Perantara Dalam Distribusi/Perdagangan | ekonomiakuntansiid




Perantara Dalam Distribusi/Perdagangan | ekonomiakuntansiid
           Pengertian perantara dalam distribusi/perdagangan, merupakan bagian dari distributor dalam rangka mempermudh produsen untuk menyalurkan barang-barang atau  jasa ketempat konsumen atau pembeli.Selain itu perantara juga mempermudah konsumen untuk memperoleh barang atau jas yang dibutuhkan. Sebab dalam bidang perekonomian , masalah konsumsi, produksi, dan distribusi merupakan masalah yang sngat signifikan karena ketiganya terletak pada titik pemenuhan kebutuhan masyarakat. Artinya berada pada penyebab kepuasan masyarakat atau ketidak puasan masyarakat. Barang – barang sebagian didistribusikan melalui pasar.
          Pasar adalah tempat bertemunya seluruh orang – orang yang berhubungan dengan jual beli barang atau jasa. Dengan demikian penjualan barang merupakan suatu usaha perdagangan. Oleh karena itu perantara dalam distribusi barang dari produsen ke konsumen pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi empat golongan Yakni; pedagang,perantara khusus, eksportir dan importir, dan lembaga-lembaga pembantu dalam proses distribusi.
1.Pedagang
Pengertian pedagang adalah orang yang melakukan jual beli barang tanpa merubah bentuk dan mengharapkan keuntungan didalam kegiatannya. Kelompok pedagang terbagi dua dari segi kekuatan modalnya sbagai berikut; (a) Pedagang kecil/pengecer (retailer)  artinya pembeli yang mendatangi penjual untuk membeli barang yang dibutuhkan. Barang-barang yang dijual  terutama barang kebutuhan sehari-hari, misalnya gula, sabun, dan minyak goring. Oleh karena itu , lokasinya harus dekat dengan konsumen. Contohnya adalah took, warung, kios, dan pebagang keliling. Pedagang eceran membeli dari pedagang besar dan menjual langsung kepada konsumen.(b) Pedagang besar (whole seller). Pedagang besar (grosir) adalah membeli barang secara besar-besaran atau dengan istilah secara partai besar dari produsen/pabrik dan menjual kepada pedagang pengecer. Pedagang besar member member manfaat bukan saja kepada produsen, tetapi juga kepada pedagang kecil. Pabrik dapat memanfaatkan jasa pedagang besar untuk mendistribusikan barang kekonsumen. Terhadap pedagang kecil atau eceran,pedagang besar sering kali memberikan bamtuan, bukan saja dalam bentuk kredit jangka pendek, melainkan juga dalam bentuk pemuatan reklame dimedia massa (tulis) maupun media electronic tentang barang yang diperdagangkan.Tempat atau lokasi pedagang besar tidak perlu dekat dengn konsumen seperti pedagang eceran.
2. Perantara khusus
      Pedagang perantara khusus antara lain sebagai berikut; (1) Agen (agency), agen adalah perantara pedagang yang atas nama perusahaan tertentu menjualkan barang hasil produksi perusahaan tersebut didaerah tertentu. Agen menjual barang dengan harga yang ditentukan oleh produsen. Untuk iyu ia memperoleh komisi sesuai dngan banyaknya penjualan. Agen menjual barang kepedagang-pedagang besar atau langsung kepedagang kecil. (2) Makelar (broker) , Makelar adalah perantara yang atas nama orang lain (pemberi kuasa) mencarikan barang bagi pembeli dan atau menjualkan barang bagi penjual. Makelar mengadakan perjanjan-perjajian atas nama mereka dalam penjulan atau pembelian suatu barang. Makelar tidak ikut bertnggung jawab atas penyerahan barang dan pembayarannya. Tugasnya hanya memungkinkan penjual dan pembeli mengadakan perjanjian jual beli sendiri. Balas jasa makelar disebut provisi atau kurtasi.(3) Komisioner (commission Marchant) . Komisioner sering pula disebut pedagang komisi adalah perantara dalam perdgangan seperti makelar. Ia bekerja atasnamany sendiri dan ikut bertanggung jawab sndiri atas tindakan yang dilakukandalam mengadakan perjanjian jual beli.  Utuk jasanya ia memperoleh komisi.
3.       Eksportir dan Importir
     Eksportir dan importer dikolompokkan tersendiri kerena mereka dalam menjalankan usahanya berhubungan dengan luar negeri. Perdagangan luar negeri memang lebih rumiat karena  banyak peraturan dan harus menyangkut valuta asing.
4.       Lembaga-lembaga dalam proses distribusi
         Setelah peraturan – peraturan tersebut diatas, masih pihak-pihak lain yang membantu dalam proses penyaluran barang, tanpa ikut berdagang sendiri. Termasuk dalam kelompok ini, antara lain sebgai berikut;
a.       Bank yang menyediakan kredit bagi perdagangan serta memberikan jasa pembayaran (transfer uang)
b.      Asuransi, yang menjamin barang dalam perjalanan terhadap resiko rusak atau hilang.
c.       Pengepakan (packing), termasuk penyortiran, pembungkusan, dan member lebel.
d.      Perusahaan pengangkutan, baik pengangkutan darat, laut maupun udara.
e.      Pergudangan, termasuk veem dipelabuhan laut.
f.        Perusahaan-perusahaan periklanan.
g.       Konsultan, yaitu konsultan dibidang pemasaran, akuntansi, hukum, dan sebagainya.   

         Berdasar dari uraian singkat tersebut diatas brangkali penulis tidak berlebihan jika meberi kesimpulan sementara mengenai perantara dalam proses distribusi/perdagangan adalah pedagang kecil, pedagang besar, agen, makelar, komisioner, eksportir dan importer, serta lembaga-lembaga pembantu (Bank, Asuransi, Pengepakan, perusahaan pengangkutan, pergudangan,  dan perusahaan periklanan)

0 Response to "Perantara Dalam Distribusi/Perdagangan | ekonomiakuntansiid "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel