SOAL DAN JAWABAN POKOK BAHASAN BUDAYA POLITIK DI INDONESIA| pembelajaran ppkn

SOAL DAN JAWABAN POKOK BAHASAN BUDAYA POLITIK DI INDONESIA
Berikut ini ditampilkan beberapa soal essay beserta jawabannya guna mempermudah dalam mempelajari pokok bahasan budaya politik di Indonesia. Tentunya sebelum melihat jawabannya usahakan jawab sendiri dahulu sesuai dengan pendapatnya, agar daya nalarnya terolah dan berkmbang secara wajar.Untuk itu selamat belajar dengan baik semoga sukses.
I. TUGAS PKN ‘BUDAYA POLITIK’
Jawablah dengan benar pertanyaan berikut
1.        Berikan tanggapan penjelasan yang dimaksud budaya politik dan mengapa budaya politik antara suatu negara dengan negara lain memiliki perbedaan !
2.        Tuliskan, apa sajakah unsur-unsur budaya politik yang menonjol dalam sistem politik di Indonesia !
3.        Jelaskan, bagaimana pengaruh birokrasi terhadap suatu budaya politik di Indonesia !
4.        Jelaskan 4 (empat) tahapan dalam sosialisai politik yang dilakukan seorang anak menurut Easton dan Dennis !
5.        Jelaskan perbedaan budaya politik partisipan dengan budaya politik toleransi, berikan contoh dari perbedaan tersebut !
6.        Jelaskan dengan memberi alasan bagaimana metode yang kerap diterapkan dalam sosialisasi politik di negara-negara berkembang pada umumnya !
7.        Jelaskan bagaimanakah penggolongan budaya politik ditinjau dari sikap, nilai-nilai, informasi, dan orientasi-orientasi warga negara terhadap kehidupan politik dan pemerintahannya !
8.        Menurut Anda bagaimanakah hubungan sistem politik dengan Budaya Politik di suatu negara, khususnya di Indonesia ?
9.        Jelaskan bagaimana pandangan Hyman tentang hubungan antara sosialisasi politik dengan komunikasi politik !
10.    Jelaskan dengan memberi alasan, mengapa jika pernyataan umum dari salah satu pimpinan partai politik/tokoh masyarakat yang bernada militan, dapat men­ciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik dalam suatu masyarakat luas !
Jawab:
1.      Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. budaya politik adalah perwujudan nilai-nilai politik yang di anut oleh sekelopmpok masyarakat,bangsa,negara yang diyakini sebagai pedoman dalam melaksanakan aktivitas-aktivitas politik negara.
setiap negara memiliki budaya politik yang berbeda-beda karena setiap negara memiliki orientasi kehidupan dan aspek masing-masing, seperti pandangan sesama warga negara, nilai, informasi, kecakapan serta arah tujuan politik. prinsip dan pemikirannya juga tidak sama, kalau prinsip dan pemikiranya sama pasti takkan ada beberapa negara, cukup satu saja.
2.      unsur2 budaya politik yang menonjol dlm sistem politik di indonesia antara lain :
-budaya politik tradisional
-budaya politik islam
-budaya politik modern
3.      Birokrasi mempunyai peran dalam sosialisasi politik kepada masyarakat. Misal seperti iklan layanan masyarakat : Sosialisasi pemilu , informasi pembuatan SIM, sosialisasi pembuatan KTP elektrik. Dengan adanya sosialisasi seperti ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat dan diharapkan masyarakat tidak memiliki budaya politik yg apatis tapi turut berpartisipasi dalam proses politik.
4.      4 (empat) tahapan dalam sosialisasi politik yang di lakukan seorang anak menurut Easton dan Denis adalah sebagai berikut :

1)      pengenalan otoritas melalui individu tertentu seperti orang tua anak dan polisi.
2)      perkembangan pembedaan antara otoritas internal dan  eksternal,yaitu antara pejabat swasta dan pejabat pemerintah.
3)      pengenalan mengenai institusi - institusi politik yang impersonal, seperti ,mahkamah agung (MA), dan pemilu.
4)      perkembangan pembedaan antara institusi - institusi politik dan yang terlibat dalam aktivitas yang disosialisasikan dengan institusi- institusi ini.
5.    politik toleransi pemikirannya berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai, berusaha mencari konsensus yang wajar dengan selalu membuka pintu untuk bekerja sama. sedangkan budaya politik partisipan adalah budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik yang tinggi.
6.    Metode yang kerap diterapkan dalam sosialisasi politik di Negara berkembang pada umumnya yaitu:
Berupa pendidikan politik dan indoktrinasi politik. Pendidikan politik melalui suatu proses dialog sehingga masyarakat mengenal nilai, norma, dan simbol politik. Sedangkan proses indoktrinasi politik ialah proses sepihak ketika penguasa memobilisasi dan memanipulasi warga masyarakat untuk menerima nilai-nilai, norma, dan simbol yang dianggap oleh pihak yang berkuasa ideal dan baik.
7.    Penggolongan budaya politik ditinjau dari sikap, nilai-nilai, informasi, dan orientasi-orientasi warga Negara terhadap kehidupan politik dan pemerintahannya, yaitu sebagai berikut.
a)      Berdasarkan Sikap yang ditunjukkan
Negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks, menuntut kerja sama yang luas untuk memadukan modal dan keterampilan. Pada kondisi ini budaya politik memiliki kecenderungan sikap “militan” atau sikap “toleransi” .
b)      Berdasarkan Sikap terhadap Tradisi dan Perubahan
Berdasarkan sikap terhadap tradisi dan perubahan, budaya politik dapat digolongkan sebagai berikut.
• Budaya Politik yang Memiliki Sikap Mental Absolut
• Budaya Politik yang Memiliki Sikap Mental Akomodatif
c)       Berdasarkan Orientasi Politiknya
Budaya politik memiliki beberapa variasi. Berdasarkan orientasi politik yang dicirikan dan karakter-karakter dalam budaya politik, setiap sistem politik akan memiliki budaya politik yang berbeda. Perbedaan ini terwujud dalam tipe-tipe yang ada dalam budaya politik. Setiap tipe memiliki yang berbeda-beda. Gabriel Almond dan Verba mengklasifikasikan budaya politik sebagai berikut.
• Budaya Politik Parokial
• Budaya Politik Kaula atau Subjek
• Budaya Politik Partisipan
Gabriel Almond dan Verba berpendapat bahwa selain ketiga tipe budaya politik di atas, juga ada tipe budaya politik campuran seperti berikut.
• Budaya Politik Parokial-Subjek
• Budaya Politik Subjek-Partisipan
• Budaya Politik Parokial-Partisipan
8.    Hubungan sistem politik dengan budaya politik di suatu Negara, khususnya di Indonesia yaitu:
       Budaya politik adalah sejumlah pola sikap, keyakinan, dan perasaan tertentu yang mendasari, mengarahkan, dan member arti pada tingkah laku dan proses politik dalam suatu sistem politik, mencakup cita-cita politik ataupun norma-norma yang sedang berlaku dalam masyarakat politik. Jadi, Hubungan sistem politik dengan budaya politik di indonesia terlihat saat budaya politik semakin berkembang maka keterlibatan masyarakat secara aktif di dalam sistem politik akan semakin besar. karena dalam sistem politik itu sendiri masyarakat berperan memberikan masukan dan umpan balik bagi para pembuat kebijakan.
9.    Pandangan Hyman tentang hubungan antara sosialisasi politik dengan komunikasi polik sangat erat hubunganya, karena sosialisasi politik merupakan suatu proser belajar yang kontinu yang melibatkan belajar secara emosional maupun indoktrinasi politik yang nyata dan di mediai oleh sarana komunikasi dan segala partisipasi dari pengalaman si individu yang menjalaninya. maka dari itu aktivitas komunikasi politik berfungsi sebagai suatu
proses sosialisasi bagi anggota masyarakat yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas komukasi politik tersebut.
10.  Karena budaya politik militan  tidak memandang perbedaan sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. Oleh karena itu, dalam budaya politik militan tertutup jalan bagi pertumbuhan kerja sama. masyarakat bernada militan di pandang sebagai usaha jahat dan menantang. jika terjadi krisis, yang dicari adalah kambing hitamnya bukan disebabkan oleh peraturan yang salah, dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakar emosi. Itulah mengapa pernyataan umum dari salah satu pimpinan parpol bernada militan dapat menciptakan ketegangan.

II.  Contoh Soal dan Kunci Jawaban PKN
 Jawablah dengan benar pertanyaan berikut
 1.    Jelskan pengertian budaya politik menurut Gabriel A. Almond & Sidney Verba !
Gabriel A. Almond & Sidney Verba, 
Jawab: budaya politik yaitu sikap orientasi warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya dan sikap terhadap peranan warga negara di dalam sistem itu.
2.    Jelaskan tipe tipe budaya politik !
Jawab:
  a.     Berdasarkan Sikap Yang Ditunjukkan
       Pada negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks, menuntut kerja sama yang luas untuk memper­padukan modal dan keterampilan. Jiwa kerja sama dapat diukur dari sikap orang terhadap orang lain. Pada kondisi ini budaya politik memiliki kecenderungan sikap ”militan” atau sifat ”tolerasi”.
1.    Budaya Politik Militan
Budaya politik dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik, tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang.Bila terjadi kriris, maka yang dicari adalah kambing hitamnya, bukan disebabkan oleh peraturan yang salah, dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakar emosi.
2.    Budaya Politik Toleransi
Budaya politik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai, berusaha mencari konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama. Sikap netral atau kritis terhadap ide orang, tetapi bukan curiga terhadap orang.
Jika pernyataan umum dari pimpinan masyarakat bernada sangat militan, maka hal itu dapat men­ciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik. Kesemuanya itu menutup jalan bagi pertumbuhan kerja sama. Pernyataan dengan jiwa tolerasi hampir selalu mengundang kerja sama.
b.    Berdasarkan sikap terhadap tradisi dan perubahan. Budaya Politik terbagi atas :
1.    Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Absolut
Budaya politik yang mempunyai sikap mental yang absolut memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang.dianggap selalu sempurna dan tak dapat diubah lagi. Usaha yang diperlukan adalah intensifikasi dari kepercayaan, bukan kebaikan.Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi, jarang bersifat kritis terhadap tradisi, malah hanya berusaha memelihara kemurnian tradisi.
2.    Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Akomodatif
Struktur mental yang bersifat akomodatif biasanya terbuka dan sedia menerima apa saja yang dianggap berharga. Ia dapat melepaskan ikatan tradisi, kritis terhadap diri sendiri, dan bersedia menilai kembali tradisi berdasarkan perkembangan masa kini.
c.   Berdasarkan Orientasi Politiknya
Dari realitas budaya politik yang berkembang di dalam masyarakat, Gabriel Almond mengklasifikasikan budaya politik sebagai berikut :
1.    Budaya politik parokial (parochial political culture), yaitu tingkat partisipasi politiknya sangat rendah, yang disebabkan faktor kognitif (misalnya tingkat pendidikan relatif rendah).
2.    Budaya politik kaula (subyek political culture), yaitu masyarakat bersangkutan sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya) tetapi masih bersifat pasif.
3.    Budaya politik partisipan (participant political culture), yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik sangat tinggi.
3.    Jelaskan pengertian budaya demokrasi !
Jawab: Budaya demokrasi adalah  kemampuan manusia yang berupa sikap dan kegiatan  mengharagai persamaan, kebebasan dan peraturan.
4.    Jelaskan pengertian masyarakat madani !
Jawab: Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi.

 5.    Jelaskan Ciri ciri umum masyarakat madani !
Jawab:
Ciri ciri umum :
o  Free public sphere (ruang publik yang bebas), yaitu masyarakat memiliki akses penuh terhadap setiap kegiatan publik, mereka berhak melakukan kegiatan secara merdeka dalam menyampaikan pendapat, berserikat, berkumpul, serta mempublikasikan informasikan kepada publik.
o  Demokratisasi, yaitu proses untuk menerapkan prinsip-prinsip demokrasi sehingga muwujudkan masyarakat yang demokratis. Untuk menumbuhkan demokratisasi dibutuhkan kesiapan anggota masyarakat berupa kesadaran pribadi, kesetaraan, dan kemandirian serta kemampuan untuk berperilaku demokratis kepada orang lain dan menerima perlakuan demokratis dari orang lain.
o  Toleransi, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai dan menghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
o  Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
o  Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.

6.    Jelaskan proses terbentuknya masyarakat madani !
Jawab:
Proses terbentuknya civil society akan sangat tergantung pada dua unsure pokok, yaitu pemerintah Negara pada satu bagian dan masyarakat pada bagian yang lainnya. Dan di butuhkan komitmen yang kuat diantara kedua unsur. Dari unsur rakyat dituntut untuk dipenuhinya syarat-syarat :
-      Pemahaman yang sama : pada tingkat awal, perlu adanya pemahaman bersama di kalangan masyarakat, tentang apa dan bagaimana karakteristik dari masyarakat yang disebut madani.
-      Keyakinan dan saling percaya : menumbuhkan rasa saling percaya dikalangan masyarakat bahwa masyarakat madani adalah pilihan yang terbaik.
-      Satu hati dan saling tergantung
Dengan terbentuknya saling percaya di kalangan masyarakat, pada tahap berikutnya diperlukan juga kondisi satu hati dalam menentukan arah kehidupan.
-      Kesamaan pandangan tentang tujuan dan misi : apabila kondisi satu hati dalam masyarakat menunjukkan benih-benih yang menggembirakan, kesamaan pandangan, baik mengenai tujuan dan misi, menjadi lebih muda untuk diwujudkan

7.    Jelaskan upaya mengatasi kendala yang dihadapi Indonesia dlam mewujudkan masyarakat Madani!
Jawab:
a. Dengan mengedepankan integrasi nasional,
Strategi ini berpandangan bahwa sistem demokrasi tidak mungkin berlangsung dalam masyarakat yang belum memiliki kesadaran berbangsa dan bernegara yang kuat.
b. Adanya reformasi sistem politik demokrasi, dan
Strategi ini berpandangan bahwa untuk membangun demokrasi tidak usah menunggu rampungnya tahap pembangunan ekonomi
c. Membangun masyarakat madani sebagai basis yang kuat kearah demokratisasi
Strategi ini muncul akibat kekecewaan terhadap realisasi dari strategi pertama dan kedua.
 
8.    Jelaskan perbedaan demokrasi liberal,komunis, dan pancasila !
Jawab:
-         Demokrasi Liberal :

a.    Warga Negara mempunyai kebebasan yang luas untuk bertindak, asal tidak melanggar hukum.

b.    Masalah ketuhanan adalah masalah pribadi Negara tidak mencapai urusan agama warga Negara bebas beragama atau tidak beragama.

c.    Dalam perekonomiaan membuka persaingan sekuat-kuatnya, akumulasi modal berada pada beberapa kelompok kecil masyarakat.

d.    Kepentingan dan hak warga Negara lebih di pentingkan dari pada kepentingan Negara.(tapi bukan berarti kepentingan masyarakat/Negara diabaikan)

e.    Kekuasaan tertinggi di pegang oleh golongan bangsawan.

-         Demokrasi Komunis

a.    Hukum yang berlaku di sana kurang ketat, sehingga keadaan kaum ada batasan-batasan tertentu.

b.    Penganut demokrasi ini tidak percaya kepada Tuhan, kehidupan manusia berdasarkan suatu evolusi di tentukan oleh hukum-hukum kehidupan tertentu.

c.    Sistem ekonomi di atur sentralistis/penguasaan oleh pusat/Negara kalau ada ekonomi swasta ia sangat terbatas.

d.    Politik berdasarkan kekuasaan pemerintahan dictator dan dilakukan oleh sedikit orang, perbedaan kaya miskin tidak ada, tapi muncul kelas baru.

e.    Kekuasaan tertinggi di pegang oleh partai.
-         Demokrasi Pancasila
a.    Warga Negara menganut aturan sesuai dengan UUD 1945.
b.    Masalah agama, adalah hak pribadi(berhak memilih kepercayaan masing-masing).
c.    Sistem perekonomian melibatkan pemerintah. Para pengusaha swasta dan seluruh rakyat baik golongan ekonomi lemah maupun golongan ekonomi aktif/kuat. Dalam usaha mencapai kemakmuran bangsa.saling membantu kegiatan ekonomi.
d.    Praktek ketatanegaraan dilaksanakan berdasarkan UUD 1945 dan Pancasila.
e.    Kekuasaan tertinggi di pegang oleh pemerintah.

 9.    Jelaskan 3 sistem dalam pemilu !
Jawab:
–   SISTEM DISTRIK
Sistem pemilu yang paling tua dan mendasarkan pada kesatuan geografis,di mana satu kesatuan geografis mempunyai satu wakil di parlemen
-      Sistem Proporsional
Presentasi kursi di DPR yang di bagi kepada setiap partai politik  sesuai dengan jumlah suara yang di perolehnya dalam pemilu, khusus di daerah pemilihan
-      Sistem  gabungan
Pelaksanaan pemilu dengan menggunakan gabungan sistem distrik dan sistem proposional.Sistem ini membagi wilayah Negara dalam beberapa daerah pemilihan.

10.    Jelaskan asas dan tujuan PEMILU !
Jawab:
Asas Pemilu yaitu Pemilu dilaksanakan secara efektif dan efisien berdasarkan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil yang akan diuraikan sebagai berikut :
1.       Langsungberarti rakyat pemilih mempunyai hak untuk secara langsung memberikan suaranya sesuai dengan kehendak hati nuraninya, tanpa perantara;
2.    Umum berarti pada dasarnya semua warganegara yang memenuhi persyaratan minimal dalam usia , yaitu sudah berumur 17 (tujuh belas) tahun atau telah/pernah kawin berhak ikut memilih dalam pemilihan umum. Warganegara yang sudah berumu 21 (dua puluh satu) tahun berhak dipilih. Jadi, pemilihan yang bersifat umum mengandung makna menjamin kesempatan yang berlaku menyeluruh bagi semua warga negara yang telah memenuhi persyaratan tertentu tanpa diskriminasi (pengecualian) berdasar acuan suku, agama, ras, golongan, jenis kelamin, kedaerahan, dan status sosial;
3.    Bebas berarti setiap warganegara yang berhak memilih bebas menentukan pilihannya tanpa tekanan dan paksaan dari siapapun. Di dalam melaksanakan haknya, setiap warganegara dijamin keamanannya, sehingga dapat memilih sesuai dengan kehendak hati nurani dan kepentingannya.
4.       Rahasia berarti dalam memberikan suaranya, pemilih dijamin bahwa pemilihnya tidak akan diketahui oleh pihak manapun dan dengan jalan apapun. Pemilih memberikan suaranya pada surat suara dengan tidak dapat diketahui oleh orang lain kepada suaranya diberikan. Asas rahasia ini tidak berlaku lagi bagi pemilih yang telah keluar dari tempat pemungutan suara dan secara sukarela bersedia mengungkapkan pilihannya kepada pihak manapun;
5.       Jujur berarti dalam menyelenggarakan pemilihan umum; penyelenggaraan/ pelaksana, pemerintah dan partai politik peserta Pemilu, pengawas dan pemantau Pemilu, termasuk pemilih, serta semua pihak yang terlibat secara tidak langsung, harus bersikap dan bertindak jujur sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku;
6.       Adilberarti dalam menyelenggarakan pemilu, setiap pemilih dan partai politik peserta Pemilu mendapat perlakuan yang sama, serta bebas dari kecurangan pihak manapun.

-           Tujuan
tujuan diselenggarakannya pemilu adalah adalah untuk memilih wakil rakyat dan wakil derah untuk membentuk pemerintahan yang demokratis,kuat dan memperoleh dukungan rakyat  dalam rangka mewujudkan tujuan nasional.

11.    Jelaskan Karakteristik masyarakat Madani !
Jawab:
Karakteristik :
-      Terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok ekslusif  kedalam masyarakat  melalui kontrak sosial dan aliansi sosial.
-      Menyebarnya kekuasaan sehingga kepentingan-kepentingan yang mendominasi dalam masyarakat dapat dikurangi oleh kekuatan-kekuatan alternatif.
-      Meluasnya kesetiaan (loyalty) dan kepercayaan (trust) sehingga individu-individu  mengakui keterkaitannya dengan orang lain dan tidak mementingkan diri sendiri.
-      Dilengkapinya program-program pembangunan yang didominasi oleh negara dengan program-program pembangunan yang berbasis masyarakat.
-      Terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara karena keanggotaan organisasi-organisasi volunter mampu memberikan masukan-masukan terhadap keputusan-keputusan pemerintah.

 12.  Jelaskan faktor yang menghambat masyarakat Madani!
Jawab:
1. Tidak terintegrasinya individu-individu dan kelompok-kelompok eksklusif kedalam masyarakat sehingga tidakterjalin kontrak sosial dan aliansi sosial.
2. Adanya kelompok yang mendominasi kepentingan didalam masyarakat.
3. Sikap indipidualisme yang berlebihan dalam masyarakat sehingga mengakibatkan kesetiaan dan saling percaya tidak ada.
4. Penyebaan program pembangunan yang tidak merata.
 5. Tidak terjembataninya kepentingan-kepentingan individu dan negara yang berakibat terputusnya masukan-masukan terhadap keputusan pemerintah.

13.              Jelaskan yang dimaksud toleransi,pluraisme,keadilan sosilal dan berkeadaban !
Jawab:
- Toleransi, yaitu kesediaan individu untuk menerima pandangan-pandangan politik dan sikap sosial yang berbeda dalam masyarakat, sikap saling menghargai danmenghormati pendapat serta aktivitas yang dilakukan oleh orang/kelompok lain.
-      Pluralisme, yaitu sikap mengakui dan menerima kenyataan mayarakat yang majemuk disertai dengan sikap tulus, bahwa kemajemukan sebagai nilai positif dan merupakan rahmat dari Tuhan Yang Maha Kuasa.
-      Keadilan sosial (social justice), yaitu keseimbangan dan pembagian yang proporsiaonal antara hak dan kewajiban, serta tanggung jawab individu terhadap lingkungannya.
-      Berkeadaban : ketinggian tingkat kecerdasan lahir batin atau kebaikan budi pekerti.

 14.    Jelaskan manfaat mempelajari budaya politik !
Jawab:
Manfaat mempelajari budaya politik :
a.     Sikap warga Negara terhadap sistem politik akan memngaruhi tunuttan tanggapan dukungan serta orientasinya trehadap sistem politik itu
b.    Hubungan antar budaya politik dengan sistem politik atau factor-faktor apa yang menyebabkan terjadiya pergeseran politik dapat di mengerti.

15.    Jelaskan factor yang menyebabkan berkembangnya Budaya Politik !
Jawab:
Faktor berkembangnya budaya politik :
-       Modernisasi
Modernisasi sejalan dengan perkembangan industrialisasi perbaikan pendidikan dan media komunikasi massa maka terjadilah perubahan nasib yang menuntut berperan dalam politik
-       Perubahan struktur kelas sosial
Merupakan salah satu dampak modernisasi dengan timbulnya kelas pekerja baru dan kelas menengah yang berpartisipasi dalam pembuatan keputusan politik
-       Pengaruh kaum intelektual dan komunikasi massa modern
Merupakan kaum intelektual ( sarjana,pengarang,dan wartawan) melalui ide-idenya membangkitkan tuntutan akan partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan politik
-       Konflik kelompok-kelompok pemimpin politik
Dengan adanya persaingan politik untuk memperebutkan kekuasaan timbul gerakan rakyat untuk menuntut hak-hak rakyat dipenuhi
-       Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial,ekonomi, dan kebudayaan
Perluasan kegiatan pemerintah dalam berbagai bidang membawa akibat tindakan-tindakan yang makin menyusup kesegala bidang kehidupan rakyat.

 16.    Jelaskan komponen-komponen budaya politik
Jawab:
Komponen komponen :
a.    Orientasi kognitif, yaitu berupa pengetahuan tentang dan kepercayaan pada politik,peranan, dan segala kewajibannya serta input dan outputnya.
b.    Orientasi efektif, yaitu perasaan terhadap sistem politik, peranannya, para aktor, dan penampilannya.
c.    Orientasi evaluatif, yaitu keputusan dan pendapat tentang objek-objek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan.

17.    Jelaskan fungsi partai politik !
Jawab:
Memainkan peran sebagai agen sosialisasi politik dimana partai politik hrus mampu menciptakan image (citra) memperjuangkan kepentingan umum agar mendapat dukungan luas dari masyarakat.

 18.    Jelaskan ciri-ciri masyarakat politik !
Jawab:
Ciri-ciri :
a.     Adanya hubungan timbal balik antarara anggota dan bersatu dengan anggota lainnya dalam masyarakat itu.
b.    Adanya faktor pengikat yang dimiliki atau dirasakan bersama oleh anggota masyarakat
c.     Berstruktur dengan memiliki pola perilaku yang sama
d.    Adanya kesadaran setiap orang selaku anggota masyarakat/kelompok bahwa dirinya merupakan bagian dari lingkup bersangkutan.

 19.    Jelaskan sarana sosialisasi pengembangan budaya politik !
Jawab:
Sarana :
a.     Keluarga : wadah penanaman (sosialisasi) nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif.
b.    Sekolah : sosialisasi pengembangan budaya politik di sekolah dilakukan melalui       pelajaran pendidikan kewarganegaraan.
c.    Partai politik : partai politik harus mampu menciptakan image (citra) memperjuangkan kepentingan umum agar mendapat dukungan luas dari masyarakat
d.    Kelompok pertemanan(pergaulan) : mulai mengambil penting dalam proses sosialisasi politik selama masa remaja dan berlangsung terus sepanjangusia dewasa.
e.     Pekerjaan : organisasi-organisasi formal maupun nonformal yang dibentuk                            berdasarkan lingkungan pekerjaan.
f.     Media massa :  memegang peranan penting dalam menularkan sikap-sikap dannilai-nilai modern kepada bangsa-bangsa baru merdeka.
g.     Kontak-kontak politik langsung : yang dirasakan masyarakat dapat berpengaruh pada pandangannya terhadap politik.

20.    Jelaskan pengertian partisipasi politik, ciri-ciri partisipasi politik,tujuan partisipasi politik !
Jawaban :
a.    Partisipasi politik adalah keikut sertaan warganegara biasa dalam menentukan segala keputusan menyangkut atau memengaruhi hidunya.
b.    Ciri-ciri partisipasi politik :
Jawaban :
-      Partisipasi politik merupakan kegiatan atau perilaku diluar individu yang dapat diamati
-      Kegiatan tersebut diarahkan untuk memengaruhi pemerintah selaku pembuat dan pelaksana keputusan politik
-      Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan yang berhasil memengaruhi kebijakan ataupun kegiatan yang gagal
-      Kegiatan memengaruhi pemerintah dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui perantara ataupun secara tidak langsung dengan melalui perantara
-     Kegiatan partisipasi dapat dilakukan melalui prosedur yang wajar ataupun prosedur yang tidak wajar
-      Kegiatan partisipasi merupakan kehendak murni warga negara bukan suat paksaan.
c.    Tujuan partisipasi politik  :
Jawab:
·         Untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah.

d.    Kemukakanlah bentuk partisipasi politik :
Jawab:
1. Partisipasi aktif, yaitu partisipasi yang berorientasi pada proses input dan output. Artinya setiap orang memiliki kesadaran politik dan kepercayaan kepada pemerintah tinggi. Warga negara secara aktif mengajukan usul mengenai kebijakan public, mengajukan alternative kebijakan public yang berlainan dengan kebijakan pemerintah, mengajukan kritik dan perbaikan untuk meluruskan kebijakan umum, memilih pemimpin pemerintah dan lain-lain.
2. Partisipasi pasif, yaitu partisipasi yang berorientasi hanya pada output, dalam arti hanya mentaati peraturan pemerintah, menerima dan melaksanakan saja setiap keputusan pemerintah.
3. Golongan putih (golput) atau kelompok apatis, karena menganggap system politik yang ada telah menyimpang dari apa yang di cita-citakan.

0 Response to "SOAL DAN JAWABAN POKOK BAHASAN BUDAYA POLITIK DI INDONESIA| pembelajaran ppkn"

Post a Comment

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel