Pengertian Keunggulan Bersaing , Sumber-Sumber Keunggulan Bersaing| ekonomiakuntansiid

KEUNGGULAN BERSAING DALAM KONSEP
Berikut ini penulis akan menampilkan tulisan mengenai keunggulan bersaing / kompetitif dalam konsep. Barangkali selama kita masih menhirup udara dengan bebas maka kita juga tidak akan mungkin kita terlepas dari persaingan diberbagai segi teruatama dari segi konseptual. Sekalipun penulis menyadari bahwa bukanlah terbaik akan tetapi sebagai salah satu pencerahan bagi siapa saja yang memerlukan informasi tersebut. Selamat membaca....   
A. Pengertian Keunggulan Bersaing, B. Sumber-Sumber Keunggulan Bersaing, C. Dimensi Dalam Keunggulan Bersaing

A. Pengertian Keunggulan Bersaing
 Pengertian Keunggulan Bersaing
Keunggulan Bersaing/kompetitif (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya suatu perusahaan untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan perusahaan lain pada industri atau pasar yang sama. Jika dilihat dari sumberdaya manusia maka. Keunggulan Bersaing/kompetitif (competitive advantage) adalah kemampuan yang diperoleh melalui karakteristik dan sumber daya seseorang untuk memiliki kinerja yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang  lain pada setiap keahlian dan kecerdasan dalam mengatasi setiap masalah.

Pengertian keunggulan bersaing menurut Crown Dirgantoro dalam (2001) adalah perkembangan dari nilai yang mampu diciptakan perusahaan untuk pembelinya”. Menurut Agustinus Sri Wahyudi (1996) memberikan pengertian keunggulan bersaing, adalah: “Sesuatu yang memungkinkan sebuah perusahaan memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata keuntungan yang diperoleh pesaing dalam industri. Semakin kuat keunggulan yang dimiliki akan semakin tinggi keuntungan yang diperoleh perusahaan dan begitu pula sebaliknya”.
Pengertian keunggulan bersaing (Competitive advantage) menurut Michael E Porter (2008)  adalah suatu kemampuan suatu perusaha an untuk meraih  keuntungan ekonomis di atas laba yang mampu diraih oleh pesaing di  pasar dalam industri yang sama. Perusaha an yang memiliki keunggul  an kompetitif  senantiasa memiliki kemampuan dalam memaha mi  perubahan struktur pasar dan mampu memilih strategi pemasaran yang  efektif  
Sedangkan Noe et al (2003), memberikan pengertian keunggulan bersaing sebagai kemampuan perusahaan untuk membuat produk atau penawaran layanan yang lebih dihargai oleh pelanggan dibandingkan dengan perusahaan yang bersaing .
Selanjutnya Sampurno (2010) menjelaskan bahwa keunggulan bersaing adalah Kemampuan, asset, skill, kapabilitas dan lainnya  yang menampukan  perusahan untuk bersaing secara efektif di dalam industri”. Sedangkan keunggulan bersaing menurut Peter Senge (2000)  keunggulan bersaing yang terus bertahan adalah kemampuan organisasi  anda untuk belajar lebih cepat dari  pada pesaingnya.”
Berdasarkan pengertian diatas maka keunggulan bersaing tidak dapat dipahami dengan memandang perusahaan sebagai satu keseluruhan. Keunggulan bersaing berasal dari banyak aktivitas berlainan yang dilakukan perusahaan dalam mendesain, memproduksi, memasarkan, menyerahkan, mendukung produknya. Masing–masing aktivitas dapat mendukung posisi biaya relatif perusahaan dan menciptakan dasar untuk diferensiasi. 
B. Sumber-Sumber Keunggulan Bersaing
MendapatkanKeunggulan Bersaing Berkelanjutan
competitive advantagePemilik dan para pemangku kepentingan perusahaan (manajer, karyawan, pelanggan, pemasok, mitra, pemerintah, dan sebagainya) berharap perusahaan dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya dalam jangka panjang.
Mereka mendambakan perusahaan dapat bertahan, mampu menghadapi persaingan dan tumbuh berkembang dengan memanfaatkan berbagai peluang bisnis.
Dengan kata lain, perusahaan diharapkan mendapatkan dan mempertahankan keunggulan bersaing secara berkelanjutan (sustainable competitive advantage).

Beberapa contoh perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing dapat dilihat dari daftar 10 perusahaan publik terbaik dunia 2012 versi majalah Forbes (antara lain, Exxon Mobil, JP Morgan Chase, General Electric, Royal Dutch Shell) dan 10 perusahaan publik terbesar di Indonesia (BRI, Bank Mandiri, PT Telkom, BNI, PGN, Gudang Garam, Bank Danamon, Semen Gresik, dan Bumi Resources).
Perusahaan tersebut dinilai mampu menghasilkan keuntungan dan memiliki aset yang jauh melebihi  pemain di industrinya. Perusahaan tersebut juga mampu bertahan menghadapi persaingan selama puluhan tahun dan tumbuh memanfaatkan berbagai peluang.
Porter (1985) menyatakan perusahaan dikatakan memiliki keunggulan bersaing jika memiliki biaya lebih rendah dibandingkan pesaing, memiliki produk atau proses yang lebih baik, sukses menjalankan strategi fokus segmen pasar tertentu.
Melengkapi pengertian tersebut, Peteraf (1993) mendefinisikan keunggulan bersaing berkelanjutan sebagai kemampuan untuk mendapatkan keuntungan di atas normal dalam jangka panjang (sustain above normal return).
Berdasarkan penelusuran terhadap berbagai literatur mengenai keunggulan bersaing sejak 1965, Hoffman (2000) menyimpulkan keunggulan bersaing berkelanjutan adalah manfaat jangka panjang dari implementasi suatu “unique value-creating strategy”  yang secara bersamaan tidak diterapkan oleh para pesaing.
Sumber keunggulan bersaing Beberapa penelitian membuktikan sumberdaya dan kapabilitas perusahaan atau seseorang merupakan sumber keunggulan bersaing berkelanjutan. Hanya sumberdaya dan kapabilitas yang memiliki kriteria valuable, rare, in-imitable, non-substitutable, exploited by company (VRISE) yang dapat menjadi sumber keunggulan bersaing berkelanjutan.
Valuable berarti sumberdaya dan kapabilitas yang dimiliki memungkinkan perusahaan menerapkan strategi yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi.
Rare artinya sumberdaya dan kapabilitas tersebut jarang dimiliki oleh para pesaing.
In-imitable artinya sumberdaya dan kapabilitas sulit ditiru oleh pesaing atau memerlukan biaya sangat besar atau waktu yang lama untuk meniru.
Non-substitutable yakni sumberdaya dan kapabilitas yang dimiliki sulit digantikan dengan sumberdaya atau kapabilitas lain. Misalnya pola hubungan antara Bank BRI dengan para nasabah usaha mikro sulit diganti dengan pola e-banking.
Selain itu perusahaan harus mampu memanfaatkan dan memelihara sumberdaya dan kapabilitas yang menjadi sumber keunggulan bersaing (exploited by company)
Mengidentifikasi Sumberdaya dan Kapabilitas Unggulan
Dengan mengetahui sumberdaya dan kapabilitas yang menjadi sumber keunggulan bersaing, perusahaan dapat mengembangkan sumberdaya dan kapabilitas unggulan secara lebih terencana dan efektif.
Dalam mengidentifikasi sumberdaya dan kapabilitas unggulan kita perlu memahami kunci-kunci sukses bersaing dalam suatu industri.  Perlu dipahami dengan memiliki sumberdaya dan kapabilitas unggulan tidak otomatis perusahaan memiliki keunggulan bersaing.
Sumberdaya dan kapabilitas unggulan tersebut harus dimanfaatkan sedemikian rupa melalui implementasi strategi bisnis yang tepat.
Kita tahu, selalu terjadi perubahan di lingkungan bisnis, baik eksternal maupun internal. Sehingga menyebabkan perubahan kunci sukses di suatu industri dan akhirnya juga menyebabkan keusangan pada sumber keunggulan bersaing.
Dengan demikian perusahaan harus selalu memperbaharui sumberdaya dan kapabilitas unggulannya sesuai dengan perubahan kunci sukses di industri.
Perusahaan harus memiliki kemampuan kapabilitas dinamik (dynamic capability) yakni kemampuan untuk membentuk  ulang, mengkonfigurasi, dan merekonfigurasi sumberdaya dan kapabilitas perusahaan sehingga dapat merespon perubahan teknologi dan pasar.


 C. Dimensi-Dimensi Dalam Keunggulan Bersaing/Kompetitif

Sistem Informasi sebagai Keunggulan Kompetitif

Keunggulan perusahaan dibandingkan pesaingnya adalah apabila perusahaan dapat memenuhi semua kebutuhan pelanggannya. Untuk tujuan ini perusahaan mempersiapkan berbagai strategi. Dalam bidang Sistem Informasi, Keunggulan Kompetitif berhubungan dengan penggunaan informasi untuk memperoleh pengaruh di pasar.
 Dimensi-dimensi Keunggulan Bersaing/Kompetitif, Keunggulan dapat direalisasikan dalam hal mendapatkan keunggulan strategis, taktis, maupun operasional. Pada tingkat manajerial yang tertinggi  adalah tingkat perencanaan strategis, sistem informasi dapat digunakan untuk megubah arah sebuah perusahaan dapat mendapatkan keunggulan strategisnya. Pada tingkat kendali manajemen (menengah), manajer dapat memberikan spesifikasi mengenai bagaimana rencana strategis akan diimplementasikan, ehingga menciptakan suatu keunggulan taktis. Pada tingkat kendali operasional (lebih rendah), manajer dapat menggunakan teknologi informasi dalam berbagai pengumpulan data dan penciptaan informasi yang akan memastikan efisiensi operasi, sehingga mencapai keunggulan operasional.
Kesimpulannya, para Manajer perusahaan harus menggunakan sumber daya konseptual (data dan informasi) dan sumber daya fisik dalam mencapai tujuan strategis perusahaan.
•Aliran Sumber Daya Fisik, adalah aliran dalam sistem informasi dalam bentuk fisik, contoh: Karyawan, Bahan Baku, Mesin dan Uang
•Aliran Sumber Daya Konseptual, adalah aliran dasar atau elemen yang mendasari suatu sistem, seperti Data, Informasi dan Keputusan
Sistem informasi dapat mencapai keunggulan kompetitif pada tiga tingkatan yaitu : keunggulan strategis, keunggulan taktis dan keunggulan operasional. Berikut ini adalah penjelasannya ;
 Dimensi Keunggulan Kompetitif Terdapat 3 dimensi Keunggulan Bersaing/ Kompetitif
I.  KEUNGGULAN STRATEGIS
 Keunggulan strategis (strategic advantage) adalah keunggulan yang memiliki dampak fundamental dalam membentuk operasi perusahaan.Sistem informasi dapat digunakaan untuk mencapai keunggulan stratergis. Manajer pada tingkat perencanaan strategis dapat meraih keunggulan strategis dengan mempergunakan sistem informasi untuk membedakan perusahaannya dan para pesaing. Tingkat strategis akan menentukan arah dan tujuan perusahaan, namun tetap masih terdapat kebutuhan akan suatu rencana yang dapat mencapai suatu strategis yang menyadari arti penting dari keamanan. Secara singkat  Keunggulan strategic adalah keunggulan mendasar yang dipilih oleh perusahaan melalui pemilihan bentuk operasonal perusahaan. Fokus pada keamanan (security)Keputusan keunggulan strategis adalah menjadikan sistem informasi perusahaan tersedia bagi para pelanggan untuk meningkatkan layanan pelanggan. 
II.            KEUNGGULAN TAKTIS
 Sebuah perusahaan mendapatkan keunggulan taktis (tactical advantage) ketika perusahaan tersebut mengimplementasikan strategi dengan cara yang lebih baik dari para pesaingnya. Manajer tingkat pengendalian manajemen (tingkat menengah) dapat meraih keunggulan taktis dengan mengarahkan perancangan sistem informasi yang memiliki alat penghubung umum, seperti browser Web untuk mengakses internet, yang memungkinkan pelanggan memiliki akses langsung atas informasi.Perusahaan mengembangkan suatu sistem informasi taktis yang tidak hanya akan meningkatkan kepuasan pelanggan, namun juga akan meingkatkan profitabilitas. Tegasnya, Keunggulan Taktikal atau Keunggulan teknikal adalah metode membuat dan menyempurnakan strategi menggunakan cara yang lebih baik dibandingkan dengan cara yang digunakan oleh pesaing.
 III.            KEUNGGULAN OPERASIONAL

Keunggulan operasional (operational advantage) adalah suatu keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari. Disinilah sistem informasi akan berinteraksi secara langsung dengan proses. Manajer pada tingkat pengendalian operasional (tingkat paling rendah) dapat meraih keunggulan opersional dengan mengembangkan sistem informasi yang menawarkan produk-produk komplementer ketika pelanggan mengakses pesanan mereka sebagai salah satu cara untuk secara bersamaan meningkatkan penjualan dan mendukung kepuasan pelanggan. Singkatnya Kenggulan Operasional adalah keunggulan dalam melakukan pelayanan maksimal. Atau keunggulan operasional adalah keunggulan yang berhubungan dengan transaksi dan proses sehari-hari.

Ketika tiga tingkatan diatas bekerja untuk mencapai tujuan yang sama, maka perusahaan akan dapat meraih potensi keuntungan yang paling besar. Sistem informasi yang terpegaruh oleh ketiga tingkat ini akan memiliki kemungkinan terbaik untuk meningkatkan kinerja sebuah perusahaan secara substansial.

Tantangan dari Pesaing Global
Perusahaan Multinasional Corporation (Multinational Corporation) atau MNC adalah perusahaan yang beroperasi lintas produk, pasar, bangsa, dan budaya. Kebutuhan khusus untuk pemrosesan informasi dalam MNC.
Untuk meminimalkan ketidakpastian melibatkan informasi (perbedaan jumlah informasi yang dibutuhkan untuk melakukan tugas dibanding dengan informasi yang telah dimiliki), para manajer MNC dengan mudah dapat mengatasinya dengan menggunakan teknologi informasi. Kebutuhan khusus untuk koordinasi dalam MNC.
Munculnya kesulitan dari kenyataan bahwa sumber daya –sumber daya yang digunakan MNC tersebar luas, yang berakibat sulit melakukan pengawasan strategis atas operasi globalnya.
a.Keuntungan Koordinasi
b.Fleksibilitas dalam memberi respon terhadap pesaing di berbagai negara dan pasar
c.Kemampuan memberikan respon di suatu negara atau wilayah suatu negara terhadap perubahan         di negara lain atau wilayah lain
d.Kebutuhan mengikuti kebutuhan pasar di seluruh dunia
e.Kemampuan mentransfer pengetahuan antar unit-unit di berbagai negara
f.Pengurangan keseluruhan biaya operasi
g.Peningkatan efisiensi dan efektifitas dalam memenuhi kebutuhan pelanggan
h.Kemampuan mencapai dan mempertahankan keragaman produk perusahaan serta cara produksi dan distribusinya



   PERENCANAAN STRATEGIS UNTUK SUMBER DAYA MANUSIA

Perusahaan-perusahaan pertama yang menggunakan komputer menempatkan tanggung jawab pengelolaan sumber daya informasi di tangan sebuah unit khusus yang terdiri atas para profesional informasi. Unit ini, yang disebut sebagai layanan informasi (infomation service-IS), dikelola oleh seorang manajer yang mungkin memiliki status wakil presiden. Praktik yang diterima dewasa ini adalah membuat layanan informasi sebagai suatu area bisnis utama dan memuaskan manajer puncaknya di dalam kelompok eksekutif senior, seperti komite eksekutif, yang melakukan pengambilan-pengambilan keputusan penting bagi perusahaan.

  CHIEF INFORMATION OFFICER DAN CHIEF TECHNOLOGY OFFICIER

Istilah CEO, untuk “chief executive officer”, pertama kali dicantumkan dalam kosakata bisnis untuk menunjukkan seseorang (presiden atau ketua dewan direksi) yang memiliki pengaruh terbesar dalam mengarahkan perusahaan. Istilah-istilah seperti CFO, untuk “chief financial officer”, dan CCO, untuk “chief operating officer”, kemudian juga ikut dibuat. Terminologi yang serupa juga diciptakan untuk manajer layanan informasi. Pertama, istilah CIO, untuk “cheif information officer”, digunakan lalu belakangan ini, istilah CTO, untuk “chief technology officer”, mulai muncul. Istrilah-istilah ini menggambarkan peranan penting yang seharusnya dimainkan oleh manajer puncak layanan informasi. Chief information officer (CIO) atau chief technology officer (CTO) adalah manajer dengan tingkat tertinggi dilayanan informasi. Orang ini akan menyumbangkan keahlian manajerial dalam memecahkan masalah-masalah yang tidak hanya berhubungan dengan layanan informasi saja, melainkan juga area-area operasi perusahaan lain. Chief information officer (atau chief  technology officer) memaikan peran penting dalam perencanaan strategis suatu usaha, area bisnis, dan sumber daya informasi. Sebuah rencana strategis untuk sumber daya informasi akan mengindetifikasikan tujuan-tujuan yang harus dipenuhi oleh sistem informasi perusahaan di tahun-tahun mendatang dan sumber daya informasi yang akan diperlukan untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
CIO dan CTO dapat memosiasikan layanan informasi sebagai salah satu unsur vital dalam struktur organisasi perusahaan dengan melaksanakan saran-saran berikut ini :
  • Meluangkan waktu dalam bisnis dan pelatihan bisnis.
  • Secara aktif mencari kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen ini jangan menunggu untuk diundang.
  • Fokus pada perbaikan proses bisnis.
  • Menjelaskan biaya-biaya IS dalam istilah bisnis
  • Membangun krebilitas dengan memberikan jasa IS yanng dapat diandalkan.
  • Terbuka untuk ide-ide yang berasal dari luar bidang IS.

  PERENCAAN STRATEGIS BAGI PERUSAHAAN

Ketika sebuah perusahaan mengorganisasikan para eksekutifnya ke dalam suatu komite eksekutif, kelompok ini biasanya akan bertanggung jawab atas perencanaan strategis bagi keseluruhan perusahaan. Pada tingkat paling minimum, komite eksekutif terdiri atas presiden atau wakil presiden bidang-bidang bisnis perusahaan. Komite ini akan menentukan rencana bisnis strategis organisasi.
Setelah rencana dibuat, komite eksekutif akan memonitor pelaksanaan sepanjang tahun dan jika dibutuhkan mengambil tindakan yang sesuai. Dalam beberapa kasus, rencana dapat berupa dimodifikasi untuk mencerminkan perubahan situasi. Komite juga dapat mengambil inisiatif pengambilan keputusan yang ditujukan untuk memastikan bahwa seluruh sasaran perusahaan akan tercapai.

  RENCANA STRATEGIS UNTUK AREA-AREA BISNIS

Ketika para eksekutif sebuah perusahaan sepenuhnya memiliki komitmen pada perencanaan strategis, mereka melihat adanya kebutuhan bagi masing-masing area bisnis untuk mengembangkan rencana strategisnya sendiri. Rencana area bisnis akan merinci bagaimana area-area tersebut akan mendukung usaha ketika berusaha mencapai sasaran strategisnya.
Salah satu pendekatan pada perencanaan strategis area bisnis adalah untuk setiap area membuat rencananya sendiri secara terpisah dari area-area yang lain. Akan tetapi, pendekatan seperti ini tidak dapat memastikan bahwa area-area akan dapat bekerja sama dengan baik.
Selama beberapa tahun terakhir, unit IS mungkin telah mendedikasikan sebagai besar perhatian mereka pada perencanaan strategi daripada kebanyakan area bisnis yang lain. Istilah yang digunakan untuk menggambarkan aktivitas ini adalah perencanaan strategis untuk sumber daya informasi (strategic planning for information resource-SPIR)
Pendekatan perencanaan strategi untuk sumber daya informasi (strategic planning for information resource-SPIR) adalah pengembangan rencana strategis secara paralel bagi layanan informasi dan perusahaan bagi layanan informasi dan perusahaan sehingga rencana perusahaan akan mencerminkan dukungan yang akan diberikan oleh layanan informasi. Rencana IS akan mencerminkan permintaan dukungan sistem di masa mendatang dan sumber daya informasi yang akan dibutuhkan. Kunci SPIR adalah mengembangkan rencana strategis bagi perusahaan dan bagi sumber daya informasi pada waktu yang bersamaan

Daftar Pustaka :
             Raymond McLeod,Jr.2009.Sistem Informasi Manajemen edisi 10.Jakarta: Salemba Empa
Triono Saputro.Direktur PPM Consulting. PPM Manajemen
, 2011

0 Response to "Pengertian Keunggulan Bersaing , Sumber-Sumber Keunggulan Bersaing| ekonomiakuntansiid"

Post a Comment

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel