HARAGA BARANG



     Setelah diketahui melalui uraian sebelumnya bahwa barang ekonomi adalah barang yang langkah dan berguna. Oleh karena itu, barang ekonomi mempunyai harga. Harga adalah nilai tukar suatu barang atau jasa yang dinyatakan dengan alat tukar yang disebut uang. manusia mengenal  harga setelah diciptakan uang untuk menggantikan system barter, yaqitu barang ditukar langsung dengan barang. Pengertian yang dinyatakan dengan uang itu sehingga berakibat terjadinya tukar menukar menjadi lebih sederhana, praktis, dan lancar. Petani dapat berbelanja ditoko dengan membawa uang sebagai hasil penjualan padinya dan kambingnya tanpa harus menuntun kambing. Sebab kalau masih mengunakan barte maka akan mengalami kesulitan dalam jual beli, apalagi pemilik toko belum tentu bersedia menerima atau membutuhkan kambing untuk ditukar dengan barang lain. Makanya itu dengan adanya uang sebagai alat tukar maka manusia dapat dengan mudah melakukan jual beli tanpa terlalu lama konsultasi dengan penjual barang kebutuhan masing-masing. Sebab dengan menggunakan uang secara pasti semua orang penjual pasti telah sepakat untuk dijadikan sebagai alat tukar menukar,dan menentukan harga.
       Dari uraian tersebut maka maka dapatlah dikatakan bahwa, setiap barang mempunyai harga. Berikut ini ada dua macam harga sebagai berikut;
1.      Harga subyektif adalah harga menurut penilaian seseorang atas suatu barang. Penilaian suatu barang menurut pembeli dan penjual berbeda. Bahkan, penilaian suatu barang dapat berbeda sesame pembeli. Penilaian tersebut didasarkan atas mutu barang. Pengetahuannya mengenai harga barang-barang sejenis, dan kondisi keuangan yang dimiliki pada saat itu. Misalnya, suatu barang ditawarkan oleh seorang penjual seharga Rp.10.000,00.seorang pembeli hanya berani membayar barang tersebut dengan harga Rp.8.000,00.Hal itu berarti nilai subyektif antara penjual dengan pembeli berbeda.
2.      Harga obyektif adalah harga barang yang disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu penjual dan pembeli.Masing-masing mempunyai penilaian yang sama atas barang yang diperjual belikan
Oleh krena penilaian pembeli dan penjual serta masyarakat lainnya bervariasi maka harga dapat naik atau turun. Hal ini dapat mempengaruhi harga suatu barang untuk naik atau turun adalah;
1.      Daya beli konsumen (permintaan konsumen)
2.      Jumlah persediaan barang(enawaran oleh penjual) dan
3.      Mutu barang
      Barang mempunyai harga karena mempunyai nilai atau kegunaan. Oleh karena itu,sering kali orang memberikan penilaian atas suatu barang detuk barang dengan cara melihat harganya. Artinya, suatu barang yang harganya mahal dianggap nilainya atau kualitasnya tinggi. Sebaliknya barang yang harganya lebih murah untuk barang yang sejenis, nilainya atau mutunya atau kualitasnya rendah. Meskipun hal itu tidak selalu benar.
       Menurut hokum ekonomi, jika suatu barang naik,penjual akan menambah jumlah barang yang akan dijual atau yang ditawarkan dan diproduksi. Dengan harapan akan menuai keuntungan dengan jumlah lebih besar atau lebih banyak. Namun bagi pembeli kenaikan harga akan menyebabkan mereka atau pembeli akan mngurangi pembelian atau permintaannya karena daya belinya berkurang (dengan penghasilannya yang tetap). Sebaliknya jika semua harga turun maka pembeli, pembeli akan menambah pembeliannya, sedangkan penjual panjual akan mengurangi jumlah barang yang ditawarkan atau diproduksi. Dengan demikian, keuntungan penjual akan berkurang. Inilah dikatakan hokum permintaan dan penawaran (dimand and suplay). Jadi barang-barang ekonomi mempunyai harga karena mempunyai nilai tukar, bukan karena nilai pakainya. Sekalipun sulit dipisahkan antara harga atau nilai tukar dan nipakai.Sebab terkadang nilai tukarnya tinggi tapi tempat dan kondisi alam pada saat itu tidak mendukung mengenai nilai tukar. Seperti ketika ada orang kehausan ditengah padang pasir mana lebih berharga emas satu gram dari pada air minum satu gelas. Tentunya pada saat itu mungkin lebih bernilai air minum satu  gelas            
     
        

0 Response to "HARAGA BARANG"

Post a Comment

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel