SEJARAH PEMIKIRAN TEORI EKONOMI | ekonomiakuntansiid




Sejarah pemikiran Ekonomi

Pemikiran Teori Ekonomi, Tokoh-Tokoh Ekonomi Indonesia

Pemikiran Teori Ekonomi

1. Pemikiran Ekonomi Zaman Yunani Kuno
Sesungguhnya persoalan ekonomi sama tuanya dengan keberadaan manusia itu sendiri. Tetapi bukti-bukti konkrit paling awal yang bisa ditelusuri ke belakang hanya hingga masa Yunani Kuno (Deliarnov, 2003: 11). Seperti yang sudah diketahui, kata “ekonomi” sendiri berasal dari penggabungan dua suku kata Yunani: oikos dan nomos, yang berarti pengaturan atau pengelolaan rumah tangga. Istilah tersebut pertama kali digunakan oleh Xenophone, seorang filsuf Yunani.

Pada masa Yunani Kuno sudah ada teori dan pemikiran tentang uang, bunga, jasa tenaga kerja manusia dari perbudakan dan perdagangan. Bukti tentang itu dapat dilihat dari buku Respublika yang ditulis Plato (427-347 SM) sekitar 400 tahun sebelum Masehi. (Deliarnov, 2003: 12). Karena dia yang melahirkan pemikiran paling awal tentang perekonomian, maka pemikirannya tentang praktek ekonomi banyak dipelajarai orang. Hanya sayang, walau Plato ada membahas masalah-masalah ekonomi, tetapi pembahasan itu tidak dilakukan secara khusus, melainkan sejalan dengan pemikiran tentang bentuk suatu masyarakat sempurna, atau sebuah utopia.

Pada masa Yunani Kuno memang pembahasan tentang ekonomi masih merupakan bagian Filsafat, khususnya filsafat moral. Gagasan Plato tentang ekonomi timbul secara tidak sengaja dari pemikirannya tentang keadilan (justice) dalam sebuah negara ideal (ideal state). Dalam sebuah negara ideal, demikian Plato, kemajuan tergantung pada pembagian kerja (division of labor) yang timbul secara alamiah dalam masyarakat.

Suatu hal yang patut dicatat dari masa Yunani Kuno ini adalah bahwa orang sudah mengenal hedonisme, yang dapat dikatakan sebagai cikal bakal paham materialistik yang dikembangkan di Eropa pada abad ke-17 dan ke-18 kemudian. Hedonisme merupakan paham materialisme mekanistik, yang menganggap kenikmatan egoistis sebagai tujuan akhir dari kehidupan manusia. Paham yang pertama kali digagas oleh Aristippus ini menganggap bahwa kenikmatan adalah tujuan akhir dari kehidupan manusia.

Paltolah orang pertama yang mengecam konsep itu. Palto sudah melihat bahwa konsep itu akan mendatangkan gap dalam masyarakat. Ada yang akan hidup berkemewahan, sementara yang lainnya akan sengsara setengah mati.

Teori Plato yang masih relevan dengan keadaan sekarang adalah pendapatnya tentang fungsi uang. Dalam bukunya Politika, Plato menjelaskan bahwa selain sebagai alat tukar, uang juga berfungsi sebagai alat pengukur nilai dan alat untuk menimbun kekayaan.

Selain Plato pada zaman ini ada juga Aristoteles yang masih merupakan murid Plato. Kontribusi Aristoteles yang paling besar terhadap ilmu ekonomi ialah pemikirannya tentang pertukaran barang (exchange of commodities) dan kegunaan uang dalam pertukaran barang tersebut. Menurut pandangan Aristoteles, kebutuhan manusia (man’s need) tidak terlalu banyak, tetapi keinginannya (man’s desire) relatif tanpa batas.

Dalam mengamati proses ekonomi, Aristoteles membedakannya atas dua cabang, yaitu kegunaan (use) dan keuntungan (gain). Lebih spesifik, ia membedakan oeconomia dan chrematistike. Oeconomia didefinisikannya sebagai “the art of household management, the administrations of one’s patrimony, the careful husbanding of resources“. Sedangkan chrematistike, yang tak ada padanan katanya dalam bahasa Inggris, juga Indonesia, mengimplikasikan penggunaan sumberdaya alam atau ketrampilan manusia untuk tujuan-tujuan yang acquisitive sifatnya. Dalam chrematistike berdagang adalah aktivitas ekonomi yang tidak didorong oleh motif faedah (use), melainkan lab (gain). (Deliarnov, 2003 : 15)

Selain Plato dan Aristoteles, pemikir masa Yunani Kuno yang harus disimak pendapatnya adalah Xenophon (440 – 355 SM). Sebagai mana sudah disinggung sebelumnya, kata-kata ekonomi (dari oikos dan nomos) adalah “ciptaan” Xenophon. Karya utamanya adalah “On the Means of Improving the Revenue of the State of Athens“. Menurutnya negara Athena yang punya beberapa kelebihan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan negara. Athena potensial untuk menarik pedagang dan pengunjung dari daerah-daerah lain. Hal ini menunjukkan bahwa spirit merkantilisme sudah ada pada masa Yunani Kuno, yang menganjurkan orang melakukan perdagangan dengan negara-negara lain. Juga spirit kepariwisataan, yang menganjurkan masyarakat melayani para pengunjung yang datang berdamawisata dilayani sebaik-baiknya., sebab yang datang akan membawa kemakmuran bagi masyarakat daerah yang dikunjungi.

2.     Pemikiran Kaum Skolastik
Ciri utama dari aliran pemikiran ekonomi Scholastik (scholasticism) adalah kuatnya hubungan antara ekonomi dengan masalah etis serta besarnya perhatian pada masalah keadilan. Hal ini karena ajaran-ajaran Scholastik mendapat pengaruh yang sangat kuat dari ajaran gereja. Ada dua orang tokoh utama aliran in yaitu Albertus Magnus (1206-1280) dan St. Thomas Aquinas (1225-1274). Albertus Magnus adalah seorang filsuf-religius dari Jerman. Salah satu pandangannya yang terkenal adalah pemikirannya tentang harga yang adil dan pantas. (just price),yaitu harga yang sama besarnya dengan biaya-biaya dan tenaga yang dikorbankan untuk menciptakan barang tersebut.

Tokoh kedua, yang dikenal lebih luas, Thomas Aquinas, adalah seorang teolog dan filsuf Italia. Selain pengikut Albertus Magnus, ajaran-ajaran Thomas Aquinas dipengaruhi oleh Aristoteles serta ajaran Injil. Dalam bukunya “Summa Theologica“, Aquinas menjelaskan bahwa memungut bunga dari uang yang dipinjamkan adalah tidak adil, sebab ini sama artinya menjual sesuatu yang tidak ada.

Jean Bodin (1530-1596), Merkantilisme (abad XVII) dan Physiokrasi (Abad XVIII)
Karya pemikiran yang ditujukan khusus pada masalah-masalah ekonomi mulai muncul dalam abad XVII, yaitu dari zaman Merkantilis, dan dalam abad XVIII dengan pemikir-pemikir ekonomi mashab Physiokrasi. Pemikiran-pemikiran ekonomi dari zaman Merkantilisme dan mazhab Physiokrasi merupakan tahap-tahap pendahulu bagi mashab Klasik. Mazhab Klasik lazim dianggap bertitik awal dengan karya besar Adam Smith pada akhir abad XVIII yang berjudul “An Inquiry into the Nature and the Causes of the Wealth of Nations (1776)”. (Djojohadikusumo, 1991: 3).
Semuanya itu tidak berarti bahwa sebelum abad XVII tidak ada gagasan sama sekali mengenai hal-ihwal ekonomi. Namun, permasalahan ekonomi dalam kehidupan masyarakat dalam abad-abad sebelumnya itu, kebanyakan terungkap dalam karangan-karangan para pemikir di bidang falsafah dan di bidang hukum, yang biasanya menyangkut segi etika; misalnya berkisar pada masalah bunga dan riba.

Sementara serangkaian ulasan dan pemikiran mazhab Merkantilisme yang diwakili Thomas Mun (1571-1641) dan Jean Baptist Colbert (1619-1683) lebih mengutamakan masalah-masalah kebijaksanaan ekonomi ketimbang usaha sistemastis untuk menyusun suatu kerangka analisa. Inti pokok dalam pandangan mereka adalah bahwa kemajuan dan kemakmuran suatu negara kebangsaan bersangkut-pau dengan adanya surplus ekspor barang d atas impor dalam perdagangan luar negeri. Surplus yang dimaksud itu bisa menambah cadangan logam mulia berupa emas dan perak.

Bertentangan dengan pandangan Merkantilisme, para Physiokrasi yang diwakili Francois Quesney (1694-1774) dan A.R.J. Turgot (1727-1781), mengutamakan arti dan pentingnya sector pertanian. Kegiatan pertanian bahkan dianggap sebagai satu-satunya sector produktif yang menghasilkan suatu surplus produksi secara netto untuk masyarakat.

Istilah physiokrasi berasal dari bahasa Yunani Kuno yang merupakan gabungan dari istilah physis (fisika, ilmu alam) dan cratos (kekuatan, kekuasaan). Pemikiran para Physiokrat mengenai tata susunan masyarakat pada umumnya dan susunan ekonomi khususnya, berakar pada falsafah dasar dan haluan pandangan bahwa penataannya diatur menurut kekuatan hukum alam.

Dari sinilah selanjutnya berkembang beragam pemikiran dan falsafah tentang kegiatan ekonomi, yang masing-masingnya telah memberi kontribusi yang cukup besar dalam sejarah perkembangan perekonomian dunia hingga saat ini.

3.     Mazhab Klasik
Pangkal tolak dalam teori mazhab Klasik ialah bahwa kebutuhan manusia akan terpenuhi dengan cara yang paling baik bilamana sumber-sumber daya produksi digunakan secara efisien. Selain itu bila hasil produksi berupa barang dan jasa dijual di pasaran melalui persaingan yang bebas.

Salah satu ciri pokok dalam pemikiran ekonomi mazhab Klasik ialah persepsi dan konsep pengertian tentang mekanisme ekonomi dlaam suatu masyarakat yang sudah modern. Dalam kerangka pemikirannya, terungkapkan asas-asas dan kekuatan-kekuatan yang mendasari tata susunan ekonomi kapitalis.

Ada beberapa tokoh pemikir dalam mazhab ini yang perlu kita ketahui pandangannya tentang kegiatan ekonomi. Masing-masing dari mereka diuraikan sebagai berikut.
a)    Adam Smith
Adam Smith-lah tokoh sentral dalam mazhab ini. Pemikiran-pemikiran tentang masalah-masalah ekonomi dituangkannya dalam karyanya yang berjudul “An Inquiry into the Nautre and Causes of the Wealth of Nations”. Dasar falsafah adalah bahwa tata susunan masyarakat agar didasarkan atas hokum alam yang secara wajar berlaku dalam dunia nyata. Perlu pembagian bidang kegiatan dan spesialisasi. Kebebasan individu dan kemandiriannya akan membawa keserasian ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Laissezfair, laissez passer..

b)    Jean Baptist Say (1767-1832)
Penyusun sistematik dan kodifikasi pemikiran Adam Smith. Hukum Say : “theories des debouchees”, dalam keadaan ekuilibrium produksi cenderung menciptakan permintaannya akan hasiul produksi yang bersangkutan.

c)    David Ricardo (1772-1832)
Teori nilai bersumber pada biaya tenaga kerja. Hukum besi tentang tingkat upah. Sewa tanah dikaitkan dengan hokum imbalan jasa yang semakin menurun. Teori perdagangan internasional berdasarkan keunggulan komparatif dan biaya komparatif.

d)    Thomas Robert Malthus (1766-1834)
Terkenal dengan teori penduduknya yang berbunyi: penduduk dunia bertambah dengan lebih cepat disbanding dengan kemampuannya untuk mempertahankan tingkat hidupnya. Teori lainnya tentang ketidakmampuan berkonsumsi secara wajar (theory of underconsumption).

4.     Mazhab Neo-Klasik (I)
Mazhab ini memfokuskan diri pada konsep Marginalisme dan Perilaku Konsumen. Ada beberapa tokoh yang berperan dalam mazhab ini seperti :

  • Herman Heinrich Gossen (1810-1858 yang memiliki hukum Gossen I yaitu faedah marginal suatu barang akan semakin menurun dengan semakin banyak terpenuhinya kebutuhan akan barang itu. Hukum Gossen II adalah sumber daya dan dana yang tersedia selalu terbatas secara nsibi terhadap kebutuhan-kebutuhan manusia yang beraneka ragam dan hampir tiada batasnya.

  • Eugen von Bohm-Bawerk (1851-1914) yaitu pakar ekonomi aliran Austria. Mengemukakan teori komprehensif yang berpangkal pada konsep faedah marginal. Dia juga memperhatikan peranan modal dan bunga, nilai guna dan nilai tukar, teori agio tentang bunga, nilai dan harga dan teori distribusi pendapatan.

  • Alfred Marshall (1842-1924) yaitu pakar ekonomi aliran Cambridge University, Inggris. Mengemukan teori natura non facit saltum, consumers’ behaviour, teori disutility tentang upah, teori waiting tentang bunga, nilai subyektif dan obyektif, general relations of supply and demand, konsep elastisitas dan konsep ekuilibrium parsial.
  • J.R Hicks (1904-…) merupakan pakar ekonomi dari Oxford University, Inggris yang mengkaji ulang teori Marshall tentang perilaku konsumen menjadi teori ekuilibrium umum. Menjelaskan dampak substitusi dan elastisitas pada ekspektasi.
  • Irving Fisher (1867-1947) merupakan pakar ekonomi dari Yale University, Amerika Serikat. Dialah yang menciptakan konsep angka indeks sebagai alat analisis, teori kuantitas uang dan harga dan teori bunga. Dia juga mengembangkan ekonometrika.
  • Leon Walras (1834-1910) adalah pendiri Sekolah Lausanne Swiss. Terkenal sebagai pelopor pengembangan ekonomi matematika dan pencipta analisis komprehensif mengenai sistem ekuilibrium umum.
  • Vilfredo Pareto (1848 – 1923) adalah pakar ekonomi di Sekolah Lausanne dan penerus aliran matematika Walras. Terkenal dengan konsep Pareto’s Law
dalam distribusi pendapatan.
5.    Mazhab Neo-Klasik (II)
Yang menekankan pada persoalan persaingan monopolistik dan pasar persaingan tidak sempurna. Tokoh-tokoh di balik mazhab ini adalah Piero Sraffa (1898-1983), Joan V. Robinson (1903 –1983), Edward H. Chamberlin (1899-1967). Mereka melakukan pemeriksaan ulang tentang ekilibrium pasar. Struktur pasar menurut mereka adalah persaingan, monopoli atau monopsoni dan oligopoli atau oligopsoni. Mereka juga lebih banyak berbicara “welfare economics“.

6.     Mazhab Keynes dan Neo Keynes
  • John Maynard Keynes (1883-1946) merupakan pakar yang paling menonjol di abad XX. Dia melakukan pembaharuan dan perumusan ulang terhadap doktrin pelajaran mazhab Klasik dan Neo-Klasik Dia menolak hukum Say dan menawarkan pendekatan makroagregatif. Perekonomian perlu ada campur tangan pemerintah. Pemerintah mengendalikan ekonomi dengan kebijakan budgeter (Fiskal). Ada tiga faktor pokok dalam pemikiran Keynes yaitu:1) hasrat konsumsi, 2) tingkat bunga dan 3) efisiensi marginal dari investasi. Pemikiran-pemikiran tersebut dituangkan dalam karyanya yang berjudul “The General Theory of Employment, Interest and Money” (1936).

  • Alvin H. Hansen (1877-1975) adalah seorang pakar ekonomi di Harvard University. Dia yang melakukan penyusunan sistematika kerangka analisis bagi pikiran-pikiran dasar Keynes.
  • Paul Samuelson (1915-…) adalah pakar ekonomi dari MIT dan pemenang hadiah nobel. Dia melakukan kodifikasi sistem pemikiran Keynes. Dia juga yang mengemukakan pengaruh timbal balik antara multiplier dan accelerator.
  • Simon Kuznets (1901-1985) adalah pakar ekonomi dari Columbia University, Amerika Serikat dan alumni National Bureau of Economic Research. Dia yang melakukan penyusunan sistem perhitungan pendapatan nasional, memperkenalkan time series analysis dan yang mengemukakan teori pertumbuhan struktural.
  • Wassily Leontief (1906) adalah pakar ekonomi dari Harvard University yang memperkenalkan model Input-Output yaitu suatu analisis tentang kegiatan antarsektoral dalam tata susunan ekonomi.
7.     Aliran Monetaris dan Ekspektasi Rasional
Tokoh yang terkenal dalam mazhab ini adalah Milton Friedman (1912-..). yang merupakan pakar ekonomi dari Chicago University dan Hoover Institute, Robert Lucas juga dari Chicago University dan Thomas Sargent dari Hoover Institute. Pemikiran mereka kontra-revolusi terhadap mazhab Keynes. Moneterisme Friedman bersumber pada pemikiran dasar Irving Fisher perihal teori kuantitas uang dan harga. Perekonomian harus dikendalikan dengan kebijakan moneter.

Sementara aliran ekspektasi rasional merupakan aliran moneteris generasi baru. Menurut mereka pelaku-pelaku ekonomi dianggap bersifat rasional dalam pilihan keputusan ekonomi. Keputusan itu dipengaruhi oleh persepsi pelaku ekonomi tentang apa yang akan terjadi di masa yang akan datang.

8.     Historismus dan Institusionalisme
Mazhab Historismus didukung oleh pemikiran Friedrich List (1789-1846), Bruno Hidebrand (1813-1878), Gustav von Schmoller (1839-1917), Werner Sombart (1863-1941). Pemikiran mereka dominan di Jerman selama abad XIX dan XX. Hal ini mencerminkan rasa nasionalisme ekonomi bangsa Jerman. Menurut mereka fenomena ekonomi adalah produk perkembangan menyeluruh dan dalam tahap tertentu dalam perjalanan sejarah. Mereka menolak perdagangan bebas.

Sementara mazhab Institusionalisme dipengaruhi pemikiran Thorstein Veblen (1857-1929). Dia merupakan ilmuwan besar dari Amerika Serikat yang berpijak pada jalur pemikiran establishment yang konvensional. Pemikirannya mengandung sifat kritik sosial pada zamannya, tetapi tidak membawa hal-hal baru dalam peralatan analisis teoritis.

9.     Marxisme
Ada dua tokoh utama yaitu Karl Marx (1818-1883) dan Friedrich Engels (1820-1895). Dengan gagasan –gagasan yang dipancarkan oleh Marx-Engels, pemikiran tentang sosialisme dan gerakan sosialis lazim dianggap masuk dalam tahap Sosialisme ilmiah (der wissenschaftfliche Sozialiasmus). Gagasan-gagasan yang dimaksud bersumber pada dasar ilmu pengetahuan dan penelitian secara ilmiah. Dasar falsafah dalam ajaran Marx-Engels adalah materialistik dialektik. Alur pemikiran tentang materialisme berawal dari kalangan pemikir falsafah Perancis dalam abad XVIII (Ludwig Feuerbach). Dalam tafsiran Marx-Engels keberadaan dunia nyata dan kelangsungannya adalah terlepas sama sekali dari perasaan dan pikiran manusia di bidang intelektual, spiritual dan agama. Kehidupan manusia adalah produk suatu evolusi alamiah. Dialektika berpangkal pada doktrin bahwa dalam realitas keadaan selalu terkandung kontradiksi. Kontradiksi sebagai kata kunci gerak perubahan dalam perkembangan keadaan. Konsep dialektika berawal dari pemikiran Hegel, filsuf berbangsa Jerman. Metodelogi Hegel mengenai konflik dalam dunia pemikiran berkisar pada tesis-antitesis-tesis.

 Tokoh-Tokoh Ekonomi Indonesia

Abdul halim, boediono, mohammad hatta, emil salim, rizal ramli, anwar nasution, achyar ilyas, nurhaida, syahrir, ali wardhana.

1. Muhammad Hatta (Bung Hatta) Tokoh ekonomi ini sepertinya merupakan tokoh ekonomi yang paling berpengaruh terhadap perkembangan ekonomi negara Indonesia. Beliau mendirikan satu badan usaha yang berlandaskan azas kekeluargaan dalam sistem pengelolaannya, atau yang sekarang ini sering kita sebut dengan Koperasi. Oleh karenanya, sebagai simbol penghormatan, Bung Hatta mendapatjulukan sebagai Bapak Koperasi Indonesia. Sebagai seorang ekonom, Bung Hatta memulai kiprahnya pada usia yang sangat muda, 15 tahun. Ia tergabung dalam satu organisasi bernama Jong Sumatranen Bond sebagai seorang bendahara. Kemudian pada 1922, Bung Hatta kembali ‘mengibarkan sayapnya’ didunia perekonomian Indonesia. Pada saat itu, ia kembali tergabung dalam satu organisasi bernama Indische Vereeniging, dan juga menjabatsebagai bendahara. 2. Prof. Dr. Soemitro Djojohadikoesoemo Beliau adalah seorang pendidikdi bidang ekonomi. Padamasa pemerintahan presiden Soeharto, ada beberapa murid beliau yang menjabat sebagai menteri. Seperti, Ali Wardhana, Widjojo Nitisastro, dan JB Sumarlin. Pada pemerintahan Indonesia, beliau pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan, Menteri Perindustrian, dan Menteri Riset dan Teknologi. 3. Syahril Sabirin Beliau pernah menjabat sebagai Gubernur BankIndonesia. pada masa jabatannya, Syahril mengalami banyaksekali permasalahan, salah satunya yang terberat adalah ketika ia dipaksa mundur dari kursikepemimpinan BI. Syahril juga sangatmenentang tindak korupsi, sama halnya dengan tokoh-tokoh ekonomi Indonesia yang lain. Kiprahnya di dunia internasional juga tidak perlu diragukan. Beliau pernah menjabat di Bank Dunia selama tiga tahun sebagai Senior Financial Economist untukwilayah negara Timur Tengah dan Afrika. 4. Boediono Boediono menjabat sebagai Wakil Presiden Periode2009-2014, mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelum menjabat sebagai Wakil Presiden, Boediono pernah menjabatsebagai Gubernur Bank Indonesia, dan berbagai jabatan menteri yang tentu saja masih berhubungan dengan dunia perekonomian Indonesia. Pada saat menjabatsebagai Menteri Keuangan pada 2001, Boediono bisa membawa Indonesia bisa bebas dari bantuan Dana Moneter Internasional. Bersama dengan Menteri Koordinator Perekonomian, Dorodjaton Kuntjoro Jakti. Boediono merupakan tokoh ekonomi yang dinilai pintar dalam mengelola ekonomi makro. 5. Sri Mulyani Indrawati Beliau sepertinya merupakan tokoh ekonomi wanita satu-satunya yang dimiliki Indonesia. Meskipun demikian, pemikirannya mengenai ekonomi tidak bisa diremehkan. Beliau juga terpilih sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia sejak2010. Menurut sebuah majalah bertarafInternasional, Sri Mulyani menjadi tokoh wanita urutan ke-23 yang paling berpengaruh di dunia. Pemikiran para tokoh ekonomi Indonesia, rupanya juga membawa pengaruh bagi dunia internasional, seperti yang terjadi pada Syahril Sabirin dan Sri Mulyani Indrawati. Sumbangan mereka terhadap negara Indonesia juga tidakbisa dikatakan sedikit. Semoga saja perekonomian di Indonesia akan ikutmerasakan dampakpositif yang dibawa oleh para tokoh-tokoh ekonominya.6.faisal basri.ga'tau feh pokoknya sampai situ sja capek makasih

Berikut adalah kisah menghilanynya tokoh-tokoh indonesia yang menghilang, entah karena sebab apa, namun dugaan kuat bahwa mereka hilang karena sebab politik yaitu karena pergolakan PKI pada masa kemerdekaan Indonesia.

1. Sjam Kamaruzaman

http://www.erepublik.com
     Syam Kamaruzzaman merupakan tokoh kunci G30S dan orang nomor satu di Biro Khusus PKI yang bertugas membina simpatisan PKI dari kalangan TNI dan PNS. 

Menghilangnya Sjam
     Syam Kamaruzzaman dianggap sebagai tokoh terpenting dalam peristiwa G30S ini yang membuat tidak hanya PKI, tetapi juga kekuatan-kekuatan politik nasionalis runtuh dalam beberapa hari. Dan setelah G30S meletus dan kemudian gagal (atau didesain untuk gagal), Syam pun menghilang. Menurut Mayjen Tahir, perwira pelaksana Team Pemeriksa Pusat, Syam ditangkap di daerah Jawa Barat sekitar akhir tahun 1965 atau awal 1966. Di pengadilan Syam memang divonis mati. Tetapi banyak mantan tahanan politik di Rumah Tahanan Militer (RTM) Budi Mulia meragukan apakah Syam betul-betul dieksekusi. Bahkan lebih banyak yang menganggap bahwa Syam dilepas, berganti identitas dan hidup sebagaimana orang biasa atau bahkan sudah kabur ke luar negeri. Semua itu tidak lepas dari jasanya terhadap berdirinya Orde Baru di bawah Soeharto.

2. Tan Malaka


     Beliau adalah seorang aktivis kemerdekaan Indonesia, filsuf kiri, pemimpin Partai Komunis Indonesia, pendiri Partai Murba, dan Pahlawan Nasional Indonesia. 

Menghilangnya Tan Malaka
     Pada tahun 1949 tepatnya bulan Februari Tan Malaka hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya di tengah-tengah perjuangan bersama Gerilya Pembela Proklamasi di Pethok, Kediri,Jawa Timur. Tapi akhirnya misteri tersebut terungkap juga dari penuturan Harry A. Poeze, seorang Sejarawan Belanda yang menyebutkan bahwa Tan Malaka ditembak mati pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya.

     Direktur Penerbitan Institut Kerajaan Belanda untuk Studi Karibia dan Asia Tenggara atau KITLV, Harry A Poeze kembali merilis hasil penelitiannya, bahwa Tan Malaka ditembak pasukan TNI di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri pada 21 Februari 1949.

3. Supriyadi

news.detik.com
     Supriyadi merupakan pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air (PETA) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari1945. Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, Kabinet Presidensial, tapi digantikan oleh Jendral Sudirmanpada 20 Oktober 1945 karena Suprijadi tidak pernah muncul. 

Menghilangnya Supriyadi
     Pemberontakan dilancarkan dini hari tanggal 14 Februari 1945,di Daidan, Blitar.Jepang sangat terkejut mendengar perlawanan tersebut. Mereka mengerahkan kekuatan yang besar untuk menangkap anggota-anggota pasukan Peta Blitar. Selain itu,dilakukan pula siasat membujuk beberapa tokoh pemberontak.karena kurang pengalaman dan kekuatan tidak seimbang pemberontakan itu ditindas Jepang. Tokoh-tokoh pemberontak yang tertangkap, diadili dalam mahkamah militer Jepang. Ada yang dihukum mati dan ada pula yang dipenjara. Suprijadi tidak ikut diadili, bahkan namanya tidak disebutkan dalam sidang pengadilan. Supriyadi dinyatakan hilang dan tidak pernah hadir dlam sidang pengadilan. Dikarenakan Supriyadi masih menjadi target teror agen-agen tentara sekutu (NICA) sehingga sering bersembunyi dikaki bukit di kota kelahirannya, Trenggalek,Jawa Timur. Ia dilantik sebagai Menteri Pertahanan Indonesia Pertama tanggal 2 September 1945, namun karena Supriyadi tidak pernah muncul, beberapa hari kemudian ia digantikan oleh Jendral Sudirman. 

4. Wikana


     Wikana adalah seorang pejuang kemerdekaan Indonesia. Bersama Chaerul Saleh, Sukarni dan pemuda-pemuda lainnya dari Menteng 31, mereka menculik Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok dengan tujuan agar kedua tokoh ini segera membacakan Proklamasi Kemerdekaan setelah kekalahan Jepang dari Sekutu pada tahun 1945.

Menghilangnya Wikana
     Kurang dari setahun setelah peristiwa G30S, dia ditangkap. Sempat bermalam di Kodam Jaya namun dipulangkan kembali. Tak berapa lama kemudian segerombolan tentara tak dikenal datang ke rumahnya di Jalan Dempo No. 7 A, Matraman, Jakarta Pusat. Mereka membawa Wikana dan sampai hari ini, pemuda garang yang sempat membuat Bung Karno naik pitam itu, tak pernah kembali pulang. Dia hilang tak tentu rimbanya.

1. Prof. Dr. Saleh Afiff

     Beliau merupakan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi dan Keuangan Indonesia pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).
     Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1959. Dia juga pernah menjadi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara merangkap wakil ketua Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional pada Kabinet Pembangunan V. Lulusan Universitas California di Berkeley,Amerika Serikat pada tahun 1967 ini terakhir menjadi pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
2. Dr. Rizal Ramli 

     Adalah seorang ahli ekonomi dan politisi Indonesia. Ia pernah menjabat Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan pada Kabinet Persatuan Nasional dimasa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Pengagum Einstein ini sempat menikmati bangku kuliah di jurusan Teknik Fisika - Institut Teknologi Bandung, tetapi akhirnya mendapatkan gelar doktor ekonomi dari Boston University pada tahun 1990. Ia adalah salah satu ahli ekonomi Indonesia yang dipercaya menjadi penasehat ekonomiPBB bersama ekonom Internasional lainnya seperti peraih Nobel Ekonomi, Prof. Amartya Sen dari Harvard University.
3. J.B Sumarlin

metrotvnews.com
     Sumarlin ini ialah salah seorang ekonom Indonesia yang pernah memegang berbagai jabatan pemerintahan penting di bidang ekonomi. Ia adalah lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1958. Jabatan yang pernah dipegangnya antara lain Ketua BPK, Menteri Keuangan, Ketua Bappenas dan Menag PAN.
4.Prof. Dr. Emil Salim

     Ahli ekonomi, cendekiawan, pengajar, dan politisi Indonesia ini juga merupakan salah seorang di antara sedikit tokoh Indonesia yang berperan internasional. Ia adalah tokoh lingkungan hidupinternasional yang pernah menerima The Leader for the Living Planet Award dari World Wide Fund (WWF), suatu lembaga konservasi mandiri terbesar dan sangat berpengalaman di dunia. Ia menjabat sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden sejak 10 April 2007 dan pada 25 Januari 2010 dilantik kembali untuk periode kedua sekaligus menjadi ketuanya. Emil Salim adalah tokoh paling senior yang menjabat di pemerintahan dan merupakan sedikit di antara tokoh tiga zaman yang masih aktif berkarier hingga saat ini.
5. Prof. Dr. Jusuf Pang Lay Kim

blog.budaya-tionghoa.net
     Ia merupakan seorang pakar ekonomi, dosen, penulis, pengusaha, dan peneliti senior Indonesia. Ia dikenal luas sebagai ahli marketing, moneter, dan manajemen. Sepanjang hidupnya, Panglaykim banyak berkecimpung di dunia pendidikan. Ia juga aktif di Center for Strategic and International Studies (CSIS) sebagai anggota Dewan Direktur.Ia juga merupakan ayah kandung dari Mari Elka Pangestu. Pang Lay Kim wafat pada tahun 1986 di Jakarta.
6. Sri Mulyani Indrawati

     Siapa sih yang gak kenal ibu sri? ia adalah wanita sekaligus orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia. Jabatan ini diembannya mulai 1 Juni 2010. Sebelumnya, dia menjabat Menteri KeuanganKabinet Indonesia Bersatu. Begitu, dia berkantor di Kantor Bank Dunia, dia praktis meninggalkan jabatannya sebagai menteri keuangan. Sebelum menjabat menteri keuangan, dia menjabat Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas dari Kabinet Indonesia Bersatu. Ia juga terpilih sebagai wanita paling berpengaruh ke-23 di dunia versi majalah Forbes tahun 2008 dan wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.
7. Prof. Dr. H. Boediono, M.Ec.

     Pak Boediono adalah Wakil Presiden Indonesia yang menjabat sejak 20 Oktober 2009. Ia terpilih dalam Pilpres 2009 bersama pasangannya, presiden yang sedang menjabat, Susilo Bambang Yudhoyono. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Menteri Keuangan, Kepala Bappenas, dan Direktur Bank Indonesia. Saat ini ia juga mengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada sebagai guru besar. Ia dijuluki The man to get the job done.
8. Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, S.E., M.A.

bappenas.go.id
     Wanita hebat ini adalah Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional pada Kabinet Indonesia Bersatu II. Ia juga adalah Guru Besar dan Pembantu Dekan bidang Akademik Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran (UNPAD).
9. Dr. Muhammad Chatib Basri, S.E., M.Ec.

tempo.co
     Beliau adalah seorang ekonom, peneliti, dan profesional asalIndonesia yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Indonesia sejak 21 Mei 2013 dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sejak 14 Juni2012. Keahliannya terutama dalam bidang makroekonomi, perdagangan internasional, dan ekonomi politik. Ia pernah duduk sebagai Penasehat Khusus Menteri Keuangan Republik Indonesia (2006-2010)
10. Anggito Abimanyu

nasional.kontan.co.id
     Saat ini ia .merupakan Direktur Jenderal Haji dan Umroh Kementerian Agama Republik Indonesia. Ia resmi menduduki jabatan yang sebelumnya diduduki oleh Slamet Riyanto itu pada Juni 2012. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Ia pernah dinyatakan sebagai Wakil Menteri Keuangan, namun kemudian batal dilantik.


0 Response to "SEJARAH PEMIKIRAN TEORI EKONOMI | ekonomiakuntansiid"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel