi yang keliru yakni: (1). Sikap siswa terhadap pelajaran akuntansi adalah skor total diperoleh dari responden melalui skala sikap meliputi : Kognisi (keyakinan), afeksi(perasaan), Konasi(kecenderungan). (2). Cara belajar adalah skor total diperoleh responden melalui skala cara belajar, tentang cara belajar dan mengulang, mengingat, memahami, mengaflikasikan dalam berpikir serta menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan kepadanya guna mencapai hasil belajar maksimal pada kelas XII IPS semester ganjil SMA Negeri 02 Bantaeng T A 2006 / 2007. (3). Hasil belajar akuntansi adalah skor total diperoleh responden melalui tes pilihan ganda (obyektif) evaluasi semester ganjil pada siswa kelas XII IPS SMA Negeri 02 Bantaeng T A 2006/2007.
     Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian adalah : (1). Angket untuk mengukur sikap terhadap pelajaran akuntansi (2). Angket untuk mengukur cara belajar akuntansi . (3). Hasil belajar akuntansi diperoleh melalui tes dengan bentuk soal pilihan ganda(obyektif) tes.
      Uji validitas dan reliabilitas instrumen (1) sikap, dan (2) cara belajar, (3) tes hasil belajar akuntansi melalui rumus sebagai berikut : Instrumen variabel sikap dan cara belajar dihitung dengan menggunakan rumus korelasi product moment dari pearson (Sugiono , 2004) ,Sedangkan untuk menguji reliabilitas instrumen di gunakan rumus Alfa Crombach ( Arikurito, 2002),Instrumen dari variabel hasil belajar akuntansi di hitung dengan menggunakan rumus koefisien korelasi ( Tiro, 2000) Sedangkan untuk menguji Reliablitas digunakan rumus KR- 20 ( Sugiono, 2000 ) . Berdasarkan hasil uji coba instrumen diperoleh: (1). Instrumen hasil belajar akuntansi , Dari 30 butir soal akuntansi yang di uji cobakan ternyata setelah dilihat Validitasnya dengan Computer program Anates terdapat 14 butir soal akuntansi gugur, yakni ; 5,6,9,13,14,15,16,17,19,20,22,24,25,27 dengan demikian terdapat 16 butir soal yang valid.Dari 16 soal tersebut selanjutnya dihitung reliabilitasnya dengan computer program excel, dan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,93.R tabel 0,396 . (2). Instrumen sikap belajar akuntansi. Dari 45 butir angket sikap siswa terhadap pelajaran akuntansi diuji cobakan ternyata setelah dilihat validitasnya dengan rumus korelasi product momen terdapat 28 butir gugur, yakni; 1,2,4,9,10,11,16,17,23,25,26,27,28, 29,31,33,34,35,36,37,38,39,40,41,42,44,45. dengan demikian berarti 17 butir yang valid tersebut selanjutnya dihitung reliabilitasnya dengan menggunakan rumus Alfa Crombach, dan dipeoleh koefisien reliabilitas 0,84 .R tabel 0,396 dengan reliabilitas tersebut maka suatu pertanda bahwa alat ini layak digunakan untuk mengukur sikap belajar siswa. (3). Instrumen Cara Belajar . Dari 45 butir angket cara belajar diuji cobakan ternyata setelah dilihat validitasnya dengan rumus korelasi product moment terdapat 19 butir angket Gugur,yakni ; 2,3,4,7,9,10,11,12,14,32,33,35,38, 41,42,44. berarti 26 butir valid. Dari 26 butir angket yang valid selanjutnya , dihitung reliabilitasnya dengan menggunakan rumus Alfa Crombach diperoleh koefisien reliabilitas 0,92. R tabel 0,396 .Dengan demikian instrumen tersebut sangat berarti untuk mengukur cara belajar siswa terhadap pelajaran akuntansi Jika r.hitung lebih besar dari r.tabel maka instruman tersebut reliabel.(Arikunto.2002).
      Tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner dan dokumen sekolah ; (1) untuk data sikap dan cara belajar digunakan angket, (2) untuk mendapatkan data hasil belajar akuntansi melalui tes pilihan ganda (obyektif test) . Pelaksanaan pengumpulan data sikap dan cara belajar serta hasil belajar akuntansi dilakukan dari bulan juli sampai Desember 2006.Setelah data terkumpul dilakukan penskoran. Setelah data terkumpul diolah dengan menggunakan tehnik analisa : (1). Tehnik analisis deskriftip statistik dengan menggunakan computer sebagai alat bantu guna mendiskripsikan karakteristik distribusi skor dari ketiga variabel dengan fokus ; skor rata-rata, skor tertinggi, skor terendah, madian, dan prosentase. (2). Tehnik analisis imferensial dengan menggunakan analisis regresi ganda model linear. Dengan bantuan computer program excel mengenai analisis of variance (ANOVA). Dengan rumus : Y=bo+b1X1+b2X2. Dimana : ( Y ) = Hasil belajar, (Bo) = Konstant, (b1-b2) = Koefisien regresi ( X1) = Sikap siswa ( X2 ) = Cara Belajar .
    Hasil uji normalitas kali ini melalui analisis deskriftip statirstik menunjukkan nilai skewness : sikap belajar(X1) -0,6632, cara belajar(X2) -0,1587, dan hasil belajar akuntansi (Y) 0,2197. Selanjutnya untuk menilai normalitas sebaran X1, X2, dan Y adalah nilai kemiringan kurva(skewness). Sugiono (2004) menjelaskan bahwa kurva X dan Y dinyatakan normal manakala skewness minimal -1 dan maksimal+1. Sehingga tampilannya dalam gambar hampir lurus.
    Selanjutnya uji linearitas dalam penelitian dimaksudkan apakah regresi linear ganda variabel X1, X2, mempunyai pengaruh terhadap variabel Y. Kriteria keputusan linear atau tidaknya digunakan uji F untuk taraf signifikansi = 0,05. Artinya nilai P lebih rendah dari pada 0,05 (5 persen) .Tiro (2002). Melalui ANOVA menunjukkan bahwa untuk Variabel X1dan X2memiliki signifikansi 0,0348. Begitupula X1dan Y. Dengan signifikansi 0,01491.Selanjudnya X2 dan Y . Signifikansinya 0.0001.Sehingga ketiga variabel X1, X2, dan Y memiliki signifikansi F.0,00024. dan nilai P=0,001.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Karakteristik Responden
      Dari 30 responden anggota sampel . tergiri dari 15 orang siswa(50 persen) jenis kelamin Laki-laki, begitu pula jenis kelamin perempuan sebanyak 15 orang (50 persen) Kedua jenis kelamin tersebut, Selengkapnya perhatikan tabel berikut :
Tabel 5 . Distribusi frekwensi sikap siswa terhadap pelajaran akuntansi
Dilihat dari jenis kelamin
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Jenis kelamin
---------------------------------------
Interval Kategori Laki-laki Perempuan Jumlah
------------------------------------------------------------------------
f % f % f %
----------------------------------------------------------------------------------------------------
17 – 30 . Buruk sekali 0 0 0 0 0 0
31 -- 44 . Buruk 0 0 0 0 0 0
45 -- 58 . Sedang 3 20 4 26.67. 7. 23.3
59 -- 72 . Baik 12 80 11 73,33. 23. 76,67
73 -- 86. Baik sekali 0 0 0 0 0 0
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah 15. 100. 15. 100. 30. 100.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber :Survei tahun 2006.
Kedua jenis kelamin tersebut, memiliki cara belajar dengan .selengkapnya perhatikan tabel berikut :
Tabel 6 . Distribusi frekwensi cara belajar siswa terhadap pelajaran akuntansi Dilihat dari jenis kelamin
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Jenis kelamin
--------------------------------------------------------
Interval Kategori Laki-laki Perempuan Jumlah
-----------------------------------------------------------
f % f % f %
----------------------------------------------------------------------------------------------------
25-46 Tidak efektip 0 0 0 0 0 0
47-67 Kurang efektip 0 0 0 0 0 0
68-88 Sedang 6 40 8 53,33 14 46,67
89-109 Efektip 9 60 7 47,37 16 53,33
110-130 Sangat efektip 0 0 0 0 0 0
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah 15 100 15 100 30 100
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber :Survei tahun 2006

Hasil belajar akuntansi dari perolehan data dari 30 orang responden sebaga sampel menunjukkan bahwa skor teoritis maksimal adalah 16
Dan skor teoritis minimal adalah 0 (nol) terdiri dari lima kelas interval untuk
itu. Agar lebih jelas perhatikan tabel 7 berikut:
Tabel 7. Distribusi frekwensi hasil belajar akuntansi dilihat dari segi jenis kelamin
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Jenis kelamin
---------------------------------------
Interval Kategori Laki-laki Perempuan Jumlah
------------------------------------------------------------------
f % f % f %
----------------------------------------------------------------------------------------------------
0 - 4 Sangat rendah 0 0 0 0 0 0
5 - 7 Rendah 0 0 0 0 0 0
8 - 10 Sedang 1 6,67 1 6,67 2 6,67
11- 13 Tinggi 11 73,33 8 53,33 19 63,33 14- 16 Sangat tinggi 3 20, 0 6 40,0 9 30,0
-------------------------------------------------------------------------------------------------------
Jumlah 15 100 15 100 30 100
--------------------------------------------------------------------------------------------------------
Sember :Survei tahun 2006
Deskripsi data penelitian bertujuam untuk memberikan gambaran Sikap belajar siswa terhadap pelajaran akuntansi . Hasil penjabaran instrumen masing-masing diberi skor minimal 1 dan skor maksimal 5. Dengan demikian skor sikap siswa terhadap akuntansi mempunyai rentang teoritis antara 17 - 85, data terkumpul dari responden menunjukkan bahwa skor minimum 50 skor maksimum 72. Rentang skor (range) 22. Skor rata-rata (mean) 61,77. Standar deviasi 5,36 dan median 63..Adapun distribusi frekwensi dan kategori untuk sikap belajar siswa dapat di lihat pada tabel 8 berikut :
Tabel 8 Disribusi frekuensi sikap belajar siswa
interval Kategori f %
17-30 Buruk sekali 0 0
31-44 Buruk 0 0
45-58 Sedang 7 23,33
59-72 Baik 23 76,67
73-86 Baik sekali 0 0
J u m l a h 30 100,00
Sumber : Survei Tahun 2006

Melihat rentang skor teoritis 17, 85, yaitu skor minimum 33 dan skor Maksimal 85, maka nilai tengah teoritis adalah 51 letak skor rata-rata empiris ( Y = 61,77 ) pada rentang skor teoritis dapat dilihat pada gambar 4 berikut : Nilai minimum Nilai tengah Nilai rata-rata Nilai maximum
17 51 61,77 85
I I I I
Gambar 4 letak skor rata-rata pada rentang skor teoritis

Gambar 5 menunjukkan letak skor rata-rata data sikap siswa terhadap pelajaran akuntansi 61, 77 lebih besar dari skor nilai tengah teoritis (61,77>51)
Cara Belajar Siswa . Penjabaran instrumen skor minimal 1(satu) dan skor maksimal 5(lima) bagi setiap nomor instrumen. Sehingga pada gilirannya skor cara belajar akuntansi siswa mempunyai rentang skor teoritis antara 26 – 130. ternyata setelah data terkumpul dari responden skor minimum 75 dan skor maksimum 99. Rentang skor (range) 24. Skor rata-rata (mean) 88,17. Standar deviasi 6,092. Median 89,5 (lihat analisis deskriftip statistik ). Adapun distribusi frekwensi dan kategori untuk cara belajar siswa dapat dilihat pada tabel 9 berikut :
Tabel 9 : Disribusi frekuensi Cara belajar siswa
interval Kategori f %
25 - 46 Tidak efektif 0 0
47- 67 kurang efektif 0 0
68 - 88 Sedang 14 56,67
89 – 109 Baik 16 53,33
110 - 130 Baik sekali 0 0
Jumlah 30 100
Sumber : Survei Tahun 2006

Rentang skor teoritis 26 - 130 yakni skor maksimum 130 dan skor minimum 26, maka nilai tengah teoritis adalah 78 letak skor rata-rata empiris 88,17 pada rentang skor teoritis hal tersebut dapat dilihat pada gambar 6 berikut :
Nilai minimum Nilai tengah Nilai rata-rata Nilai maksimum
26 78 88,17 130
--I-------------------------------------!---------------------!---------------------i
Gambar 6 letak skor rata-rata pada rentang skor teoritis
Gambar 6 menunjukkan bahwa skor rata-rata data cara belajar akuntansi yaitu 88,17 lebih besar dari skor nilai tengah teoritis (88,17>78)
Hasil belajar akuntansi. Penjabaran instrumen dengan skor 1(satu) bagi jawaban benar dan bagi Jawaban salah diberi skor 0 (nol). Sehingga pada gilirannya skor hasil belajar akuntansi siswa mempunyai rentang skor teoritis antara 0-16. Setelah data terkumpul dari responden skor maksimum 16 dan skor minimum 10. Rentang skor (range) 6, skor rata-rata (mean) 12,63. Standar deviasi 1,4976. Sampel variance 2,24. Median 12,5. Lihat diskriftip statistik. Adapun distribusi frekwensi dan kategori untuk hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 10 Berikut :

Tabel 10. Disribusi frekuensi hasil belajar siswa
interval Kategori f %
0 – 4 Sangat rendah 0 0
5 -7 Rendah 0 0
8 – 10 Sedang 2 6,67
11 – 13 Tinggi 19 63,33
14 – 16 Sangat tinggi 9 30,00
Jumlah 30 100
Sumber : Survei Tahun 2006

Rentang skor teoritis 0-16, yakni skor maksimum 16 dan skor minimum
0(nol), maka nilai tengah teoritis adalah 8. Sedangkan letak skor rata-rata
empiris =12,63 pada rentang skor teoritis dapat dilihat pada gambar 8 berikut:

Nilai minimum Nilai tengah Nilai rata-rata Nilai maksimum
0-----------------------------------------8------------------12,67----------------------------16
Gambar 8.Letak skor rata-rata pada rentang skor teoritis
Berdasar dari gambar 8. Maka dapatlah dikatakan bahwa skor rata-
rata hasil belajar akuntansi lebih besar dari skor nilai tengah
teoritis (12,63>8).
Hasil analisis pengaruh sikap belajar terhadap cara belajar akuntansi terlihat sebagai berikut :
Tabel 11. Ringkasan ANOVA
----------------------------------------------------------------------------- Sumber vriasi df SS MS F Signifikance.F.
--------------------------------------------------------------------------------------------------- -
Regression 1 160,8872 160,8872 4,9218 0,034801
Residual 28 915,2795 32,6889
Total 29 1076,167
----------------------------------------------------------------------------

Analisis regresi sederhana terhadap skor sikap siswa (X1) dan cara belajar siswa (X2)menunjukkan koefisien regresi r=0,3867. Selanjutnya pengujian keberartian pengaruh dengan menggunakan uji t (t stat) atau t hitung dengan membandingfkan t tabel sebagai berikut :
t= = =2,2185
Tabel 12 Ringkasan ANOVA
---------------------------------------------------------------------
variabel Coefficien t Stat t tabel
-------------------------------------------------------------------------------------------
Intercept/Constant 61,0275 4,971 1,70
Sikap siswa (X1) 0,4394 2,219
--------------------------------------------------------------------------------------------
Hasil analisis regresi linear sederhana terhadap pasangan data
mengenai sikap belajar dengan cara belajar akuntansi siswa menghasilkan
X2 =61,02748+0,439382 X1 atau 3(tiga) angka dibelakang koma maka
X2=61,027+0,439 X1. Dengan koefisien regresi sebesar 0,387(38,7 persen)
Pengaruh sikap belajar siswa terhadap peningkatan cara belajar akuntansi
Sedang hasil perhitungan koefisien determinasi (adjust R squar) diperoleh
sebesar 0,119 (11,9 persen) dengantaraf signifikansi 0,0348 lebih kecil dari
0,05.

Analisis Pengaruh Sikap Terhadap Pelajaran Akuntansi


Pengujian hipotesis dalam penelitian ini melalui analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh atau tidak mengenai sikap siswa terhadap hasil belajar akuntansi. Hipotesis tersebut,diuji dengan rumus statistik :Ho:b1=0 Vs H1:b1≠o Dengan b menyatakan parameter populasi yang dapat menjelaskan sikap belajar siswa (X1) terhadap hasil belajar akuntansi (Y). Sebelum pengujian hipotesis terlebih dahulu dilakukan uji signifikansi model regresi.Kriteria regresi variabel tersebut berarti jika F hitung lebih besar dari F tabel pada taraf  signifikansi a=0,05 (5 persen). Hal ini tertera pada tabel 13 berikut:
Tabel 13. Ringkasan Hasil ANOVA
------------------------------------------------------------------------------------------------
Sumber variasi df SS MS F Significance F
---------------------------------------------------------------------------------------------------
Regression 1 12,591 12,591 6,731 0,015
Residual 28 52,376 1,871
Total 29 64,976
--------------------------------------------------------------------------------------------------
Memperhatikan muatan tabel 13 diperoleh nilai F hitung 6,71 dan F tabel 4,20 pada taraf signifikansi a=0,05 (5 persen)dengan derajat bebas (1,28)signifikansi 0,015 lebih rendah dari 5 persen maka model tersebut
sangat berarti jika dijadikan sebagai alat ukur pengaruh sikap terhadap hasil belajar akuntansi. Hasil analisis regresi linear sederhana skor sikap siswa(X1)dan skor hasil belajar(Y) menunjukkan r=0,4403 koefisien regresi. Kemudian dari segi keberartiannya lihat T stat pada tabel 14 berikut:
Tabel 14. Ringkasan hasil ANOVA
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Variabel Coefficienc T stat T tabel
Intercept/constant 5,0413 1,7165 1,70
Sikap siswa (X1) 0,1229 2,5944
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Berdasar dari hasil perhitungan dengan menggunakan program excel ternyata ternyata nilai T hitung (T stat)>T.Tabel(2,5944> 1,70) maka keputusan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima. Hasil analisis regrtesi linear sederhana terhadap pasangan data mengenai sikap belajar akuntansi siswa menghasilkan persamaan Y=5,0413+0,1229 X1. Dengan koefisien regresi 0.4403 (44,03 persen) pengaruh sikap terhadap hasil belajar akuntansi. Sedangkan koefisien determinasi (adjuste R squar) diperoleh 0,165(16,5 persen)begitu pula R squar sebanyak 0,194 (19,4 persen) dengan taraf signifikansi a=0,05(5 persen).
       Analisis Pengaruh Cara Belajar Akuntansi Terhadap Hasil Belajar Akuntansi   Persamaan regresi linear menunjukkan Y=1,3625+0,1587 x2. Dengan taraf signifikansi 0,0001< a=0,05. Suatu pertanda bahwa ketika cara belajar siswa(X2) diabaikan maka secara spontan hasil belajar (Y) akan terjadi penurunan hasil belajar sebanyak 1,3625. Hipotesis tersebut diuji dengan rumus statistik H0:b1=0 Vs H1:b1≠0. Dengan b, menyatakan parameter populasi yang dapat menjelaskan cara belajar siswa(X2) terhadap hasil belajar akuntansi (Y). Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 15 berikut :
Tabel 15. Ringkasan hasil ANOVA
-----------------------------------------------------------------------------------------
Sumber variasi df SS MS F Signif.F.
-----------------------------------------------------------------------------------------
Regression 1 27,1185 27,1185 20,0622 0,0001
Residual 28 37,8482 1,3527
Total 29 64,9667
------------------------------------------------------------------------------------------

Melihat ringkasan ANOVA dalam tabel 15 nilai F hitung 20,0622 lebih besar dari F tabel 4,20 pada taraf signifikansi a=0,05 (5 persen)dengan derajat bebas (1,28) signifikansi F.0,0001 lebih rendah dari 0,05(5 persen). Hal ini menandakan bahwa model tersebut sangat berarti manakala dijadikan sebagai alat ukur pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi. Kenyataan ini terlihat pada persamaan regresi Y=-1,363+0,158X1.sangat berbeda dengan analisis lainnya bahwa tampa peningkatan X tetap saja ada peningkatan Y. Tapi hasil analisis cara belajar dengan hasil belajar manakala tidak ada peningkatan cara belajar (X2) maka secara pasti hasil belajar (Y) akan menurun. Hasil analisis regresi linear sederhana dengan skor cara belajar (X2) dan skor hasil belajar (Y) r=0,6461 koefisien regresi. Kemudian dari pada itu segi keberartiannya lihat t.stat.pada tabel 16 berikut :

Tabel 16.Ringkasan hasil ANOVA
--------------------------------------------------------------------------------------
Variabel Coefficienc t.Stat t.Tabel
---------------------------------------------------------------------------------------
Intercept/constant -1,3625 4,4791 1,70
Cara belajar (X2) 0,1587
--------------------------------------------------------------------------------------
      Berdasarkan hasil perhitungan dengan komputer program excel nilai t hitung (t stat) =4,4791 jauh lebih besar dari t tabel =1,70 maka keputusan dapat ditetapkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil analisis regresi linear sederhana mengenai pasangan data cara belajar dengan hasil belajar menghasilkan persamaan Y=-1,3625+0,1587 X2. Dengan koefisien regresi 0,6461 (64,61 pewrsen)pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi.Sedangkan r squar 0,4174(41,74 ersen) dan efisien determinasi (adjuste Rsquar) diperoleh 0,3966(39,66 persen) dengan teraf signifikansi a=0,05(5 persen). Oleh karena hasil analisis regresi tersebut memiliki taraf signifikansi F.0,0001 lebih rendah dari a=0,05 (5 persen)dengan demikian hasil analisis tersebut sangat signifikan.
    Analisis Pengaruh Sikap dan Cara Belajar terhadap Hasil Belajar Akuntansi Pembuktian hipotesis mengenai pengaruh sikap(X1)dan cara belajar (X2) terhadap hasil belajar akuntansi (Y). Dengan menggunakan pegresi linear ganda telah membuktikan bahwa pengaruh X.1 dan X.2. Secara bersama-sama terhadap Y adalah signifikan dengan taraf segnifikansi F 0,000244 lebih rendah dari a = 0,05 (5%). Dalam analisis regresi linear ganda telah menjadi ketentuan bahwa manakala segnifikansi F lebih kecil dari pada a = 0,05 (5 persen) maka hasil dari pada analisis tersebut dapat dinyatakan signifikan atau berarti .
     Apalagi setelah memperhatikan hasil analisis regresi linear berganda tercantum persamaan Y = 3,3483 + 0,0625 X1 + 0,1375 X2. Suatu pertanda bahwa ketika X1 dan X2 tidak dimantapkan maka secara pasti Y akan terjadi penurunan sebanyak -3,3483. Melalui rumus statistik = H0 = b2 = 0 VS Hi = b2 ≠ 0. Untuk
menguji hipotesis dengan pengertian b menyatakan parameter populasi yang dapat menjelaskan sikap siswa (X1) dan cara belajar siswa (X2) terhadap hasil belajar akuntansi (Y) untuk itu perhatikan tabel 17 berikut :
Tabel 17 Ringkasan hasil Anova Sumber Dk. SS. KS. F T Significance Variasi Tabel F
Regression 2 29,88823 14,94411 11,50254 4,21 0,000244
Residual 27 35,07844 1,299201
Total 29 64,96667
      Muatan tabel 17 nilai F hitung 11,50254 dan F tabel 4,21 pada taraf  signifikansi a = 0,05 (5 persen) dengan derajat bebas (1,27) signifikansi F. 0,000244 lebih rendah dari 0,05 (5 persen). Karena itu modal tersebut sangat berarti manakala dijadikan sebagai alat ukur pengaruh sikap dan cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi. Dengan persamaan regresi Y = -3,348333 + 0,062512 X1 + 0,137473 X2. Hasil analisis regresi linear ganda dimana skor sikap (X1) dan skor cara belajar (X2), serta skor hasil belajar akuntansi (Y) menunjukkan koefisien regresi ganda Y = 0,67823 kemudian dari berarti atau tidak dapat dilihat pada tabel 18 berikut :
Tabel 18 Ringkasan hasil ANOVA
Variabel Coefficience t.stat t. Tabel P-Value
Intercept/constant -3,348333 -0,997059 1,70 0,327588
Sikap siswa X1 0,062512 1,460092 0,155804
Cara belajar siswa X2 0,137473 3,648842 0,001112

      Hasil perhitungan dengan menggunakan program excel ternyata nilai t hitung bagi variabel (X1) 1,460092 lebih kecil dari pada t .tabel 1,70 dengan demikian t hitung tidak signifikan. Apatah lagi P-value (nilai p) = 0,1558 lebih besar dari taraf signifikansi 0,05 (5 persen). Kenyataan tersebut berarti manakala (X1, X2) secara bersama-sama (X1) tidak mendapat dukungan statistik untuk menguji berarti atau tidaknya suatu model pengujian, maka dari itu pengujian untuk (X1) Hoditerima dan H1 di tolak.

Pembahasan Hasil penelitian

      Berdasar dari hasil pengujian dari beberapa hipotesis, ternyata kesemuanya itu secara signifikan dapat diterima. Dari beberapa hipotesis tersebut yakni : (1)Pengaruh sikap siswa terhadap cara belajar akuntansi, (2)pengaruh sikap siswa terhadap pelajaran akuntansi, (3)pengaruh pengaruh cara belajar siswa terhadap hasil belajar akuntansi, (4)pengaruh sikap dan cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi.
       Pengujian hipotesis pertama menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif sikap siswa terhadap cara belajar akunansi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F hitung sebesar 4,922 dengan signifikansi 0,0348 lebih kecil dari nilai a=0,05(5 persen) seiring dengan nilai F hitung lebih besar dari nilai F tabel (4,92 >4,20) dengan derajat bebas 1,28. Dengan demikian pengaruh sikap terhadap cara belajar positif dan signifikan. Pola pengaruh kedua variabel dinyatakan oleh persamaan regresi X2=61,0275 + 0,4394 X1. Persamaan ini memberikan informasi bahwa perubahan satu unit skor sikap siswa akan mengakibatkan terjadinya peningkatan cara belajar akuntansi sebesar 0,44 pada konstant 61,03.
    Hasil analisis regresi pengaruh sikap terhadap hasil belajar diperoleh nilai koefisien regresi sebesar r=0,3867 (38,67 persen). Kenyataan tersebut memberi isyarat bahwa untuk meningkatkan cara belajar siswa maka harus dimulai dari pembinaan sikap siswa. Sebab sulit dihindari bahwa sikap adalah erat kaitannya dengan perilaku siswa bersumber dari dalam diri siswa tercermin pada kecenderungan, perasaan, dan keyakinan sehingga muncullah perilaku kreatif, apatis, dinamis, statis, positif atau negatif. Dengan munculnya beberapa perilaku tersebut secara pasti cara belajar akan ikut terpengaruh. Kapan saja perilaku kreatif, dinamis, optimis, dan positif dominan maka cara belajar siswa pasti sangat efektip, tapi manakala sebaliknya maka cara belajar siswa pasti tidak efektip.
    Selanjutnya besarnya konstribusi sikap siswa terhadappeningkatan cara belajar dapat dilihat melalui nilai koefisien determinasi (adjusted R squar) sebesar 0,1191(11,91 persen) ini menunjukkan bahwa peningkatan
cara belajar siswa sebanyak 11,91 persen dipengaruhi oleh sikap siswa terhadap pelajaran akuntansi dan 88,09 persen dipengaruhi oleh variabel lainnya.
      Pengajuan hipotesis kedua menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan sikap belajar siswa terhadap hasil belajar akuntansi. Ditandai oleh nilai F hitung sebesar 6,7309 lebih besar dari nilai F tabel sebesar 4,20.dengan signifikansi F O,0149 < a=0,05 artinya pengaruh sikap siswa terhadap hasil belajar akuntansi positif dan signifikan. Kemudian pola pengaruh dari kedua variabel dinyatakan dalam persamaan regresi linear sederhana Y=5,04128+0,1229 X1. Persamaan ini memberikan imformasi bahwa peningkatan satu unit skor sikap siswa maka akan terjadi peningkatan hasil belajar sebesar 0,1229. Pola pengaruh kedua variabel dinyatakan dalam persamaan regresi Y=5,04128 + 0,1229 X1. Persamaan ini memberikan imformasi bahwa peningkatan satu unit skor sikap siswa maka akan terjadi peningkatan hasil belajar akuntansi sebesar 0,1229. Hasil analisis regresi mengenai pengaruh sikap siswa terhadap hasil belajar diperoleh koefisien regresi sebesar 0,44023(44,23persen). Adalah merupakan suatu pertanda bahwa pengaruh sikap terhadap hasil belajar akuntansi positif dan signifikan. Berarti peningkatan hasil belajar dapat dipengaruhi oleh sikap belajar siswa. Pertanyaannya kenapa dikatan demikian karena dalam proses belajar mengajar akuntansi kecenderungan siswa kreatif dalam bertanya, optimis terhadap pelajaran akuntansi, selalu berusaha untuk memahami dan memperaktekkan sistem dan keterampilan akuntansi yang mereka miliki, tidak suka bolos,senang manakala diberi tugas pekerjaan rumah, maka secara pasti hasil belajar akanikut meningkat.
       Besarnya sumbangan variabel sikap belajar terhadap peningkatan hasil belajar akuntansi malalui koefisien determinasi (adjusted r Squar) sebesar 0,165. Hasil tersebut merupakan suatu pertanda bahwa peningkatan hasil belajar akuntansi 16,50 persen dipengaruhi oleh sikap siswa terhadap pelajaran akuntansi dan 83,50 persen dipengaruhi oleh variabel lainnya seperti pengeruh lingkungan sosial, tingkat pendidikan orang tua, status sosial ekonomi orang tua, sarana dan prasarana sekolah, metode mengajar, dan pengelolaan kelas dan masih banyak lagi faktor lainnya. Pengajuan hipotesis ketiga, menyimpulkan bahawa terdapat pengaruh positif dan signifikan cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi dimana F.Hitung sebesar 20,0622 lebih besar dari F tabel sebesar 4,20. taraf  signifikansi F.0,00012. Lebih rendah dari a=0,05(5 persen). Oleh karena pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar positif dan signifikan. 
      Kemudian hasil uji keberartiannya pasangan tersebut dibektikan dengan uji t. Dimana t .stat lebih besar dari pada t tabel (4,4791 > 1,70). Dengan demikian bahwa signifikansi pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi tidak diragukan lagi. Pola hubungan antara kedua variabel tersebut dinyatakan dalam persamaan regresi Y=- 1,36246+0,1587 X2. Persamaan tersebut menandakan bahwa ketika tidak ada peningkatan cara belajar akuntansi maka dapat dipastikan bahwa hasil belajar (Y) akan terjadi penurunan.Karena Y=- 1,36246. Sehungga peningkatan cara belajar siswa merupakan suatu kebutuhan manakala hasil belajar akuntansi secara maksimal diharapkan. Terbukti manakala peningkatan cara belajar (X2)hanya 1(satu)maka Y =-1,36246+0,1587 hasilnya sama dengan -1,20376. Hal ini berarti peningkatan hasil belajar siswa bergerak lamban. Hasil analisis koefisien regresi pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi diperoleh nilai koefisien regresi r=0,6461(64,61persen). Hal ini menandakan bahwa pengaruh cara belajar terhadap hasil belajar positif dan sangat signifikan. Dengan demikian untuk meningkatkan hasil belajar, maka peningkatan cara belajar sangat menentukan. Sebab hasil belajar adalah output daripada proses belajar, sedangkan proses belajar dibutuhkan berbagai cara atau metode. Mulai dari penerimaan materi pelajaran, pemahaman, penguasaan, pengaplikasian serta pengembangan materi pelajaran yang sudah diajarkan. Selain itu menumbuh kembangkan kembangkan semangat belajar melalui pemberian tugas-tugas baik tugas indifidu maupun tugas kelompok. Besarnya sumbangan atau konstribusi variabel cara belajar dapat diketahui melalui nilai koefisien determinasi (adjusted r squar) sebesar 0,3966(39,66 persen).     
      Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan hasil belajar akuntansi 39,66 persen ditentukan oleh cara belajar akuntansi dan 61,34 persen ditentukan oleh variabel lainnya. Pengajuan hipotesis keempat menyimpulkan bahwa terdapat pengaruh sikap dan cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi. Hal ini ditunjukkan oleh nilai F hitung 11,5025 lebih besar dari nilai F tabel sebesar 4,21. atau (11,50325>4.21) . Taraf signifikansi F. A=0,05(5 persen).Pola pengaruh ketiga variabel dinyatakan oleh persamaan regresi ganda Y=-3,3483+0,0625 X1+0,1375 X2. Persamaan ini memberikan imformasi bhwa peningkatan satu unit skor sikap dan cara belajar akan mengakibatkan terjadinya peningkatan hasil belajar akuntansi sebesar
0,0625 dan 0,1375. Disisi lain menandakan bahwa jika sikap dan cara belajar tidak ada peningkatan maka hasil belajar akan terjadi penurunan sebesar – 3,3483. Oleh karena itu peningkatan sikap siswa dancara belajar secara maksimal merupakan suatu kemutlakan. Apatah lagi kelas XII atau kelas III akan menghadapi ujian ahir nasional yang sangat menentukan lulus atau tidaknya .
    Hasil analisis regresi linear ganda pengaruh sikap dan cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi diperoleh melalui koefisien regresi linear ganda r=0,6782 (67,82 persen).Nilai tersebut menandakan bahwa pengaruh sikap dan cara belajar akuntansi positif, cukup tinggi, dan signifikan. Suatu pertanda bahwa semakin sangat baik sikap siswa dan semakin sangat efektip cara belajar siswa maka semakin tinggi pula hasil belajar akuntansinya. Begitupula sebaliknya manakala sikap dan cara belajar sangat terabaikan maka peningkatan hasil belajar akan mengalami jhambatan atau sulit diwujudkan menjadi suatu kenyataan. Karenanya menumbuh kembangkan sikap positif, sikap dinamis, sikap optimis. Begitupula penumbuh kembangan cara balajar efektip, kreatif, serta daya inisiatif pebelajar adalah merupakan suatu kemutlakan guna memacu prestasi sesuai dengan harapan. Akan tetapi manakala sebaliknya maka hasil belajar akuntansi mengalami kesulitan untuk ditingkatkan.
      Besarnya kostribusi variabel sikap dan cara belajar terhadap hasil belajar akuntansi dapat diketahui melalui koefisien determinasi (adjusted r squar)sebesar 0,4201 atau 42,01 persen. Dengan pengertian bahwa
peningkatan hasil belajar akuntansi 42,01 persen ditentukan oleh sikap dan cara belajar akuntansi dan 57,91 persen ditentukan oleh variabel lainnya. Sekalipun harus disadari bahwa cara belajar apapun mungki sangat
efektip asalkan disesuaikan dengan pribadi dan keinginan siswa. 
       Keterbatasan Penelitian
      Penelitian ini menghasilkan generalisasi denngan menekan sekecil mungklin faktor pengurang makna dari temuan atau hasil penelitian.
     Sehubungan dengan ini patut diakui bahwa penelitian ini mempunyai mempunyai kelemahan dan keterbatasan. Disinyalir ada dua faktor penyebab keterbatasan penelitian akli ini : Subyak analisis, dan instrumen penelitian. Subyek analisis atau sampling; kelemahan dalam pelaksanaan pengumpulan data sulit dihindari, antara lain karena siswa yang terpilih sebagai responden merasa gugup karena peneliti adalah guru guru ditempat siswa belajar , sebagai pembina osis. Sehingga dalam menjawab pertanyaan atau pernyataan kadang dijawab secara tergesah-gesah. Meskipun sebelumnya diberi pengarahan baik dari segi tujuan penelitian ini maupun bimbingan dalam pengisian instrumen. Sehingga diperkirakan pengisian angket hanya sekedar memuaskan peneliti. Namun perlu pula disadari behwa, kebenaran data tersebut dapat dipercaya karena peneliti telah lama mengamati perilaku dan cara belajar siswa terhadap pelajaran akuntansi tapi diwujudkan menjadi sebuah karya barulah kali ini, guna mengetahui secara empiris.
      Kelemahan dari segi instrumen penelitian, meskipun peneliti secara jeli dalam merumuskan instrumen untuk menghimpun informasi mengenai dimensi dan indukator variabel, dibuat dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga kehawatiwan akan terjadi tumpang tindih antara variabel instrumen sedapat mungkin dihindari. Kendatipun telah dirumuskan dalam bentuk formulasi yang bervariasi berdasarkan teori yang digunakan, tapi tidak tertutup kemungkinan adanya kekurangan dalam penyusunan dan pengembangan setiap butir.
KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisi dan pembahasan diperoleh kesimpulan
sebagai berikut : (1). Sikap siswa, cara belajar siswa, dan hasil belajar akuntansi siswa SMA Neg.2 Bantaeng rata-rata tinggi, dengan perolehan skor rata-rata diatas nilai tengah skor teoritis. (2). Sikap siswa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap cara belajar akuntansi pada SMA Neg.2 Bantaeng. (3). Sikap siswa terhadap pelajaran akuntansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi di SMA Neg.2 Bantaeng.(4). Cara belajar akuntansi siswa memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar akuntansi siswa SMA NEG.2 Bantaesng .(5). Pengaruh sikap dan cara belajar akuntansi terhadap hasil belajar akuntansi siswa SMA Neg.2 Bantaeng positif dan signifikan .

Saran

     Berdasarkan kesimpulan dan implikasi penelitian telah dikemukakan diatas, maka diajukan beberapa saran sehubungan dengan upaya mempertahankan sikap positif, dinamis, optimis, dan kreatif. Begitupula cara
belajar efektif dan efisien guna mempertahankan sekaligus meningkatkan hasil belajar akuntansi sebagai berikut : (1). Guru sebagai tenaga pendidik , pembimbing diharuskan dalam pembelajaran senantiasa mengawali dengan pemberian motivasi guna memantapkan sikap positif siswa terhadap setiap pelajaran. (2).Bimbingan belajar secara berkelanjutan mengenai cara belajar efektif (3).Demokratisasi dalam memilih pendekatan belajar guna menghilangkan kejenuhan bagi peserta didik adalah merupakan suatu kemutlakan. (4).Guru dalam mengajar khususnya bagi pelajaran akuntansi diharuskan memilih contoh tidak jauh dari kondisi nyata bagi siswa, agar siswa dalam penerapan keterampilan akuntansi bagi kehidupan setiap hari tidak mengalami kesulitan.(5). Dalam rangka pembiasaan untuk mengerjakan soal-soal latihan khususnya soal-soal latihan akuntansi maka diharuskanbagi setiap guru memberikan tugas pekerjaan rumah sesuaikan dengan rasio jam tatap muka dikelas, serta tingkat kesulitan secara bertahap dari yang mudah, sedang, sukar dan sangat sukar.

DAFTAR PUSTAKA


Agung I GN. 1992. Metode penelitian sosial(pengertian dan pekaian praktis) 1. Jakarta ; Gramedia.

Ahmadi,R,1993. Psikologi sosial.Yokyakarta;Kanisius

Aksara,Klub ,1986.Guru. Jakarta ; Aries lima.

Arikunto,Suharsimi,1993. Penelitian suatu pendekatan praktek. Jakarta ; Rineka cipta.

Burton,William,1952.The guidance of learning aktivities. New york ; Appleton Century.

Bisa Agus,2002. Pengaruh latar belakang pendidikan dan motivasi belajar terhadap tingkat keterampilan tekhnik pada siswa BLKI Makassar. Makassar ; PPs.UNM.

Darsih, 2003. Hubungan sikap dan cara belajar dengan hasil belajar matematika di SLTP Kota Kendari Sulawesi Tenggara. Makassar; UNM.

Dreeben,Robert. 1968.On what is learned in school. London ; Addidson wesley Publishing company.

DEPDIKNAS, 2001. Kurikulum berbasis kompetensi msts pelajaran akuntansi. Jakarta ; Pusat kurikulum badan penelitian dan pengembangan DEPDIKNAS

Efendi, Usman, 1989. Pengantar psikologi, Bandung ; Angkasa.

Firdaus Yoga dkk. 2003. Akuntansi SMU untuk kelas I . Jakarta ; Erlangga.

Hudoyo, Herman, 1979. Pengembangan kurikulum matematika dan pelaksanaannya di depan kelas. Surabaya ; Usaha Nasional.

Hegbee, Kenneth L.1991. Memori anda hasil riset mutakhir untuk peningkatan daya .Terjemahan oleh Dahara.1998. Semarang ; Effhar offset.

Hutabarat, 1988.Cara Belajar. Jakarta ; Gunung Mulya.

Nasution, Noehi. 1993. Materi pokok psikologi pendidikan. Jakarta ; UT Cet 111

Pasaribu, IL dan Simanjuntak B.1983. Proses Belajar Mengajar .Bandung ; Tarsito.

Rukajat, Adjat dkk. 1973.Psikologi pendidikan. Jakarta ; DEPDIKBUD.

Sarwono, Sarlito wirawan. 1996. Pengantar umum psokologi. Jakarta ; Bulan Bintang.

Soetarno , 1993. Psikologi sosial. Yokyakarta ; Kanisius.

Slameto, 2002. Peranan ayah dalam pendidikan anak dan hubungannya dengan prestasi belajarnya.Satya wydya vol 15.No.1.

Suryabrata, Sumadi, 2002. Psikologi pendidikan. Jakarta ; PT. Raja Grafindo Persada .

Syah, Muhibbin. 2000. Psikologi pendidikan dengan pendekatan baru. Bandung ; Remaja Rosdakarya.

Sugiono . 2003. Metode penelitian Administrasi. Bandung; CV.Alfabeta.
Khotimah Husnul, 2002. Pengaruh partisipasi orang tua dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa Madrasah Aliah Neg Kab.Tulung agung. Makassar ; PPs.UNM.

Tiro Muh.Arif. 2000. Analisis regresi dengan data kategori. Makassar ; Badan Penerbit UNHAS Makassar.

Tiro Muh. Arif.2002. Analisis korelasi regresi, Edisi kedua, Makassar ; Makassar State University press.

U.U.SISDIKNAS, 2003. (UU.RI No.20.Th.2003) Jakarta ; Sinar Grafika.

Winkel ,W.S. 1987. Psikologi pengajar. Jakarta ; Gramedia.

1 Response to "PENGARUH SIKAP DAN CARA BELAJAR SISWA TERHADAP HASIL BELAJAR AKUNTANSI DI SMA NEGERI 2 BANTAENG "

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel