PENGERTIAN NEGARA & SIFAT-SIFAT NEGARA

       Negara merupakan integrasi dari kekuasaan politik. Negara adalah alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk menertibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat.Negara adalah organisasi yang dalam satu wilayah dapat memaksakan kekuasaannya secara sah terhadap seluruh golongan kekuasaan lainnya dan dapat menetapkan tujuan dari kehidupan bersama itu.Negara dapat menetapkan cara-cara dan baatas-batas sampai dimana kekuasaan dapat digunakan dalam kehidupan baik oleh perorangan dan golongan serta organisasi maupun oleh negara sendiri.
     Negara adalah sekumpulan orang yang menempati wilayah tertentu dan diorganisasi oleh pemerintah negara yang sah, yang umumnya memiliki kedaulatan. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintah yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

     Kata "negara" dipakai beberapa ahli untuk merujuk pada negara berdaulat. Dari beberapa sumber mengungkapkan pemikiran mengenai negara sejak dahulu kala sudah ada. Di Yunani kuno misalnya, pemikiran mengenai negara sudah dimulai pada tahun 450 S.M, seperti terbukti dalam karya-karya ahli sejarah seperti Herodotus, dan beberapa pemikir lainnya.. Sejak saat itu pula tidak ada kesepakatan khusus mengenai jumlah negara di dunia, karena ada beberapa negara yang masih diperdebatkan kedaulatannya. Ada total 206 negara, dengan 193 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa dan 13 lainnya yang kedaulatannya diperdebatkan. Meskipun bukan negara berdaulat, Inggris, Skotlandia, Wales dan Irlandia Utara (yang tergabung dalam Britania Raya) adalah contoh entitas yang disepakati dan dirujuk sebagai negara.Bekas negara lainnya seperti Bavaria (kini bagian dari Jerman) dan Piedmont (kini bagian dari Italia) tidak akan dirujuk sebagai "negara" dalam kondisi normal, walaupun mereka pernah menjadi sebuah negara yang berdiri sendiri pada masa lalu.
     Dengan demikian negara dapat mengintegrasikan dan membimbing kegiatan sosial dari penduduknya kearah tujuan bersama. Olenya itu negara mempunyai tugas ;
a. Mengatur dan mengendalikan ejala-gejala kekuasaan yang asosial yakni yang bertentangan satu sama lain supaya ti dak menjadi antagonisme yang membahayakan .
b. Mengorganisir dan mengintegrasikan kegiatan manusia baik individu maupun golongan-golongan menuju tercapainya tujuan masyarakat secara keseluruhan.
     Negara berhak menentukan bagaimana kegiatan seluruh organisasi kemasyarakatan untuk disesuaikan satu sama lain dan diarahkan kepada tujuan nasional dan bukan hanya untuk organisasi itu sendiri, akan tetapi kepentingan organisasi ikut didalam kepentingan nasional. Kapan tidak demikian maka dapat dipastikan akan terjadi disharmonisasi antar golongan. Sehingga dengan demikian negara pasti terancam oleh instabilitas yang berkepanjangan.
      Mengapa dikatakan Negara berhak menentukan segala aktifitas didalam wilayahnya karena bagaimanapun juga Negara harus bertanggung jawab seluruh keselamatan negara dan bangsanya. Makanya itu Republik Indonesia dicantumkan didalam pembukaan UUD 45 mengenai tanggung jawab Negara baik dari segi kecerdasan , perlindungan, kesejahteraan bangsa demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur. Negara berkewajiban menjaga dan melindungi seluruh tumpah darah Indonesia supaya terbebas dari gangguan baik dari dalam maupun gangguan dari luar,.     
        Oleh karena itu Pengertian dari Negara adalah suatu wilayah di permukaan bumi yang kekuasaannya baik politik, militer, ekonomi, sosial maupun budayanya diatur oleh pemerintah yang berada di wilayah tersebut. Negara juga merupakan suatu wilayah yang memiliki suatu sistem atau aturan yang berlaku bagi semua individu di wilayah tersebut, dan berdiri secara independent. Syarat primer sebuah negara adalah memiliki rakyat, memiliki wilayah, dan memiliki pemerintahan yang berdaulat. Sedangkan syarat sekundernya adalah mendapat pengakuan dari negara lain.

SIFAT-SIFAT NEGARA
Menurut beberapa pemikir sebenarnya jika dilihat dari beberapa negara didunia sifat-sifat negara  sangat banyak, akan untuk menyederhanakan menjadi tiga sifat diantaranya; Sifat monopoli, Sifat memaksa, Sifat mencakup semua
       Sifat monopoli :  monopoli berasal dari kata ‘mono´ yang artinya satu dan ‘poli´ yang artinya penguasa, jika sifat monopoli dikaitkan dengan Negara adalah suatu hak tunggal yang dilakukan oleh negara untuk berbuat atau menguasai sesuatu untuk kepentingan dan tujuan bersama. Negara mempunyai monopoli dalam menetapkan tujuan bersama dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam hal ini Negara dapat menyatakan bahwa suatu aliran kepercayaan atau aliran politik tertentu dilarang hidup dan disebarkluaskan, oleh karena dianggap bertentangan dengan tujuan masyarakat dan dapat membahayakan posisi suatu kekuasaan.
Contoh kasus, Pemerintah mencanangkan Indonesia Sehat 2010. Itu berarti Warga Negara Indonesia harus berpartisipasi agar tercapai.
    Sifat memaksa : artinya bahwa negara mempunyai kekuatan fisik secara legal agar tercapai ketertiban dalam masyarakat dan mencegah timbulnya anarkhi. Dengan ditaatinya peraturan perundang-undangan, penertiban dalam kehidupan bermasyarakat dapat tercapai serta dapat pula mencegah timbulnya anarki. Saran dalam pencapaian hal tersebut tidak luput dari kinerja polisi, tentara yang bertugas menjaga pertahan dan keamanan serta alat penjamin hukum lainnya. Organisasi dan asosiasi yang lain dari Negara juga mempunyai aturan-aturan yang mengikat, akan tetapi aturan-aturan yang dikeluarkan oleh Negara lebih mengikat penduduknya.
      Dalam masyarakat yang bersifat homogen dan ada consensus nasional yang kuat mengenai tujuan-tujuan bersama, biasanya sifat paksaan itu tidak begitu menonjol, akan tetapi di Negara-negara baru yang kebanyakan belum homogen dan konsensus nasionalnya kurang kuat, sering kalli sifat paksaan ini akan lebih tampak. Dalam hal ini negara demokratis tetap disadari bahwa paksaan hendaknya dipakai seminimal mungkin dan sedapat-dapatnya dipakai persuasi (menyakinkan). Lagi pula pemakaian paksaan secara ketat, selain memerlukan organisasi yang ketat, juga memerlukan biaya yang tinggi.
    Contoh kasus, sifat memaksa antara lain adalah setiap warga wajib membayar pajak, menaati peraturan lalu lintas serta peraturan hukum lainnya. Jika mereka melanggar hukum dan ketentuan negara, maka aparat negara (polisi dan kejaksaan) dapat memaksa warga negara untuk tunduk pada hukum, baik dengan memberikan sanksi pidana maupun kurungan ataupun penjara.
    Sifat Mencakup Semua : Sifat untuk semua berarti semua peraturan perundang-undangan yang berlaku (misalnya keharusan membayar pajak) adalah untuk semua orang tanpa kecuali. Keadaan demiian memang perlu, sebab kalu seseorang dibiarkan berada di luar lingkup aktivitas Negara, maka usaha Negara kea rah tercapainya masyarakat yang dicita-citakan akan gagal, atau dapat menganggu cita-cita yang telah tercapai. Lagi pula, menjadi warga negar tidak berdasarkan kemauan sendiri (involuntary) dan hal ini berbeda dengan asosiasi di mana keanggotaan sukarela.
      Contoh kasus, dalam Pasal 29 ayat 2 UUD 1945 berisi tentang kebebasan memilih agama. Hal itu berarti, semua Warga negara Indonesia berhak memilih agama dan kepercayaannya masing-masing tanpa adanya paksaan.
Bentuk Negara

Bentuk Negara dibedakan menjadi dua, yaitu :
a.   Negara Kesatuan (Unitaris)
Negara Kesatuan adalah negara bersusunan tunggal, yakni kekuasaan untuk mengatur seluruh daerahnya ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah pusat memegang kedaulatan sepenuhnya, baik ke dalam maupun ke luar. Hubungan antara pemerintah pusat dengan rakyat dan daerahnya dapat dijalankan secara langsung. Dalam negara kesatuan hanya ada satu konstitusi, satu kepala negara, satu dewan menteri (kabinet), dan satu parlemen. Demikian pula dengan pemerintahan, yaitu pemerintah pusatlah yang memegang wewenang tertinggi dalam segala aspek pemerintahan. Ciri utama negara kesatuan adalah supremasi parlemen pusat dan tiadanya badan-badan lain yang berdaulat.

b.   Negara Serikat (Federasi)
Negara Serikat adalah negara bersusunan jamak, terdiri atas beberapa negara bagian yang masing-masing tidak berdaulat. Kendati negara-negara bagian boleh memiliki konstitusi sendiri, kepala negara sendiri, parlemen sendiri, dan kabinet sendiri, yang berdaulat dalam negara serikat adalah gabungan negara-negara bagian yang disebut negara federal.
     Setiap negara bagian bebas melakukan tindakan ke dalam, asal tak bertentangan dengan konstitusi federal. Tindakan ke luar (hubungan dengan negara lain) hanya dapat dilakukan oleh pemerintah federal.

Bentuk Negara Indonesia
     Bentuk Negara Indonesia adalah Negara Kesatuan yang berbentuk Republik atau lebih dikenal dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pernyataan ini secara tegas tertuang di UUD 45 pasal 1. Indonesia sudah beberapa kali mengalami perubahan bentuk negara yaitu: bentuk negara Federal, Kesatuan atau sistem pemerintahan yang parlementer, Semi-Presidensil, dan Presidensil.
     Menurut pidato Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 17 Agustus 2007 dikatakan bahwa bentuk negara Indonesia yang paling tepat adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Empat pilar utama yang menjadi nilai dan konsensus dasar yang selama ini menopang tegaknya Republik Indonesia adalah: Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sumber :

http://opiicko.blogspot.com/2011/11/negara-sifat-sifat-negara-bentuk-negara.html?m=1

http://etrisetiowati.blogspot.com/2011/10/sifat-sifat-negara.html

http://ruhcitra.wordpress.com/2008/11/09/bentuk-negara-dan-bentuk-kenegaraan/

http://id.wikipedia.org/wiki/Negara
Purbopranoto,Kuntjoro, Prof.Mr., Sedikit tentang sistim pemerintahan Demokrasi, penerbitan Universitas Surabaya, 1960.
.   ^ "Acts Interpretation Act 1901 - Sect 22: Meaning of certain words". Australasian Legal Information Institute. Diakses tanggal 2008-11-12.
    ^ "The Kwet Koe v Minister for Immigration & Ethnic Affairs & Ors [1997] FCA 912 (8 September 1997)". Australasian Legal Information Institute. Diakses tanggal 2008-11-12.
    ^ "U.S. Department of State Foreign Affairs Manual Volume 2—General" (PDF). United States Department of State. Diakses tanggal 2008-11-12.
    ^ Rosenberg, Matt. "Geography: Country, State, and Nation". Diakses tanggal 2008-11-12.
    ^ "Legal Research Guide: United Kingdom". Law Library of Congress. 2009-07-23. Diakses tanggal 2013-03-29. "The United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland is the collective name of four countries, England, Wales, Scotland and Northern Ireland. The four separate countries were united under a single Parliament through a series of Acts of Union."
    ^ "countries within a country:number10.gov.uk". 10 Downing Street website. 10 Downing Street. 2003-01-10. Diakses tanggal 2009-09-22. "The United Kingdom is made up of four countries: England, Scotland, Wales and Northern Ireland."
    ^ "Commonwealth Secretariat — Geography". Commonwealth Secretariat website. Commonwealth Secretariat. 2009-09-22. Diakses tanggal 2009-09-22. "The United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland (UK) is a union of four countries: England, Scotland, Wales and Northern Ireland."
    ^ "Travelling Europe — United Kingdom". European Youth Portal. European Commission. 2009-06-29. Diakses tanggal 2009-09-22. "The United Kingdom is made up of four countries: England, Northern Ireland, Scotland and Wales."



0 Response to "PENGERTIAN NEGARA & SIFAT-SIFAT NEGARA "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel