Prinsip Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)|ekonomiakuntansiid



         Indonesia kaya dengan aneka tanaman pertanian dan perkebunan. Di antaranya perkebunan tebu. Tebu merupakan bahan baku gula. Tapi mengapa produksi gula yang dihasilkan Indonesia tidak cukup memenuhi kebutuhan konsumsi di dalam negeri? Jika Anda perhatikan, pabrik-pabrik gula yang ada di Indonesia merupakan peninggalan penjajah. Akibatnya, teknologi produksi gula pun terbatas sehingga biaya produksi gula menjadi tinggi. Bahkan pemerintah menutup operasi pabrik-pabrik tua yang sudah tidak efisien lagi. Oleh karena itu, untuk memenuhi kebutuhan gula dalam negeri pemerintah mengimpor gula. Kebijakan pemerintah dalam mengimpor gula ini berdasarkan prinsip keunggulan komparatif.
         Prinsip ini mengatakan bahwa setiap negara akan berspesialisasi dalam produksi dan mengekspor barang dan jasa yang biayanya relatif lebih rendah (artinya lebih efisien dibanding negara lain). Sebaliknya, setiap negara akan mengimpor barang dan jasa yang biaya produksinya relatif lebih tinggi (artinya kurang efisien dibanding negara lain).Artinya ketika Negara bersangkutan memproduksi sendiri akan mengeluarkan biaya lebih tinggi ketimbang mengimpor dari Negara lain. Sehingga Negara tersebut lebih memilih jalan untuk mengimpor barang kebutuhan dalam negerinya. Apatah lagi jika Masing-masing negara memiliki keunggulan tersendiri (baik absolut ataupun komparatif) dalam memproduksi suatu jenis barang/jasa tertentu, sehingga bila spesialisasi dilakukan, akan diperoleh keuntungan yang lebih besar.
Adanya Komunikasi dan Sarana Transportasi
        Era impormasi dan globaliasi serta transportasi yang semakin hari semakin meningkat secara dramatis, yang secara spontan memacu Perkembangan sarana telekomunikasi dan transportasi semakin memudahkan manusia untuk berkomunikasi dan memudahkan mobilitas arus barang dan jasa, sehingga mendorong terjadinya perdagangan antar negara. Karena itu; jarak geografis, batas teritorial negara, bukan lagi kendala untuk melakukan perdagangan internasional.
         Umumnya, setiap negara melakukan perdagangan antar negara atau perdagangan internasional karena faktor-faktor pendorong seperti yang telah disebutkan di atas. Namun, tahukah Terdapat beberapa faktor yang melatar belakangi  terjadinya perdagangan internasional. Seperti yang kita ketahui, tidak ada satupun negara yang dapat menghasilkan sendiri semua barang/jasa yang dibutuhkan oleh negara tersebut. Karena tidak semua negara mempunyai sumber alam seperti minyak bumi, biji besi, dan lain-lain untuk keperluan industri; serta tidak setiap iklim cocok untuk hasil bumi seperti padi, gandum, teh, dan lain-lain. Selain itu, masih ada banyak faktor yang menyebabkan perdagangan internasional perlu dilakukan.
Mengapa setiap negara baik negara yang sedang berkembang sampai negara yang telah maju melakukan perdagangan internasional?
        Beberapa  latar belakang terjadinya perdagangan internasional (1) memperoleh barang yang tidak diproduksi di dalam negeri. Ada beberapa sebab mengapa suatu barang tidak diproduksi oleh suatu negara karena : Sumber daya alam di suatu negara memang terbatas, terutama menyangkut sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Yang dapat dipelajari dan dikembangkan oleh manusia adalah cara pelestarian sumber daya alam tersebut dan penemuan alternatif sumber daya alam pengganti. Selain itu, suatu  negara dapat memaksimalkan kemampuan produksinya dengan cara mempelajari teknik produksi dan manajemen produksi yang lebih modern sehingga akan mempercepat pertambahan produksi nasional.
(2) memperluas pasar. Jika seluruh permintaan dari dalam negeri terhadap suatu barang telah dipenuhi, maka untuk mengatasi kelebihan produksi dan memperoleh keuntungan lebih, satu-satunya cara adalah memanfaatkan pasar luar negeri. (3) memperoleh manfaat dari spesialisasi. Masing-masing negara memiliki keunggulan tersendiri (baik absolut ataupun keunggulan komparatif) dalam memproduksi suatu jenis barang/jasa tertentu, sehingga bila spesialisasi dilakukan, akan diperoleh keuntungan yang lebih besar.
Keunggulan Komparatif
         Perdagangan Internasional dapat pula berlangsung diantara dua negra , meskipun salah satu Negara lebih efisien dari Negara yang lain (memiliki keunggulan mutlak) didalam menghasilkan kedua barang yang diperdagangkan (satu negara lainnya tadi tidak memiliki keunggulan mutlak  atas satupun barang dari kedua barang terebut). Akan tetapi, kedua belah pihak tetap dapat memperoleh keuntungan yang dinamakan keuntungan komparatif atau dikatakan keunggulan kemparatif (comparative advantage). Contoh berikut ini menunjukkan bagaimana keunggulan komparatif itu terjadi.
Produksi seorang pekerja dalam setahun
Negara
Tekstil(meter)
Beras(kg)
Amerika
800
2000
Belanda
600
1000
   Tabel diatas menunjukkan bahwa Amerika Serikat lebih afisien dari pada Belanda dalam menghasilkan tekstil dan beras bila dibandingkan dengan yang dapat dihasilkan seorang pekerja di Belanda per tahunnya. Namun demikian, kedua Negara tersebut masih dapat melakukan perdagangan yang saling menguntungkan.
    Keuntungan tersebut timbul sebagai akibat dari perbedaan harga relative dari nilai tekstil dan beras di kedua Negara itu.Di Amerika Serikat, 800m tekstil sama nilainya dengan 2000 kg beras.Ini berarti diAmerika Serikat harga relative diantara tekstil dengan beras adalah 1: 2.1/2 Artinya untuk memperoleh 1 m tekstil diperlukan 2.1/2 kg beras. Di Belanda harga relative antara tekstil dengan beras adalah 1: 1.2/3 ini berarti untuk memperoleh 1m teksti diperlukan pengorbanan 1.2/3kg beras. Dari keadaan ini dapat dikatakan bhwa harga tekstil di Belanda relatife lebih murah bila dibanding di Amerika Serikat ( karena beras dikorbankan untuk memperoleh satu meter tekstil adalah lebih sedikit).Disamping itu, harga beras lebih murah lebih murah diAmerika serikat.
          Dalam keadaan seperti itu, maka Belanda mempunyai keunggulan komparatif dalam menghasilkan tekstil, sedangkan Amerika Serikat dikatakan mempunyai keunggulan komparatif dalam menghasilkan beras. Dengan demikian , keunggulan keunggulan komparatif dapat diartikan sebagai keuntungan yang diperoleh suatu Negara dari melakukan spesialisasi dalam menghasilkan barang-barang yang mempunyai harga-harga relative yang lebih rendah dari pada dineara lain.
        Teori keunggulan komparatif mengatakan bahwa suatu Negara sebaiknya melakukan spesialisasi dan mengekspor barang-barang dimana ia memiliki keunggulan komparatif dan mengimpor barang-barang dimana ia tidak memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage)
        Untuk memperoleh keuntungan dari spesialisasi, setiap Negara haruslah menghasilkan barang – barang yang memiliki keunggulan mutlak atau keunggulan komparatif. Dengan melakukan spesialisasi tersebut, suatu Negara dapat mempertinggi efisiensi penggunaan faktor-fktor produksi dan penduduknya dapat menikmati lebih banyak barang.
Daftar Fustaka
Boediono.1981. Ekonomi internasional.Yogyakarta; BP-FEUGM.
Ellsworth, P.T.and J. Clark Leith. 1975.The International Economics. 7 th ed. Manila; Rrichard D. Irwin.
Rahardja Pratamara, SE. 1995. EKONOMI KUR.1994.Klate nutara.
Nopirin. 1983. Ekonomi Internasional; Pembayaran Internasional. Yokyakarta: Liberty.

1 Response to "Prinsip Keunggulan Komparatif (Comparative Advantage)|ekonomiakuntansiid"

  1. Broker Terbaik – Dapatkan Banyak Kelebihan Trading Bersama FBS,bergabung sekarang juga dengan kami
    trading forex fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Kelebihan Broker Forex FBS
    1. FBS MEMBERIKAN BONUS DEPOSIT HINGGA 100% SETIAP DEPOSIT ANDA
    2. SPREAD DIMULAI DARI 0 Dan
    3. DEPOSIT DAN PENARIKAN DANA MELALUI BANK LOKAL Indonesia dan banyak lagi yang lainya

    Buka akun anda di fbsindonesia.co.id
    -----------------
    Jika membutuhkan bantuan hubungi kami melalui :
    Tlp : 085364558922
    BBM : D04A8185

    BalasHapus

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel