SOAL DAN JAWABAN POKOK BAHASAN KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL | ekonomiakuntansiid

SOAL DAN JAWABAN POKOK BAHASAN KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISK

 

KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER



2.1KEBIJAKAN FISKAL
2.1.1     sejarah kebijakan fiscal
1.      Kesadaran terhadap pengaruh penerimaan dan pengeluaran pemerintah terhadap pendaptan nasional belum lama muncul dalam dunia ilmu pengetahuan
2.      Berdasarkan kesadaran tersebut, lahirlah gagasan/ ide untuk dengan sengaja mengubah- ubah pengeluaran dan penerimaan pemerintah guna mencapai kestabilan ekonomi,
3.      Teknik mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah tersebut yang kita kenal sebagai kebijakan fiscal
4.      Sebelum tahun 1930an, pengeluaran pemerintah hanya dipandang sebagai instrument untuk membiayai program pemerintah dan dinilai berdasarkan asa manfaat langsung yang dapat ditimbulkannya, tanpa memandang pengaruhnya terhadap pendapatan nasional
5.      Sebaliknya pajak hanya dipandang sebagai sumber pembiayaan pengeluaran Negara dan belum diketahui pengaruhnya terhadap pendapatan nasional
6.      Akibatnya pada saat terjadi deptersi tahun 1930an, dimana penerimaan pemerintah Negara menurun, maka pengeluaran pemerintah pun harus disesuaikan (menurun)
7.      Penurunan pengeluaran pemerintah tersebut justru berakibat pada menurunnya pendapatan nasional dan semakin lesunya perkonomian nasional dan seakin menurunnya pendapatan nasional, pada gilirannya akan menurunkan penerimaan Negara, demikian seterusnya
8.      Untuk memecahkan hal tersebut, diambillah kebijakan moneter yang biasanya hanya berguna untuk merangsang kegiatan individu atau swasta
9.      Peda saat terjadi pengangguran dan harga turun (depresi)cara yang ditempuh untu memecahkannya adalah dengan menambah uang  beredar lewat politik diskonto,  yakni dengan menurunkan tingkat bunga atau menurunkan deking (reserve requirement) atau denga politik pasar terbuka dimana pemerintah membeli surat berharga
10.  Karen ahrga tetap cenderung turun, para investor tidak berani melakukan investasi, sehingga penerimaan agregat tidak meningkat dan depresi idak dapat diobati
11.  Atas dasar kenyataan tersebut pemerinthah dipandang perlu campur tnaagan dengan menciptakan proyek yang membutuhkan pengeluaran pemerintah
12.  Tahun 1936, Keynes menerbitkan buku “The General Theory of Employment Interst and Money”. Dan buku inilah yang melandasi perkembangan teori tentang kebijakan Fiskal, dan sejak tahun 1936 itulah peranan pemerintah dalam perkonomian menjadi semkain menonjo dengna orientasi utama memecahkan masalah pengangguran
13.  Dengan adanya perang dunia II keibjkan Fiskal mulai mengarah pada menanggulangi inflasi yang mulai berkembang
14.  Perkembangan selanjutnya kebijkaan fiscal dan moneter secara bersamadan saling melengkapi dipergunakan untukmemecahkan masalah perkeonomian nasional, baik pada masa depresi, inflasi, serta penyakit ekonomi lainnyayang memenag harus disembuhkan, sehingga roda perkonomian tersu berputar, kesejahteraan masyarakat makin meningkat dan Negara menjadi semkain kuat
15.  Kebijkaan Fiskal didasarkan pada pemikiran bahwa “pemerintah tidak dapat disamakan dengan individu dalam pengaruh dari tindkan masing-masing terhadap masyarakat sebagai keseluruhan “ (Suparmoko: 1986)
16.  Umumnya individu akan mengurangi pengeluaran apabila penerimaannya menurun, sedangkan pemerintah sebaliknya Karena apabila pemerintah mengurangi pengeluarannya, maka hal tersebut akat beraibat menyusahkan jalnnya perekonomian, karena menurunnya pengeluaran pemerintah akan berarti menurunnya pendapatan masyaraka dan menurunnya pendapatan masyrakat berarti akan menurunkan penerimaan pemerntah dikemudain hari
17.  Selain itu, dalam masa depresii banyak dana masyarakat yang menganggur, sehingga peningkatan dalam pengeluaran pemerintah tidak akan mengurangi investasi sector swasta lewat kenaikan tingkat bunga
18.  Kebijakan Fiskal Atau disebut sebagai kebijakan stabilitas dan pembangunan adalah penyesuaian dalam pendapatan dan pengeluaran pemerintah untuk mencapai kestaiblan ekonomi yang lebih baik dan laju pembangunan ekonomi yang dikehendaki (John F.Doe : 1968)
19.  Mempunyai Tujuan yang sma dengan kebijakan Moneter atau kredit, yang berusahan untuk mencapai tujuan tersebut dengan mengubah penyediaan dan biaya modal uang, tertuama dengan mengubah posisi cadangan bak komersil
20.  Ruang Lingkup meliputi semua Tindakan atau Usaha untuk meningkatkan Kesejahteraan Umum melalui pengawasan pemerintah terhadap sumber-sumber ekonomi, dengan menggunakan penerimaan dan pengeluaran pemerintah, mobilisasi sumberdaya, dan penentuan harga barang dan jasa dari perusahaan –perusahaan. (Dirk, J.Wolson dalam Suparmoko : 1968)
21.  Pembiayaan Fungsional (Functional Finance)
A.      Pengeluaran Pemerintah ditentukan dengan Melihat akibat tidak langsung terhadap pendapatan nasional terutama dilihat dalam fungsinya untuk meningkatkan kesempatan kerja (Employment)
B.      Di lain pihak, dimaksudkan untuk mengatur pengeluaran swasta dan bukan untuk meningkatkan penerimaan pemerintah, sehingga dalam masa dimana ada pengangguran, pajak sama sekali tidak diperlukan
C.      Pinjaman akan dipakai sebagai alat untuk menekan inflasi lewat pengurangan dana yang tersedia dalam measyarakat
D.     Selanjutnya apabila pajak dan pinjaman dirasa tidak tepat, maka pemerintah menempuh dengan cara pencetakan uang
2.1.1Definisi Kebijakan Fiskal
2.1.1.1Definisi Kebijakan Fiskal menurut Pakar Ekonomi Indonesia
Menurut Sadono Sukirno,  Kebijakan Fiskal adalah langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam perbelanjaannya dengan maksud untuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi.
Menurut Tulus TH Tambunan, kebijakan memiliki dua prioritas, yang pertama adalah mengatasi defisit anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) dan masalah-masalah APBN lainnya.  Defisit APBN terjadi apabila penerimaan pemerintah lebih kecil dari pengeluarannya. Dan yang kedua adalah mengatasi stabilitas ekonomi makro, yang terkait dengan antara lain ; pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, kesempatan kerja dan neraca pembayaran.
Sedangkaan menurut Nopirin, Ph. D. 1987, kebijakan fiskal terdiri dari perubahan pengeluaran pemerintah atau perpajakkan dengan tujuan untuk mempengaruhi besar serta susunan permintaan agregat. Indicator yang biasa dipakai adalah budget defisit yakni selisih antara pengeluaran pemerintah (dan juga pembayaran transfer) dengan penerimaan terutama dari pajak.
Kebijakan fiskal merujuk pada kebijakan yang dibuat pemerintah untuk mengarahkan ekonomi suatu negara melalui pengeluaran dan pendapatan (berupa pajak) pemerintah.
Berdasarkan dari beberapa teori dan pendapat yang dijelaskan diatas dapat kita simpulkan bahwa kebijakan fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemerintah dalam pengelolaan keuangan negara untuk mengarahkan kondisi perekonomian menjadi lebih baik yang terbatas pada sumber-sumber penerimaan dan alokasi pengeluaran negara yang tercantum dalam APBN.
2.1.1.2 Definisi Kebijakan Fiskal dalam arti yang luas
Kebijakan Fiskal adalah kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah dalam rangka mendapatkan dana-dana dan kebijaksanaan yang ditempuh oleh pemerintah untuk membelanjakan dananya tersebut dalam rangka melaksanakan pembangunan.
Atau dengan kata lain, Kebijakan Fiskal adalah suatu kebijakan ekonomi dalam rangka mengarahkan kondisi perekonomian untuk menjadi lebih baik dengan jalan mengubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan ini mirip dengan kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar, namun kebijakan fiskal lebih menekankan pada pengaturan pendapatan dan belanja pemerintah. Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak.
Pada sektor rumah tangga(RTK), dimana rumah tangga melakukan pembelian barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan untuk konsumsi daan mendapatkan pendapatan berupa gaji, upah, sewa, dividen, bunga, dll dari perusahaan. kegiatan ekonomi dengan Pemerintah adalah rumah tangga menyetorkan sejumah uang sebagai pajak dan menerima penerimaan berupa gaji, bunga, penghasilan non balas jasa, dll. Sedangkan dengan Dunia Internasional adalah rumah tangga mengimpor barang dan jasa dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Pada sektor perusahaan, kegiatan ekonomi memiliki hubungan dengan rumah tangga yaitu perusahaan menghasilkan produk-produk barupa barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat dan memberikan penghasilah dan keuntungan kepada rumah tangga barupa gaji, deviden, sewa, upah, bunga. Sedangkan hubungan dengan Pemerintah, perusahaan akan membayar pajak kepada pemerintah dan menjual produk dan jasa kepada pemerintah. Sedangkan hubungan dengan Dunia Internasional, perusahaan melakukan impor atas produk barang maupun jasa dari luar negri.
Pada sektor pemerintah, kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan RumahTangga dimana pemerintah menerima setoran pajak rumah tangga untuk kebutuhan operasional, pembangunan. Dan untuk hubungan dengan Perusahaan, pemerintah mendapatkan penerimaan pajak dari pengusaha dan Pemerintah membeli produk dari perusahaan berdasarkan dana anggaran belanja yang ada.
Pada sektor Dunia Internasional / Luar Negeri, dimana Hubungan dengan RumahTangga adalah dunia internasional menyediakan barang dan jasa untuk kepentingan rumah tangga. dan untuk Hubungan dengan Perusahaan, dunia internasional mengekspor produknya kepada bisnis-bisnis perusahaan.
Negara Indonesia yang sedang dilanda krisis ekonomi yang berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu. Dimana Tingginya tingkat krisis yang dialami negeri kita ini diindikasikan dengan laju inflasi yang cukup tinggi. Sebagai dampak atas inflasi, terjadi penurunan tabungan, berkurangnya investasi, semakin banyak modal yang dilarikan ke luar negeri, serta terhambatnya pertumbuhan ekonomi. Kondisi seperti ini tak bisa dibiarkan untuk terus berlanjut dan memaksa pemerintah untuk menentukan suatu kebijakan dalam mengatasinya. Kebijakan moneter dengan menerapkan target inflasi yang diambil oleh pemerintah mencerminkan arah ke sistem pasar. Artinya, orientasi pemerintah dalam mengelola perekonomian telah bergeser ke arah makin kecilnya peran pemerintah.
Kondisi ekonomi negara Indonesia pada masa orde baru sudah pernah memanas. Pada saat itu pemerintah melakukan kebijakan moneter berupa contractionary monetary policy dan vice versa. Kebijakan tersebut cukup efektif dalam menjaga stabilisasi ekonomi dan ongkos yang harus dibayar relatif murah. Kebijakan moneter yang ditempuh saat ini berupa open market operation memerlukan ongkos yang mahal. Kondisi ini diperparah dengan adanya kendala yang lebih besar, yaitu pengaruh pasar keuangan internasional.
Pengaruh krisis ekonomi pada kebijakan fiskal, dimana Berdasarkan AD/ART pemerintah negara Indonesia, sebagaimana yang dipublikasikan oleh BI, untuk semester pertama tahun anggaran 2000 terlihat bahwa telah terjadi defisit anggaran yang disebabkan oleh peningkatan pengeluaran untuk subsidi dan pembayaran bunga hutang. Meski sebenarnya terjadi peningkatan penerimaan, namun ternyata besarnya peningkatan penerimaan masih jauh lebih rendah dibanding peningkatan pengeluaran. Dominasi kebijakan moneter dibanding kebijakan fiskal dan deregulasi sektor riil menyebabkan terjadinya kebijakan makro ekonomi yang tidak seimbang.
Dari semua unsure APBN hanya pembelanjaan Negara atau pengeluaran dan Negara dan pajak yang dapat diatur oleh pemerintah dengan kebijakan fiscal. Contoh kebijakan fiscal adalah apabila perekonomian nasional mengalami inflasi,pemerintah dapat mengurangi kelebihan permintaan masyarakat dengan cara memperkecil pembelanjaan dan atau menaikkan pajak agar tercipta kestabilan lagi. Cara demikian disebut dengan pengelolaan anggaran.
Instrumen kebijakan fiskal adalah penerimaan dan pengeluaran pemerintah yang berhubungan erat dengan pajak. Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
2.1.1       Tujuan Kebijakan Fiskal
Adapun kebijakan fiskal sebagai sarana menggalakan pembangunan ekonomi bermaksud mencapai tujuan sebagai berikut :
1.         Untuk meningkatkan laju investasi.
Kebijakan fiskal bertujuan meningkatkan dan memacu laju investasi disektor swasta dan sektor Negara. Selain itu, kebijakan fiskal juga dapat dipergunakan untuk mendorong dan menghambat bentuk investasi tertuntu. Dalam rangka itu pemerintah harus menerapkan kebijaan investasi berencana di sektor public, namun pada kenyataannya dibeberapa Negara berkembang dan tertinggal terjadi suatu problem yaitu dimana langkanya tabungan sukarela, tingkat konsumsi yang tinggi dan terjadi investasi dijalur yang tidak produktif dari masyarakat dinegara tersbut. Hal ini disebabkan tidak tersedianya modal asing yang cukup, baik swasta maupun pemerintha. Oleh karena itu kebijakan fiskal memberikan solusi yaitu kebijakan fiskal dapat meningkatkan rasio tabungan inkremental yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan, memacu, mendorong dan menghambat laju investasi. Menurut Dr. R. N. Tripathy terdapaat 6 metode yang diterapkan oleh pemerintah dalam rangka menaikkan rasio tabungan incremental bagi mobilisasi volume keuangan pembangunan yang diperlukan diantaranya; (1) control fisik langsung, (2) peningkatan tariff pajak yang ada, (3) penerapan pajak baru, (4) surplus dari perusahaan Negara, (5) pinjaman pemerintah yang tidak bersifat inflationer dan (6) keuangan deficit.
2.         Untuk mendorong investasi optimal secara sosial.
Kebijakan fiskal bertujuan untuk mendorong investasi optimal secara sosial, dikarenakan investasi jenis ini memerlukan dana yang besar dan cepat yang menjadi tangunggan Negara secara  serentak berupaya memacu laju pembentukkan modal. Nantinya invesati optimal secara sosial bermanfaat dalam pembentukkan pasar yang lebih luas, peningkatan produktivitas dan pengurangan biaya produksi.
3.         Untuk meningkatkan kesempatan kerja.
Untuk merealisasikan tujuan ini, kebijakan fiskal berperan dalam hal pengelolan pengeluaran seperti dengan membentuk anggaran belanja untuk mendirikan  perusahaan Negara dan mendorong perusahaan swasta melalui pemberian subsidi, keringanan dan lain-lainnya sehingga dari pengupayaan langkah ini tercipta tambahan lapangan pekerjaan. Namun, langkah ini harus juga diiringi dengan pelaksanaan program pengendalian jumlah penduduk.
4.         Untuk meningkatkan stabilitas ekonomi ditengah ketidak stabilan internasional
Kebijaksanaan fiskal memegang peranan kunci dalam mempertahankan stabilitas ekonomi menghadapi kekuatan-kekuatan internal dan eksternal. Dalam rangka mengurangi dampak internasional fluktuasi siklis pada masa boom, harus diterapkan pajak ekspor dan impor. Pajak ekspor dapat menyedot rejeki nomplok yang timbul dari kenaikkan harga pasar. Sedangkan bea impor yang tinggi pada impor barang konsumsi dan barang mewah juga perlu untuk menghambat penggunaan daya beli tambahan.
5.         Untuk menanggulangi inflasi
Kebijakan fiskal bertujuan untuk menanggulangi inflasi salah satunya adalah dengan cara penetapan pajak langsung progresif yang dilengkapi dengan pajak komoditi, karena pajak seperti ini cendrung menyedot sebagian besar tambahan pendapatan uang yang tercipta dalam proses inflasi.
6.         Untuk meningkatkan dan mendistribusikan pendapatan nasional
Kebijakan fiskal yang bertujuan untuk mendistribusikan pendapatan nasional terdiri dari upaya meningkatkan pendapatan nyata masyarakat dan mengurangi tingkat pendapatan yang lebih tinggi, upaya ini dapat tercipta apabila adanya investasi dari pemerintah seperti pelancaran program pembangunan regional yang berimbang pada berbagai sektor perekonomian.
2.1.3     Bentuk – Bentuk Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal umumnya dibagi atas tiga kategori, yaitu:
1.      Kebijakan yang menyangkut pembelian pemerintah atas barang dan jasa.
Pembelian pemerintah atau belanja negara merupakan unsur di dalam pendapatan nasional yang dilambangkan dengan huruf “G”. Pembelian atas barang dan jasa pemerintah ini mencakup pemerintah daerah, dan pusat. Belanja pemerintah ini meliputi pembangunan untuk jalan raya, jalan tol, bangunan sekolah, gedung pemerintahan, peralatan kemiliteran, dan gaji guru sekolah.
2.      Kebijakan yang menyangkut perpajakan
Pajak merupakan pendapatan yang paling besar di samping pendapatan yang berasal dari migas. Baik perusahaan maupun rumah tangga mempunyai kewajiban melakukan pembayaran pajak atas beberapa bahkan seluruh kegiatan yang dilakukan. Pajak yang dibayarkan digunakan semata-mata untuk pembangunan negara tersebut. Kebijakan pemerintah atas perpajakan mengalami pembaharuan dari waktu ke waktu, hal ini disebut tax reform (pembaharuan pajak). Tax reform yang dilakukan pemerintah mengikuti adanya perubahan di dalam masyarakat, seperti meningkatnya pendapatan, meningkatnya
3.      Kebijakan yang menyangkut pembayaran transfer.
Pembayaran transfer meliputi kompensasi pengangguran, tunjangan keamanan sosial, dan tunjangan pensiun. Jika dilihat pembayaran transfer merupakan bagian belanja pemerintah tetapi sebenarnya pembayaran tansfer tidak masuk dalam komponen G di dalam perhitungan pendapatan nasional. Alasannya yaitu karena transfer bukan merupakan pembelian sesuatu barang yang baru diproduksi dan pembayaran tersebut bukan karena jual beli barang dan jasa. Pembayaran transfer mempengaruhi pendapatan rumah tangga, namun tidak mencerminkan produksi perekonomian. Karena PDB dimaksudkan untuk mengukur pendapatan dari produksi barang dan jasa serta pengeluaran atas produksi barang dan jasa, pembayaran transfer tidak dihitung sebagai bagian dari belanja pemerintah.
Salah satu gagasan utama Keynes pada tahun 1930-an adalah kebijakan fiskal dapat dan hendaknya digunakan untuk menstabilkan tingkat keluaran dan peluang kerja. Secara spesifik menurut Keynes, terdapat dua hal yang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam kebijakan fiskal yaitu:
1)      Kebijakan fiskal ekspansioner
yaitu memotong pajak dan/atau menaikkan pengeluaran untuk mengeluarkan perekonomian dari penurunan.
2)      Kebijakan fiskal kontraksioner
yaitu menaikkan pajak dan/atau memangkas pengeluaran untuk mengeluarkan perekonomian dari inflasi.
Dari sisi pajak jelas jika mengubah tarif pajak yang berlaku akan berpengaruh pada ekonomi. Jika pajak diturunkan maka kemampuan daya beli masyarakat akan meningkat dan industri akan dapat meningkatkan jumlah output. Dan sebaliknya kenaikan pajak akan menurunkan daya beli masyarakat serta menurunkan output industri secara umum.
Kebijakan fiskal mempunyai pengaruh baik jangka panjang maupun jangka pendek. Kebijakan fiskal mempengaruhi tabungan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang , sedangkan dalam jangka pendek mempunyai pengaruh terhadap permintaan agregat barang dan jasa.
2.1.4 APBN dan Kebijaksanaan Fiskal
Pengaruh kebijaksanaan fiskal terhadap perekonomian bisa dianalisa dalam dua tahap yang berurutan, yaitu :
a.       Bagaimana suatu kebijaksanaan fiskal diterjemahkan menjadi suatu APBN
b.      Bagaimana APBN tersebut mempengaruhi perekonomian.
APBN mempunyai dua kategori, kategori yang pertama yaitu, mencatat pengeluaran dan penerimaan yang terdiri dari beberapa pos utama diantaranya:
PENERIMAAN
PENGELUARAN
1.      Pajak (berbagai macam)
2.      Pinjaman dari Bank Sentral
3.      Pinajaman dari masyarakat dalam negeri
4.      Pinjaman dari luar negeri
1.      Pengeluaran pemerintah untuk pembelian barang/jasa
2.      Pengeluaran pemerintah untuk gaji pegawai
3.      Pengeluaran pemerintah untuk transfer payment
Kebijakan anggaran pemerintah dahulu selalu mengharuskan kebijakan anggaran berimbang. Kebijakan anggaran berimbang terjadi ketika pemerintah menetapkan pengeluaran sama besar dengan pemasukan. Namun pada saat ini kebijakan anggran dapat menjadi kebijakan anggaran defisit (defisit budget), anggaran surplus (surplus budget).
Kebijakan Anggaran Defisit adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pengeluaran lebih besar dari pemasukan negara guna memberi stimulus pada perekonomian. Dalam hal ini, peningkatan pengeluaran yaitu pembelian pemerintah atas barang dan jasa. Peningkatan pembelian atau belanja pemeritah berdampak terhadap peningkatan pendapatan nasional. Contohnya pemerintah mengadakan proyek membangun jalan raya. dalam proyek ini pemerintah membutuhkan buruh dan pekerja lain untuk menyelesaikannya. dengan kata lain proyek ini menyerap SDM sebagai tenaga kerja. hal ini membuat pendapatan orang yang bekerja di situ bertambah. Anggaran defisit memiliki keunggulan maupun kelemahan, salah satu keunggulannya adalah terdapat penertiban pada angka defisit dan nilai tambahan utang yang jelas dan lebih transparan serta bisa diawasi masyarakat. Menurut Menkeu Agus DW Martowardojo penerapan kebijakan anggaran defisit tujuannya untuk menciptakan ekspansi fiskal dan menguatkan pertumbuhan ekonomi agar tetap terjaga pada level yang tinggi. Umumnya sangat baik digunakan jika keadaan ekonomi sedang resesif. . Anggaran defisit salah satunya dengan melakukan peminjaman/hutang, dahulu pemerintahan Bung Karno pernah menerapkannya dengan cara memperbanyak utang dengan meminjam dari Bank Indonesia, yang terjadi kemudian adalah inflasi besar-besaran (hyper inflation) karena uang yang beredar di masyarakat sangat banyak. Untuk menutup anggaran yang defisit dipinjamlah uang dari rakyat, sayangnya rakyat tidak mempunyai cukup uang untuk memberi pinjaman pada pemerintah. akhirnya, pemerintah terpaksa meminjam uang dari luar negeri. Ini merupakan salah satu kasus yang menggambarkan kelemahan dari anggaran defisit.
Sedangkan, anggaran surplus adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.
Anggaran surplus (Surplus Budget)/ Kebijakan Fiskal Kontraktif adalah kebijakan pemerintah untuk membuat pemasukannya lebih besar daripada pengeluarannya. Baiknya politik anggaran surplus dilaksanakan ketika perekonomian pada kondisi yang ekspansi yang mulai memanas (overheating) untuk menurunkan tekanan permintaan.  Cara kerja anggara surplus adalah kebalikan dari anggaran defisit, uang yang didapat pemerintah dari pendapatan pajak lebih banyak dari yang dibelanjakan, pemerintah memenfaatkan selisihnya untuk melunasi beberapa hutang pemerintah yang masih ada. Surplus anggaran akan menaikkan dana pinjaman, mengurangi suku bunga dan meningkatkan investasi. Investasi yang lebih tinggi seterusnya dapat meningkatkan akumulasi modal dan mempercepat pertumbuhan ekonomi.
2.1.5       Pengaruh Risiko Kebijakan Fiskal
Resiko Fiskal didefinisikan sebagai potensi tambahan deficit APBN yang disebabkan oleh sesuatu di luar kendali pemerintah. Pengungkapan resiko fiskal sangat perlu untuk empat tujuan strategis, yaitu :
a.       Peningkatan kesadaran seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam pengelolaan kebijakan fiskal.
b.      Meningkatkan keterbukaan fiskal
c.       Meningkatkan tangung jawab fiskal
d.      Menciptakan kesinambungan fiskal
Resiko Fiskal dikelompokkan dalam empat kategori utama yaitu :
1.      Resiko Ekonomi Makro
Dalam penyusunan APBN indikator-indikator ekonomi makro yang digunakan sebagai dasar penyusunan adalah pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, suku bunga sertifikat Bank Indonesia, nilai tukar rupiah, harga minyak mentah Indonesia dan lifting minyak. Indikator tersebut merupakan asumsi dasar yang menjadi acuan penghitungan besaran-besaran pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam APBN. Secara umum sumber resiko fiskal yang dihadapi oleh APBN 2012 terutama berasal dari dua resiko utama, yakni inflasi dan harga minyak.
a.       Inflasi
Pemerintah memproyeksikan angka inflasi tahun 2012 berkisar antara 3,5-5,5 persen. Sementara itu menurut IMF dalam World Economic Outlook per April 2012, inflasi diperkirakan sebesar 5,85 persen. Angka ini lebih tinggi daripada realisasi inflasi tahun 2010 dan lebih rendah dari proyeksi tahun 2011. Dengan demikian angka proyeksi pemerintah masih sejalan dengan kecendrungan penurunan angka inflasi. Meskipun angka inflasi telah menunjukkan angka penurunan, tetapi resiko tekanan inflasi ke depan diperkirakan masih cukup tinggi.
b.      Harga Minyak.
Pemerintah memerintahkan harga minyak berkisar antara US$ 75 per barel s/d US$95 per barel, angka tersebut sejalan dengan penurunan harga minyak dipasaran dunia.
2.      Resiko Utang Dinamika Ekonomi Makro
Pengelolaan resiko utang diperlukan agar target pembiayaan utang dapat diperoleh dengan biaya yang wajar dan tidak menimbulkan penumpukan beban utang yang tidak terkendali pada masa yang akan mendatang.pada dasarnya resiko utang terdiri dari empat, diantaranya :
a.       Resiko pasar ini terdiri dari resiko nilai tukar, resiko tingkat bunga dan resiko likuiditas yag timbul sebagai akibat dari ketidakpastian kondisi pasar keuangan yang dinamis. Resiko nilai tukar terutama berasal dari utang melalui pinjaman luar negeri, sedangkan resiko tingkat bunga bersumber dari pinjaman luar negeri berbasis LIBOR dan SBN berbasis SBI 3 bulan.
b.      Sedangkan resiko pembiayaan kembali disebabkan oleh besarnya pembayaran kewajiban utang pada tahun/ periode tertentu.
c.       Resiko operasional
Resiko operasional adalah resiko yang disebabkan oleh kegagalan pada orang, proses bisnis dan sistem diunit terkait. Sert yang ditimbulkan oleh aspek legal. Resiko ini antara lain dapat berupa gagal bayar akibat kelalaian manusia atau kegagalan sistem yang berdampak pada penurunan sorvereign credit rating.
d.      Resiko Reputasi
Resiko Reputasi merupakan resiko penurunan kredibilitas pengelolaan utang dari sudut pandang investor dan lender yang disebabkan oleh rendahnya tingkat kepastian dan konsistensi penerapan strategi pengelolaan utang.
3.      Kewajiban Kontijensi Pemerintah Pusat
Kewajiban kontijensi merupakan kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadinya atau tidak terjadinya suatu peristiwa atau lebih pada masa datang yang tidak sepenuhnya berada dalam kendali pemerintah. Kewajiban kontijensi pemerintah pusat yang menjadi resiko fiskal bersumber dari pemberian dukungan dan/ atau pinjaman pemerintah atas proyek-proyek infrastruktur, kewajiban yang timbul akibat program pension dan tabungan hari tua pegawai negeri.
4.      Desentralisasi Fiskal
Kebijakan desentralisasi fiskal dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan, pemberdayaan dan peran serta masyarakat, serta peningkatan daya saing daerah dengan memperhatikan prinsip demokrasi, pemerataan, keadilan, keistimewaan, dan kekhususan suatu daerah dalam sistem Negara Republik Kesatuan Indonesia. dalam hal pelaksanaanya, penerapan kebijakan ini selain menghasilkan hal-hal positif sebagaimana yang diharapkan ternyata juga berpotensimenimbulkan resiko fiskal. Resiko Fiskal  dari desentarlisasi fiskal diantaranya, bersumber dari kebijakan pemekaran daerah, tunggakan pemerintah daerah atas pengembalian penerusan pinjaman dari luar negeri dan rekening pinjaman daerah serta pengalihan pajak pusat menjadi pajak daerah.
2.1.6  Aspek  Kebijaksanaan Fiskal
kebijakan fiskal atau kebijakan anggaran dapat dinilai dari dua aspek, yaitu aspek kuantitatif dan aspek kualitatif.
1. Aspek kuantitatif artinya berhubungan dengan jumlah uang yang harus ditarik dan dibelanjakan.
2. Aspek kualitatif artinya berhubungan dengan peningkatan jenis-jenis pajak, pembayaran-pembayaran, dan subsidisubsidi. Penyusunan APBN digunakan sebagai penentu kebijakan fiskal suatu negara, sebagai alat untuk memengaruhi peningkatan pendapatan nasional.
2.1.7  Pokok-Pokok  Kebijaksanaan Fiskal
Pokok-pokok kebijakan fiskal dalam APBN dapat diperinci berdasarkan arah kebijakan dan strategi kebijakan.
a. Arah Kebijakan Fiskal dalam APBN
1) Kebijakan fiskal dalam APBN diarahkan untuk dapat membiayai pengeluaran dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan negara yang efektif namun tetap efisien dan bebas dari pemborosan maupun korupsi.
2) Kebijakan fiskal diarahkan untuk dapat turut serta dalam memelihara dan memantapkan stabilitas perekonomian, dan berperan sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi.
3) Kebijakan fiskal diarahkan untuk dapat mengatasi masalah-masalah mendasar yang menjadi prioritas
pembangunan, yaitu:
a) penanggulangan kemiskinan;
b) peningkatan kesempatan kerja, investasi, dan ekspor;
c) revitalisasi pertanian dan pembangunan perdesaan;
d) peningkatan kualitas dan aksesibilitas terhadap
pendidikan dan pelayanan kesehatan;.
4) Kebijakan fiskal diarahkan untuk mendukung keberlanjutan proses konsolidasi desentralisasi fiscal dalam rangka penyelenggaraan otonomi daerah dengan tujuan antara lain untuk mengurangi kesenjangan fiscal antara pusat dan daerah, serta antardaerah, dan mengurangi kesenjangan pelayanan publik antardaerah.
b. Strategi ebijakan Fiskal dalam APBN
1) Meningkatkan konsolidasi fiskal untuk mempertahankan kesinambungan fiskal (fiscal sustainability).
2) Mengupayakan penurunan beban utang, pembiayaan yang efisien, dan menjaga kredibilitas pasar modal.
3) Menurunkan defisit anggaran terhadap PDB.
4) Meningkatkan penerimaan negara yang bersumber dari pajak dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).
5) Mengendalikan dan meningkatkan efisiensi belanja negara.
6) Memberikan stimulus guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.
7) Melanjutkan reformasi administrasi perpajakan, kepabeanan, dan cukai.
8) Mempertajam prioritas alokasi anggaran belanja pemerintah pusat.
9) Mengalokasikan alokasi anggaran belanja ke daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku.
10) Mengoptimalkan kebijakan pembiayaan defisit anggaran dengan biaya dan tingkat risiko yang rendah.
2.1.8  Macam-macam  kebijakan anggaran/kebijakan fiskal
APBN yang disusun pemerintah setiap tahun dapat dimanfaatkan untuk menentukan kebijakan anggaran (fiskal) yang disesuaikan dengan kondisi perekonomian suatu negara. Kebijakan anggaran meliputi hal-hal berikut.
a. Anggaran Seimbang
Anggaran seimbang adalah anggaran yang disusun dengan pendapatan totalnya sama/seimbang dengan pengeluaran totalnya. Tujuannya untuk memelihara stabilitas ekonomi dan mencegah terjadinya defisit.
b. Anggaran Dinamis
Anggaran dinamis adalah anggaran yang selalu meningkat dibandingkan anggaran tahun sebelumnya. Selain itu diusahakan meningkatkan pendapatan dan penghematan dalam pengeluarannya, sehingga dapat meningkatkan tabungan pemerintah/negara untuk kemakmuran masyarakat.
c. Anggaran Defisit
Anggaran defisit adalah anggaran dengan pengeluaran Negara lebih besar daripada penerimaan negara. Intinya, penerimaan rutin dan penerimaan pembangunan tidak mencukupi untuk membiayai seluruh pengeluaran pemerintah. Dengan kata lain, defisit APBN terjadi apabila pemerintah harus meminjam dari bank sentral atau harus mencetak uang baru untuk membiayai pembangunannya.
d. Anggaran Surplus
Anggaran surplus adalah anggaran dengan penerimaan negara lebih besar daripada pengeluaran. Kebijakan ini dijalankan bila keadaan ekonomi sedang dilanda inflasi (kenaikan harga secara terus-menerus), sehingga anggaran harus menyesuaikan kenaikan harga barang atau jasa.
Untuk mengatasi defisit anggaran antara lain dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.
a. Kemungkinan Penciptaan Uang Baru
Untuk membiayai pengeluaran, pemerintah dapat menciptakan uang baru, dengan cara mengeluarkan uang kertas baru melalui pinjaman dari Bank Sentral berupa kredit kepada pemerintah, atau sering dikatakan Anggaran Defisit Spending. Risiko yang timbul adalah terjadinya inflasi, yaitu meningkatkan harga barang secara umum, karena bertambahnya jumlah uang yang beredar.
b. Kemungkinan untuk Pinjaman
Untuk membiayai pengeluaran, pemerintah dapat memperoleh dana melalui pinjaman dengan cara pengeluaran obligasi dan surat-surat berharga.
Mulai tahun 2000, format dan struktur dalam APBN menggunakan anggaran defisit, artinya jumlah pengeluaran lebih besar daripada penerimaannya dan dibiayai dengan sumber-sumber pembiayaan dari dalam dan luar negeri. Dan diusahakan untuk menghemat pengeluaran rutin, serta pengeluarannya ditujukan untuk pembangunan di bidang kegiatan yang produktif sehingga dapat meningkatkan pendapatan nasional.
Untuk mencapai kebijakan tersebut, maka penyusunan APBN harus berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut.
a. Anggaran berimbang yang dinamis, maksudnya penerimaan diusahakan meningkat melalui tabungan pemerintah.
b. Penentuan skala prioritas yang tepat, artinya pengeluaran harus disesuaikan dengan kepentingannya.
c. Dana-dana pembangunan dalam negeri yang makin besar, artinya penerimaan dalam negeri selalu ditingkatkan, sedangkan penerimaan pembangunan (yang berasal dari utang luar negeri) selalu diperkecil.
d. Bekerja atas dasar program terpadu, artinya pelaksanaan program yang dapat menjamin terpeliharanya stabilitas kehidupan ekonomi yang mampu mendorong pembangunan secara mantap.
2.1.9  Kebijakan fiskal pada pendapatan nasional
Pada sistem perekonomian yang tertutup (tidak ada perdagangan internasional) maka pendapatan nasional (Y) dapat tersusun atas konsumsi (C), investasi (I), pengeluaran pemerintah (G). Dirumuskan :
Y = C + I + G
Dimana konsumsi (C) sebagai fungsi dirumuskan sebagai :
C = aY + b
Pendapatan disposibel (YD) sebagai nilai pendapatan yang dapat dibelanjakan diformulasikan sebagai :
YD = Y – Tx + Tr
YD = C + S
Dimana :
Tx : Pajak
Tr : Transfer pemerintah
S : Saving
Dimana saving dapat difungsikan sebagai :
S = (1-a)Y – b
Dengan pendekatan matematis dapat ditemukan adanya angka pengganda/ multiplier dalam perekonomian dengan penggunaan kebijakan fiskal, yaitu :
·         Angka pengganda investasi
·         Angka pengganda konsumsi
·         Angka pengganda pengeluaran pemerintah
·         Angka pengganda transfer pemerintah
·         Angka pengganda pajak

2.1.10 kerangka umum kebijakan fiskal

Bank Sentral pertam-tama menetapkan target kebijakan yang akan dicapai, apakah stabilitas harga, pertumbuhan ekonomi, terbukanya kesempatan kerja atau keseimbangan neraca pembayaran
Target tersebut ditetapkan untuk mendukung kebijakan ekonomi makro yakni terwujudnya kesejahteraan rakyat
Berhubung bahwa variable utama pasar uang, yakni suku bunga dan jumlah uang beredar mempunyai peranan yang sangat menentukan dapat dicapainya target atau tidak maka tahap selanjutnya adalah
1.      Memilih variable pasar uang sering yang paling tepat untuk dikontrol, agar perkembangannya dapat mencapai sasaran
2.      Indicator pasar uang sering bergejolak sesuai dengan  perubahan yang terjadi pada kekuatan yang bergerak di pasar uang, Yaitu berupa permintaan dan penawaran uang
3.      Indicator yang dipilih harus dapat dikendalikan, kearah perkembangan yang menunjang pencapaian target yang telah ditentukan
4.      Pengendalian dilakukan oleh bank sentral dengan menggunakan instrumen moneter yang dimiliki, yakni resense requirement, open market operation dan discount rate policy
§  Strategi kebijakan moneter
§  Efektivitas kebijakan moneter
§  Idealnya tujuan/ sasaran kebijakan ekonomi makro dan utamnya kebijakan fiscal dapat dicapai secara serempak dan optimal
§  Kenyataan menunjukkan bahwa upaya pencapaian tujuan tersebut tidak dapat direalisir, karena adanya unsur yang bersifat kontradiktif dalam proses pencapaian semua tujuan
§  Sebagai ilustrasi, apabila bank sentral melakukan ekspansi moneter untuk mendorong tingkat pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja, tindakan tersebut akan berakibat negative terhadap stabilitas harga dan keseimbangan neraca pembayaran
§  Ekspansi yang berlebihan akan mendorong laju inflasi, yang pada gilirannya akan mempengaruhi kegiatan eksport, import barang dan jasa. Sebaliknya kebijakan moneter yang ketat akan menunjang stabilitas harga dan keseimbangan neraca pembayaran, namun kebijakan tersebut akan mendorong kenaikan suku bunga yang pada akhirnya akan berakibat menghambt investasi dan produksi dan akibat lebih lanjut adalah memperlambat pertumbuhan ekonomi dan meluasnya tingkat pengangguran
§  Sebagai otoritas moneter, Bank sentral dihadapkan pada pilihan, berkenaan dengan trade off antara pertumbuhan ekonomi dan inflasi
·         Bank sentral dapat memilih salah satu dari sasaran untuk dicapai secara optimal dengan mengabaikan sasaran lainnya. Misalnya, memilih tingkat pertumbuhan yang tinggi dengan mengabaikan tingkat inflasi
·         Bank sentral memilih pencapaian semua sasaran secara serempak, tetapi tidak ada satupun yang dapat secara optimal, misalnya menginginkan pertumbuhan ekonomi yang relative rendah, demi tetap terpeliharanya stabilitas harga
·         Pilihan terhadap sasaran mana yang akan dicapai, sangat ditentukan oleh kondisi objektif perekonomian negara yang dihadapi
2.1.11  Kebijakan fiskal Indonesia
Beban Utang Meningkat. Ketika krisis mulai melanda Indonesia pada pertengahan 1997 kondisi keuangan negara kita sebenarnya tidak terlalu buruk. Pada tahun 1996 APBN (menurut cara pembukuan GFS yang sejak 2000 kita pakai) surplus sebesar 1,9% dari PDB, hutang Pemerintah dengan luar negeri adalah USD 55,3 milyar atau sekitar 24% dari PDB sedangkan hutang dalam negeri tidak ada. Realisasi APBN 1997 sampai dengan Semester I juga baik. Surplus anggaran setengah tahun itu mencapai 1,8% dari PDB dan hutang pemerintah tidak banyak berubah.
Krisis mengubah itu semua. Defisit anggaran serta merta membengkak dan hutang Pemerintah meningkat tajam. Pada tahun 1998, tahun yang paling kelabu dalam krisis, Indonesia mengalami kombinasi dua penyakit ekonomi yang paling fatal: sektor riil yang macet dan hiperinflasi. Tahun itu PDB kita anjlok dengan sekitar 13%, inflasi mencapai sekiktar 78% dengan harga makanan meningkat lebih dari dua kali lipat, kurs melonjak-lonjak tak menentu dan serta merta anggaran negara berubah dari surplus menjadi defisit 1,7% dari PDB.
Grafik Ruang Fiskal Indonesia
Grafik Ruang Fiskal Indonesia
Pada tahun 2000, sewaktu proses rekapitalisasi perbankan rampung, utang Pemerintah mencapai Rp 1.226,1 triliun (setara USD 60,8 miliar pada waktu itu) atau sekitar 96 % dari PDB. Melonjaknya beban utang ini hampir seluruhnya karena timbulnya utang dalam negeri dalam jumlah yang besar sebagai akibat dari upaya kita untuk menyelamatkan sektor perbankan yang berantakan dilanda krisis.
Jumlah utang dalam negeri sebesar Rp 643 triliun itu merupakan akumulasi dari biaya yang timbul dari tiga kebijakan pokok untuk menopang perbankan nasional selama krisis. Ketiga kebijakan tersebut dilaksanakan secara hampir berurutan sejalan dengan tahap perkembangan krisis.
Optimalisasi Anggaran
Untuk mendanai anggaran belanja negara pada tahun depan, dalam RAPBN 2009 pendapatan negara mencapai Rp1.021,6 triliun. Artinya, anggaran ini meningkat sebesar Rp127,6 triliun atau 14,3% dari APBN-P 2008. Jumlah tersebut berasal dari penerimaan perpajakan sebesar Rp726,3 triliun dan penerimaan negara bukan pajak Rp295,3 triliun. Rencana penerimaan perpajakan itu berarti naik sekitar Rp117 triliun atau 19,2% dari 2008. Peningkatan penerimaan perpajakan nonmigas pada 2009 tetap ditargetkan tumbuh sekitar 20%, meskipun tarif pajak diturunkan dari 30% menjadi 28% untuk PPh badan dan dari 35% menjadi 30% untuk PPh orang pribadi. Bahkan untuk usaha kecil menengah, tarif pajak hanya sebesar 15% atau diberikan keringanan sebesar 50% lebih rendah dari tarif PPh badan. Ditetapkan pula kenaikan batas penghasilan tidak kena pajak (PTKP) dari saat ini, sebesar Rp13,2 juta, menjadi Rp15,8 juta untuk wajib pajak orang pribadi, sehingga dapat meringankan wajib pajak menengah ke bawah. Sementara itu, target penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dalam RAPBN 2009 direncanakan mencapai Rp295,3 triliun, naik Rp12,5 triliun dari APBN-P 2008. Nilai PNBP terbesar berasal dari sektor migas dan pertambangan umum. Saat ini, ditempuh upaya pengendalian cost recovery lewat evaluasi komponen biaya produksi, dan standar biaya pengadaan barang dan jasa oleh kontraktor.
Mendorong Perekonomian
Alokasi belanja negara dalam RAPBN 2009 sebesar Rp1.122 triliun dengan komposisi belanja departemen (31%), subsidi (21%), bunga utang (10%), dan dana daerah (28%). Dengan demikian, lebih dari 70% alokasi RAPBN 2009 dipergunakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Pemerintah pusat mengendalikan Rp818 triliun dan lebih dari Rp312 triliun lewat dapartemen. Pencairan anggaran yang selama ini menjadi masalah, dari waktu ke waktu telah menunjukkan perbaikan. Program revitalisasi pertanian selama tiga tahun terakhir ini berhasil mendorong swasembada pangan. Pada saat dunia mengalami tekanan harga pangan yang tinggi, dan munculnya kecenderungan proteksionisme global dalam bentuk larangan ekspor komoditas pangan, kita mampu mengamankan ketahanan pangan. Jaringan transportasi dan telekomunikasi dari Sabang sampai Merauke, dari Sangihe Talaud sampai Pulau Rote, penyelesaian jalur dan jaringan telekomunikasi (Palapa Ring) di wilayah Indonesia Timur, misalnya, merupakan salah satu perekat utama Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jaringan ini juga menjadi tulang punggung distribusi, baik barang dan penumpang maupun jasa, serta penting dalam peningkatan produksi. Untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, pemerintah menempuh beberapa jalur utama. Pada 2009, belanja infrastruktur ditingkatkan, sehingga memungkinkan penyelesaian beberapa proyek besar di antaranya Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), Bandara Kuala Namu di Sumatra Utara, dan Bandara Hasanuddin di Sulawesi Selatan. Juga beberapa jalan arteri dan jalan akses, seperti lintas pantai selatan Jawa dan pulau-pulau terpencil serta terluar. Pembangunan rail link kereta api Manggarai-Bandara Cengkareng, jalur KA ganda Kroya-Kutoarjo, Cirebon Kroya, dan Tegal-Pekalongan. Pengembangan pelabuhan strategis di Belawan, Manokwari, Bitung, Bojonegara, dan Manado juga dilakukan penyelesaiannya pada 2009.
Di sektor kelistrikan program 10.000 MW diharapkan secara bertahap akan menghilangkan krisis pasok listrik di semua belahan Nusantara. Mulai pertengahan 2009, krisis listrik di Jawa-Bali diharapkan teratasi. Program ini juga diharapkan mengurangi ketergantungan PLN terhadap bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi perusahaan swasta untuk ikut membangun dan mengusahakan kegiatan infrastruktur secara adil, kompetitif, dan transparan. Untuk pembangunan jalan tol trans-java dan JORR di wilayah Jabodetabek, telah disediakan dana pembelian tanah dan risiko biaya pengadaan tanah untuk 28 ruas jalan kepada kontraktor
2.2KEBIJAKAN MONETER
2.2.1 . Arti Definisi / Pengertian Kebijakan Moneter (Monetary Policy)
Kebijakan Moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan.
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beedar.
2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy
Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).
2.2.2 Instrumen kebijakan moneter
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah duit yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum terkadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
4. Himbauan Moral (Moral Persuasion)
Himbauan moral adalah kebijakan moneter untuk mengatur jumlah uang beredar dengan jalan memberi imbauan kepada pelaku ekonomi. Contohnya seperti menghimbau perbankan pemberi kredit untuk berhati-hati dalam mengeluarkan kredit untuk mengurangi jumlah uang beredar dan menghimbau agar bank meminjam uang lebih ke bank sentral untuk memperbanyak jumlah uang beredar pada perekonomian
2.2.3 jenis-jenis kebijakan moneter
Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
1. Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beedar.
2. Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy Adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy).
            The multiplier effect perbankan cadangan fraksional memperkuat dampak dari tindakan. transaksi pasar Konstan oleh otoritas moneter memodifikasi pasokan mata uang dan ini dampak variabel pasar lain seperti suku bunga jangka pendek dan nilai tukar.
1.      Inflasi penargetan
Berdasarkan pendekatan kebijakan target adalah untuk menjaga inflasi , di bawah sebuah definisi tertentu seperti Indeks Harga Konsumen , dalam kisaran yang diinginkan. Target inflasi ini dicapai melalui penyesuaian berkala kepada Bank Sentral suku bunga target. Tingkat bunga yang digunakan adalah umumnya tingkat antar bank di mana bank meminjamkan kepada satu sama lain semalam untuk keperluan arus kas. Tergantung pada negara ini tingkat bunga tertentu yang bisa disebut uang bunga atau sesuatu yang serupa.
Target suku bunga dipertahankan untuk jangka waktu tertentu menggunakan operasi pasar terbuka. Biasanya durasi bahwa target suku bunga dipertahankan konstan akan bervariasi antara bulan dan tahun. Target suku bunga biasanya ditinjau secara bulanan atau kuartalan oleh komite kebijakan.
Perubahan target suku bunga dibuat sebagai tanggapan terhadap berbagai indikator pasar dalam upaya untuk memperkirakan tren ekonomi dan dengan demikian pasar tetap pada jalur untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan. Sebagai contoh, satu metode sederhana inflation targeting disebut aturan Taylor menyesuaikan tingkat suku bunga sebagai respon terhadap perubahan dalam tingkat inflasi dan kesenjangan output . Aturan diusulkan oleh John B. Taylor dari Universitas Stanford .
Penargetan inflasi pendekatan untuk pendekatan kebijakan moneter ini dipelopori di Selandia Baru. Hal ini saat ini digunakan di Australia , Brazil , Kanada , Chile , Kolombia , yang Republik Ceko , Selandia Baru , Norwegia , Islandia , Filipina , Polandia , Swedia , Afrika Selatan , Turki , dan Inggris .
1.      Harga Penargetan Tingkat
Harga penargetan tingkat mirip dengan inflation targeting kecuali bahwa pertumbuhan CPI dalam satu tahun atas atau di bawah target tingkat harga jangka panjang adalah offset pada tahun-tahun berikutnya sehingga tingkat harga yang ditargetkan tercapai dari waktu ke waktu, misalnya lima tahun, memberikan kepastian lebih lanjut tentang masa depan kenaikan harga kepada konsumen. Dalam inflation targeting apa yang terjadi pada tahun-tahun terakhir segera tidak diperhitungkan atau disesuaikan dalam tahun berjalan dan masa depan.
1.      Agregat Moneter
Pada 1980-an, beberapa negara menggunakan pendekatan yang didasarkan pada pertumbuhan konstan dalam jumlah uang beredar. Pendekatan ini disaring untuk memasukkan kelas yang berbeda dari uang dan kredit (M0, M1 dll). Di Amerika Serikat ini pendekatan kebijakan moneter dihentikan dengan pemilihan Alan Greenspan sebagai Ketua Fed.  Pendekatan ini juga kadang-kadang disebut monetarisme . Sementara kebijakan yang paling moneter berfokus pada sinyal harga satu bentuk atau lain, pendekatan ini difokuskan pada jumlah moneter.
1.      Nilai Tukar Tetap
Kebijakan ini didasarkan pada mempertahankan nilai tukar tetap dengan mata uang asing. Ada berbagai tingkat nilai tukar tetap, yang dapat peringkat dalam kaitannya dengan cara kaku kurs tetap adalah dengan bangsa jangkar.
Di bawah sistem nilai fiat tetap, pemerintah daerah atau otoritas moneter menyatakan nilai tukar tetap tetapi tidak aktif membeli atau menjual mata uang untuk mempertahankan tingkat. Sebaliknya, tingkat dipaksakan oleh-konvertibilitas tindakan-tindakan non (misalnya kontrol modal , impor / lisensi ekspor, dll). Dalam hal ini ada tingkat pasar gelap tukar dimana perdagangan mata uang pada pasar / nilai tidak resmi.
Di bawah sistem fixed-konvertibilitas, mata uang dibeli dan dijual oleh bank sentral atau otoritas moneter setiap hari untuk mencapai nilai tukar target. Tingkat mungkin target tingkat tetap atau sebuah band tetap di mana nilai tukar dapat berfluktuasi sampai otoritas moneter campur tangan untuk membeli atau menjual yang diperlukan untuk mempertahankan nilai tukar dalam band. (Dalam kasus ini, nilai tukar tetap dengan tingkat tetap dapat dilihat sebagai kasus khusus dari kurs tetap dengan band-band di mana band-band yang diatur ke nol.)
2.2.4 Tujuan Kebijakan Moneter
  1. Mengedarkan mata uang sebagai alat pertukaran (medium of exchange) dalam perekonomian.
  2. Mempertahankan keseimbangan antara kebutuhan likuiditas perekonomian dan stabilitas tingkat harga.
  3. Distribusi likuiditas yang optimal dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan pada berbagai sektor ekonomi 
  4. Membantu pemerintah melaksanakan kewajibannya yang tidak dapat terealisasi melalui sumber penerimaan yang normal.
  5. Menjaga kestabilan Ekonomi Artinya pertumbuhan arus barang dan jasa seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.
  6. Menjaga kestabilan Harga .Harga suatu barang merupakan hasil interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah uang yang tersedia di pasar.
  7. Meningkatkan kesempatan kerja ,Pada saat perekonomian stabil pengusaha akan mengadakan investasi untuk menambah jumlah barang dan jasa sehingga adanya investasi akan membuka lapangan kerja baru sehingga memperluas kesempatan kerja masyarakat.
  8. Memperbaiki neraca Perdagangan Kerja Masyaraka Dengan jalan meningkatkan ekspor dan mengurangi impor dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri atau sebaliknya.
Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia. Hal yang dimaksud dengan kestabilan nilai rupiah antara lain adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin pada inflasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sejak tahun 2005 Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating). Peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan. Oleh karenanya, Bank Indonesia juga menjalankan kebijakan nilai tukar untuk mengurangi volatilitas nilai tukar yang berlebihan, bukan untuk mengarahkan nilai tukar pada level tertentu.
Dalam pelaksanaannya, Bank Indonesia memiliki kewenangan untuk melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter (seperti uang beredar atau suku bunga) dengan tujuan utama menjaga sasaran laju inflasi yang ditetapkan oleh Pemerintah. Secara operasional, pengendalian sasaran-sasaran moneter tersebut menggunakan instrumen-instrumen, antara lain operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan. Bank Indonesia juga dapat melakukan cara-cara pengendalian moneter berdasarkan Prinsip Syariah.
2.2.5 strategi kebijakan moneter
1.      Bank sentral perlu secara aktif melakukan tindakan moneter, untuk memperluas konjungtur sedemikian rupa, sehingga gelombang konjungtur menjadi lebih lunak. Kebijakan ini dikenal sebagai counter cyclical monetary policy.
2.      Sebaliknya bank sentral bertindak pasif, usaha untuk melunakkan gelombang konjungtur/ fluktuasi perekonomian, hendaknya dihindari, dan kebijakan moneter diarahkan agar siklus bisnis berjalan secara wajar (accommodative monetary policy)
3.      Pendukung counter monetary policy mengatakan bahwa saat perekonomian akan mengalami resesi, bank sentral harus menempuh strategi kebijakan moneter ekspansif, demikian pula sebaliknya pada saat boom bank sentral harus melakukan strategi kebijakan moneter yang bersifat kontraktif untuk memperlambat perkonomian, agar terhindar dari inflasi
4.      Menentukan monetary aggregate mana yang akan dipilih, apakah base money/ reserve money (RM), narrow money (M1) atau Broad money (M2)
5.      Menentukan besarnya monetary aggregate yang dilakukan dengan langkah- langkah:
a.       Menformulasikan fungsi demand for money, yakni mencari hubungan fungsional demand for money dengan variable- variable ekonomi seperti tingkat pendapatan, tingkat harga dan tingkat bunga
b.      Melakukan proyeksi tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, dan tingkat bunga untuk suatu periode yang akan datang
c.       Memperkirakan tingkat pendapatan, harga dan tingkat suku bunga tersebut, selanjutnya disubstitusikan kedalam fungsi demand for money, sehingga akan diperoleh besarnya monetary aggregate yang diminta oleh perkonomian tersebut untuk masa yang akan datang
d.      Besarnya monetary aggregate tersebut, merupakan sasaran perencanaan moneter bank sentral, artinya bank sentral akan mengatur pasokan uang baik secara langsunf maupun tidak langsung, sama besarnya dengan permintaan uang, sehingga proyeksi pertumbuhan ekonomi, tingkat harga, dan suku bunga dapat dicapai.
2.2.6 Masalah pokok dalam formulasi kebijakan moneter/Efektivitas kebijakan moneter
§  Diukur dari berdasarkan tujuan yang akan dicapai, tetapi sejauh mana kebijakan moneter efektif terdapat dua pendapat, yaitu:
1.      Natural Rate Hypothesis
§  Berpendapat bahwa kebijakan moneter hanya efektif dalam jangka waktu pendek dan menjadi tidak efektif untuk jangka waktu panjang
2.      Rational Expectation Hypothesis
§  Berpendapat bahwa kebijakan moneter tidak efektif baik untuk jangka waktu pendek maupun panjang
§  Pajak dan belanja/ pengeluaran pemerintah merupakan instrument kebijakan fiscal yang dapat dipergunakan untuk mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, perluasan kesempatan kerja, dan stabilitas harga barang dan jasa
§  Pajak sebagai instrument kebijakan karena memiliki beberapa fungsi, yaitu:
2.3KEBIJAKAN MONETER DENGAN KEBIJAKAN FISKAL
2.3.1     Hubungan Antara Kebijakan Fiscal Denan Kebijakan Moneter
Sebagaiman kita ketahui bahwa kebijakan moneter akan mempengaruhi pasar uang dan pasar surat berharga, dan pasar uang dan surat berhargta itu akan menentukan tinggi rendahnya tingkat bunga, dan tingkat bunga akan memperngaruhi tingkat agregat. Kebijakan fiskal akan mempunyai pengaruh terhadap permintaan dan penawaran agregat, yang pada giliranya permintaan dan penawaran agregat itu akan menentukan keadaan di pasar barang dan jasa. Kondisi di pasar barang dan jasa ini akan menentukan tingkat harga dan kesempatan kerja akan menentukan tingkat pendapatan dan tingkat upah yang di harapkan. Keduanya akan memiliki umpan balik yaitu pendapatan akan memberikan umpan balik terhadap permintaan agregat dan upah harapan mempunyai umpan balik terhadap penawaran agregat dan pasar uang serta pasar surat berharga.
2.3.2 Keefektifan Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter
kebijakan fiskal  yang murni atau dengan kebijakan moneter yang murni pemerintah dapat mempengaruhi tingkat pendapatan nasional dan tingkat kesempatan kerja. Kita sebut dengan kebijakan fiskal murni apabila kebijakan fiskal tersebut tidak disertai oleh berubahnya jumlah uang yang beredar. Sebaliknya, yang dimaksud dengan kebijakan moneter murni adalah kebijakan moneter yang tidak disertai oleh perubahan nilai G, nilai Tx maupun T. Sekalipun dalam dunia nyata yang banyak kita jumpai adalah campuran antara perubahan G, Tx, T dan M, namun dari segi teori pembahasan pengaruh kebijakan fiskal dan pengaruh kebijakan moneter secara terpisah besar sekali manfaatnya.
Kiranya tidak sulit dipahami kalau bentuk kurva IS dan kurva LM besar pengaruhnya terhadap keefektifan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Semakin datar bentuk kurva IS, semakin efektif kebijakan moneter. Di lain pihak, semakin datar kurva LM, kebijakan fiskal lah yang semakin efektif.
Mengenai bentuk kurva LM biasanya dihubungkan dengan bentuk kurva permintaan uang untuk spekulasi, sekalipun bentuk kurva permintaan akan uang untuk transaksi dan untuk berjaga-jaga mempunyai pengaruh juga terhadap bentuk kurva LM. Dengan bentuk standar kurva permintaan akan uang untuk spekulasi L2, yang tergambar dalam kuadran 1 gambar dihasilkan kurva LM seperti yang terlihat pada kuadran 2, yang selanjutnya dapat dibagi ke dalam tiga bagian, yang masing-masing dengan sebutan:
1.      Daerah Klasik atau Classical Range, yaitu bagian pada kurva LM yang sejajar dengan sumbu tingkat bunga. Dalam gambar, bagian yang disebut daerah klasik ialah bagian pada kurva LM dari titik C ke atas. Ini merupakan akibat dari bentuk kurva L2 yang mulai dari titik C ke atas berhimpit dengan sumbu tingkat bunga. Daerah ini disebut sebagai daerah klasik, disebabkan daerah inilah yang menghasilkan kesimpulan-kesimpulan teoritik seperti yang dihasilkan oleh para pemikir ekonomi klasik.
2.      Daerah Jerat Likuiditas atau Liquidity Trap Range, yaitu bagian dari kurva LM yang sejajar dengan sumbu pendapatan nasional nyata. Sejajarnya kurva LM tersebut dengn sumbu pendapatan merupakan akibat dari sejajarnya kurva L2 dengan sumbu L2. Pada tingkat bunga yang demikian rendahnya harga surat obligasi menjadi demikian tinggi, sehingga semua orang meramalkan akan terjadinya penurunan harga surat-surat obligasi. Dengan ramalan tersebut maka tambahan uang yang tersedia untuk spekulasi tidak lagi dibelikan surat berharga melainkan akan mereka simpan dalam bentuk uang.
3.      Daerah Tengah atau Intermidieate Range, yaitu bagian pada kurva LM yang berada di antara daerah klasik dan daerah jerat likuiditas. Pada daerah tengah elastisitas tingkat bunga kurva LM lebih besar dari nol, akan tetapi lebih kecil dari tidak terhingga.
Dalam gambar daerah jerat likuiditas meliputi bagian kurva LM dimulai dari titik A sampai titik B, daerah tengah meliputi bagian kurva LM dari titik B sampai titik C dan daerah klasik adalah titik C ke atas. Dengan menggunakan sistematika ini, masalah tentang efektifitas kebijakan fiskal dan kebijakan moneter dapat diuraikan dengan lebih mudah. Secara singkat dapat diterangkan dengan menggunakan gambar sebagai berikut.
 

Gambar 11.1. Bentuk standar kurva L2 dan kurva LM
A.     KEBIJAKAN FISKAL
1.      Di Daerah Jerat Likuiditas kebijakan fiskal paling efektif. Dengan menggeserkan kurva IS ke kanan sejauh ab, pendapatan nasional keseimbangan meningkat sebesar ab juga, yaitu semula sebesar OYa, sekarang menjadi OYb.
2.      Di Daerah Tengah, kebijakan fiskal juga dapat menaikkan tingkat pendapatan nasional keseimbangan, akan tetapi tidak seefektif di daerah jerat likuiditas. Kebijakan fiskal yang berhasil menggeser kurva IS ke kanan sejauh cd, yang jaraknya sama dengan ab, menghasilkan peningkatan tingkat pendapatan nasional kurang dari cd, yaitu hanya meningkat dari semula OYc menjadi OYm.
3.      Di Daerah Klasik, kebijakan fiskal sama sekali tidak efektif. Kebijakan fiskal yang berhasil menggeser kurva IS sejauh ef, eg ataupun lebih besar lagi, pendapatan nasional keseimbangan sama sekali tidak meningkat, yaitu tetap sebesar OYe.
B.     KEBIJAKAN MONETER
Dengan kebijakan moneter yang berhasil menggeser kurva LM dari LM0 ke LM1 dengan titik keseimbangan IS – LM yang berada:
  1. Di Daerah Jerat Likuiditas, kebijakan moneter sama sekali tidak efektif. Sama sekali tidak bisa menaikkan tingkat pendapatan nasional keseimbangan. Dengan bergesernya kurva LM ke kanan, dengan kurva ISa, titik keseimbangan IS – LM tidak pindah tempatnya yang semula, yaitu tingkat bunga tetap setinggi Ora dan tingkat pendapatan nasional keseimbangan tetap setinggi OYa
  1. Di Daerah Tengah, kebijakan moneter mampu menaikkan tingkat pendapatan nasional keseimbangan, akan tetapi tidak seefektif di daerah klasik.


 

Gambar 11.2. Keefektifan kebijakan fiskal lawan kebijakan moneter
  1. Di Daerah Klasik, kebijakan moneter adalah paling efektif. Dengan peningkatan jumlah uang yang beredar yang sama, kalau titik keseimbangan  IS – LM berada di daerah tengah, bertambah besarnya pendapatan nasional keseimbangan akan sebesar Yc Yg. Dari gambar kita lihat bahwa Yc Yg lebih besar daripada YbYf.
Kesimpulan:
Keefektifan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter dalam pendekatan 3 daerah kuva LM dapat disimpulkan sebagai berikut:
Tabel 11. Keefektifan kebijakan fiskal dan kebijakan moneter
No
Kebijakan
(Daerah LM)
Kebijakan Fiskal
Kebijakan Moneter
1
Jerat Likuiditas
Efektif
Tidak Efektif
2
Daerah Tengah
Masih Efektif
Masih Efektif
3
Daerah Klasik
Tidak Efektif
Efektif
Keterangan:
o   Efektif
:
dapat meningkatkan banyak pendapatan nasional keseimbangan
o   Masih Efektif
:
dapat meningkatkan sedikit pendapatan nasional keseimbangan
o   Tidak Efektif
:
tidak dapat meningkatkan pedapatan nasional keseimbangan

  1. Kesimpulan
Dari uraian diatas maka dapat kita ketahui tentang bagaimana seluk beluk kebijakan fiscal dan kebijakan moneter, bahwa baik kebijakan fiscal maupun kebijakan moneter mempengaruhi sector perekonomian dan nilai mata uang Indonesia. 
  1. Saran
Berdasarkan fakta-fakta yang ada dari data di atas, tidak ada salahnya jika  mengemukakan solusi atas permasalahan kebijakan fiscal dan kebijakan moneter yang terjadi di Negara ini.

Ekonomi soal dan jawaban

Sub bab lembaga Keuangan
1. Apa yang dimaksud dengan Lembaga Keuangan  ?
jawaban : Kegiatan uatama dari lembaga keuangan adalah mengimpun dan menyalurkan dana , dengan motif mendapatkan keuntungan

2. Apa fungsi utama Lembaga Keuangan ?
jawaban : Fungsi utama Lembaga Keuangan adalah sebagai perantara pihak - pihak yang membutuhkan uang modal (pemakai dana ) dengan pihak-pihak yang memilikinya (pemilik dana ) .


Sub Bab Kebijakan Moneter
1. Apa yang dimaksud dengan Kebijakan Moneter
jawaban : Upaya mengendalikan atau mengarahkan perekonomian makro ke kondisi yang diinginkan (yang lebih baik ) dengan mengatur jumlah uang yang beredar . Melalui kebijakan moneter pemerintah dapan mempertahankan n menambah atau mengurangi jumlah uang beredar dalam upaya mempertahankan kemampuan ekonomi bertumbuh sekaligus mengendalikan inflasi

2. Apa yang dimaksud dengan Operasi Pasar Terbuka ( Open Market Operation )
jawaban : pemerintah mengendalikan jumlah uang beredar dengan cara menjual membeli surat-surat berharga milik pemerintah ( government securities)


Sub Bab Kebijakan Fiskal
1. Apa yang dimaksud dengan kebijakan fiskal ?
jawaban : kebijakan ekonomi yang digunakan pemerintah untuk mengelola/mengarahkan perekonomian ke kondisi yang lebih baik atau diinginkan dengan cara mengubah-ubah penerimaan dan pengeluaran pemerintah .
2.Perbedaan kebijakan Fiskal dan moneter adalah...
jawaban : Terletak pada instrumen kebijakannya . Jika dalam kebijakan Moneter pemerintah mengendalikan jumlah uang yang beredar , maka dalam kebijakan fiskal pemerintah mengendalikan penerimaan dan pengeluarannya .


Sub Bab Teori Investasi
1.Apa yang dimaksud dengan Payback Periode
jawaban : Bahasa Indonesianya Periode Pulang Pokok adalah waktu yang dibutuhkan agar investasi yang direncanakan dapat dikembalikan , atau waktu yang dibutuhkan untuk mencapai titik impas . Jika waktu yang dibutuhkan makin pendek , proposal investasi dianggap makin baik.

2. Sebutkan 4 kriteria Investasi
jawaban : 1.Payback Periode , 2. Benefit / Cost Ratio , 3. Net Present Value , 4. Internal Rate of Return


Sub Bab Persaingan Sempurna
jawaban :
1. Sebutkan karakteristik pasar peraingan sempurna !
jawaban : a. Semua perusahaan memproduksi barang yang homogen
b.Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan/informasi sempurna
c.Output sebuah perusahaan relatif kecil dibanding output pasar
d.Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar
e.Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar

2.  Apa yang dimaksud dengan Penawaran perusahaan ( industri ) dalam pasar persaingan sempurna ?
jawaban : Total penawaran perusahaan - perusahaan . Jumlah output yang ditawarkan perusahaan adalah jumlah yang menghasilkan laba maksimum (MR = MC )AL
  SOAL dan JAWABAN EKONOMI MAKRO
1.      Apa yang dimaksud dengan tugas pengendalian makro ?
Jawaban : pengendaian makro adalah mengusahakan agar perekonomian bisa bekerja dan tumbuh secara seimbang, terhindar dan keadaan-keadaan yang bisa mengganggu keseimbangan umum.
2.Sebutkan dan jelaskan Permasalahan pokok Ekonomi Makro !
Jawaban : Secara garis besar, permasalahan kebijaksanaan makro mencakup dua permasalahan pokok:
a. Masalah jangka pendek atau masalah stabilisasi. Masalah ini berkaitan dengan bagaimana “menyetir” perekonomian nasional dan bulan ke bulan, dan triwulan ke triwulan atau dan tahun ke tahun, agar terhindar dan tiga permasalahan utama ekonomi makro.
b. Masalah jangka panjang atau masalah pertumbuhan. Masalah ini adalah mengenai bagaimana kita “menyetir” perekonomian kita agar ada keserasian antara pertumbuhan penduduk, pertambahan kapasitas produksi, dan tersedianya dana untuk investasi. Pada asasnya masalahnya juga berkisar pada bagaimana menghindari ketiga penyakit makro di atas, hanya perpektif waktunya adalah lebih panjang (lima tahun, sepuluh tahun, atau bahkan dua puluh lima tahun).
3.Sebutkan permasalahan utama dari ekonomi makro !
Jawaban :
1) inflasi,
2) pengangguran dan
3) ketimpangan dalam neraca pembayaran.
4.Dalam analisa jangka pendek ada beberapa faktor-faktor tidak bisa kita ubah, sebutkan dan jelaskan faktor-faktor tersebut !
Jawaban :
(a) Kapasitas total dan perekonomian kita. Kegiatan investasi dalam jangka pendek, masih mungkin dilakukan, tetapi ha nya dalam arti khusus, yaitu sebagai pengeluaran investasi berupa penambahan stok barang jadi, setengah jadi atau pun barang mentah di dalam gudang para pengusaha, dan pengeluaran oleh perusahaan-perusahaan untuk pembelian barang-barang modal (mesin-mesin, konstruksi gedung-gedung dan sebagainya). Tetapi yang perlu diingat, “jangka pendek” yang kita maksud di sini adalah begitu pendek sehingga pengeluaran (pembelian) barang-barang modal tersebut beleum bias menambah kapasitas produksi dalam periodesasi tersebut. (Yaitu mesin-mesin sudah dibeli tapi belum dipasang).
(b) Jumlah penduduk dan jurnlah angkatan kerja. Dalam suatu triwulan misalnya, jumlah-jumlah mi praktis bisa dianggap tidak berubah.
(c) Lembaga-lembaga sosial, politik, dan ekonomi yang ada.
5.Apa yang dimaksud dengan neraca perdagangan?
Jawaban : Neraca Perdagangan, adalah penerimaan devisa ekspor dikurangi pengeluaran devisa untuk import atau Neraca Pembayaran.
6.Apa yang dimaksud dengan dasar penukaran luar negeri ?
Jawaban : Dasar Penukaran Luar Negeri(terms of trade), yaitu harga rata-rata ekspor dibagi dengan harga rata-rata impor.
7.Apa yang dimaksud dengan cadangan devisa ?
Jawaban : Cadangan Devisa, yaitu persediaan devisa yang kita pun pada awal tahun plus saldo neraca pembayaran.
8.Sebutkan kegiatan-kegiatan pokok Kelompok Rumah Tangga ekonomi makro !
Jawaban :
(a)    menerima penghasilan dan para produsen dan “penjualan” teraga kerja mereka (upah), deviden, dan dan menyewakan tanah hak milik mereka.
(b)   menerima penghasilan dari lembaga keuangan berupa bunga atas simpanan-simpanan mereka;
(c)    membelanjakan penghasilan tersebut di pasar barang (sebagai konsumen);
(d)   menyisihkan sisa dan penghasilan tersebut untuk ditabung pada lembaga-lembaga keuangan;
(e)    membayar pajak kepada pemerintah;
(f)     masuk dalam pasar uang sebagai “peminta” (demanders) karena kebutuhan mereka akan uang tunal untuk misalnya transaksi sehari-hari.
9.Sebutkan Kegiatan-kegiatan pokok Kelompok Produsen ekonomi makro ?
Jawaban :
(a)    memproduksikan dan menjual barang-barang/jasa-jasa (yaitu sebagai supplier di pasar barang);
(b)   Menyewa/menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh kelompok rumah tangga untuk proses produksi;
(c)    menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang-barang lain (selaku investor masuk dalam pasar barang sebagai peminta atau demander);
(d)   meminta kredit dan lembaga keuangan untuk membiayai investasi mereka (sebagai demander di pasar uang);
(e)    membayar pajak.
10. Sebutkan kegiatan pokok Kelompok Lembaga Keuangan pada ekonomi makro !
Jawaban :
(a)    menerima simpanan/deposito dan rumah tangga;
(b)   menyediakan kredit dan uang giral (sebagai supplier dalam pasar uang).
11.Apa yang akan terjadi apabila tidak semua barang yang diproduksikan dalam suatu periode (misalnya, triwulan) bisa terbeli?
Jawaban :
-         Pertama, para produsen akan nengu rangi produksi mereka untuk periode berikutnya. Jadi, GDP dalani triwulan berikutnya turun.
-         Kedua, dan ini bisa terjadi bersamaan dengan akibat pertama tersebut, harga-harga barang turun. Sesuat dengan hukum penawaran dan permintaan biasa, bila permintaan lebih kecil dan penawaran, maka harga cenderung untuk turun.
23.Sampai berapa jauh kekurangan perrnintaan efektif akan mengakibatkan turunnya GDP (dalam periode berikutnya) dan sampai berapa jauh akan menurunkan harga ?
Jawaban :
Sangat tergantung khususnya pada apakah harga-harga barang cukup fleksibel ke bawah (yaitu bisa turun). Dalam kenyataan memang ada barang yang harganya sulit untuk turun, meskipun ada kelebihan produksi. ( yang harga jualnya ditentukan atas dasar biaya pro duksi biasanya tidak mau turun, meskipun terjadi kelebihan pro duksi barang-barang tersebut). Kalau demikian halnya, maka kekurangan permintaan efektif tersebut akan lebih banyak mengakibatkan penurunan produksi (GDP) dalam periode beri kutnya.Apabila seandainya harga-harga cukup fleksibel ke bawah. maka harga-harga akan turun cukup jauh, sehingga permintaan akan barang-barang tersebut mulai naik kembali. Jadi kalau harga cukup flek sibel maka penurunan produksj (GDP) pada periode berikutny tidak akan sebesar kalau harga-harga tidak mau turun.
13.Apa pendapat keynes mengenai keputusan pengeluaran konsumsi rumah tangga ?
Jawaban :
Mengenai keputusan pengeluaran konsumsi rumah-tangga, Keynes berpendapat bahwa keputusan tersebut cukup stabil dan biasanya hanya berubah apabila tingkat pendapatan rumah-tangga berubah.
14.Jelaskan apa itu pasar uang ?
Jawaban : Penjelasan tentang pasar uang dapt dijelaskan sebagai berikut :
  1. Pasar uang adalah pertemuan antara permintaan akan uang dengan penawaran akan uang. Permintaan akan uang adalali kebutuhan masyarakat akan uang tunai untuk menunjang k giatan ekonominya. Sedangkan penawaran akan uang adalah jumlah uang yang disediakan oleh pemerintah dan bank-banl yaitu seiuruh uang kartal dan uang giral yang beredar.
  2. Menurut Keynes, permintaan akan uang bersumber pada 3 macam kebutuhan akan uang: (a) kebutuhan transaksi, (b) kebutuhan berjaga-jaga dan (c) kebutuhan spekulasi. Ketiga macan kebutuhan ini disebut 3 alasan mengapa orang memerlukan uang.
  3. Permintaan akan uang untuk transaksi ditentukan oleh(a) vol me output yang ditransaksikan (yaitu GDP nil) dan (b) tingkai harga umum. Dalam hal mi Keynes tidak berbeda dengan kaum Klasik, Pasar uang untuk berjaga-jaga relatif kecil.
  4. Permintaan untuk spekulasi (yang membedakan teori Key dengan teori Kuantitas) adalah permintaan akan uang tunai un tuk tujuan memperoleh keuntungan. Caranya adalah dengan “berspekulasi” dalam pasar obligasi (surat berharga). Apabila harga obligasi diharapkan untuk naik di masa mendatang, mak orang akan membeli obligasi dengan uang tunainya han in un berarti uang tunai yang saat mi ia ingin pegang (untuk tujual spekulasi) berkurang. Sebaliknya, apabila harga obligasi diha rapkan turun, maka permintaannya akan uang tunai saat ini bertambah lebih senang menjual obligasi yang ia pegang memperoleh atau memegang uang tunai sekarang.
  5. Hubungan antara harga obligasi dan tingkat bunga yang berla ku adalah berkebalikan. Harga obligasi naik sama saja artiny dengan tingkat bunga turun. Sebaliknya, harga obligasi turun berarti tingkat bunga naik.
  6. Bila harga obligasi diharapkan naik, ini berarti bahwa harga obligasi saat ini dianggap terlalu rendah. Bila harga obliga harapkan turun, ini berarti bahwa harga obligasi saat ini dengan harga tertinggi.
15.Apa yang dimaksud kebijakan moneter ?
Kebijakan moneter adalah tindakan pemerintah (atau bank sentral) untuk mempengaruhi situasi makro yang dilaksanakan melalui pasar uang.
16.Jelaskan hubungan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal ?
Jawaban :
Kebijaksanaan moneter dan kebijaksanaan fiskal adalah dua kebijaksanaan yang merupakan alat utama bagi perencana ekonomi nasional untuk mengendalikan keseimbangan makro perekonomiannya. Keduanya  sangat erat berkaitan satu sama lain, sehingga dalam praktek yang sering dijumpai adalah kebijaksanaan fiskal yang juga mempunyai konsekuensi-konsekuensi moneter atau kebijaksanaan moneter dengan konsekuensi-konsekuensi fiskal.
17. Apa yang dimaksud dengan inflasi ?
Jawaban :
Inflasi adalah kecenderungan dari harga-harga untuk meningkat secara umum dan terus menerus.
18.Sebutkan dan jelaskan Indikator Inflasi
Jawaban :
  • Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan indikator yang umum digunakan untuk menggambarkan pergerakan harga. Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat. Dilakukan atas dasar survei bulanan di 45 kota, di pasar tradisional dan modern terhadap 283-397 jenis barang/jasa di setiap kota dan secara keseluruhan terdiri dari 742 komoditas.
  • Indeks Harga Perdagangan Besar merupakan indikator yang menggambarkan pergerakan harga dari komoditi-komoditi yang diperdagangkan di suatu daerah.
19. Sebutkan dan jelaskan pembagian inflasi berdasarkan sumber penyebabnya !
Jawaban :
Didasarkan kepada sumber penyebabnya, menurut Soediyono R. : inflasi dapat digolong-golongkan sebagai berikut:
(a) Inflasi permintaan. Istilah untuk inflasi semacam ini antara lain ialah demand-pull inflation. inflasi tarikan permintaan dan demand inflation.
(b) inflasi penawaran. lstilah lain yang hanyak dipakai untuk inflasi sernacam mi ialah cost-push inflation dan supply inflation.
(c) Inflasi campuran, yaitu inflasi yang mempunyai baik unsur demand pull maupun cost push. Inflasi semacam ini sering disebut mixed inflation.
20. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi !
Jawaban :
Faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu :
  1. tekanan inflasi yang berasal dari sisi permintaan
  2. tekanan inflasi yang berasal dari sisi penawaran.
21. Sebutkan Prinsip-Prinsip Kebijakan Moneter yang Sehat !
Jawaban :
(i) Mempunyai satu tujuan akhir yang diutamakan (overriding objective), yaitu sasaran inflasi, sebagai kontribusi pokok kebijakan moneter dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Untuk itu, sasaran inflasi ditetapkan dengan mempertimbangkan pengaruhnya (trade-off) dengan pertumbuhan ekonomi.
(ii) Kebijakan moneter bersifat antisipatif atau forward looking, yaitu dengan mengarahkan kebijakan moneter yang ditempuh saat ini diarahkan untuk mencapai sasaran inflasi yang ditetapkan pada periode yang akan datang mengingat adanya efek tunda (lag) kebijakan moneter.
(iii) Mengikatkan diri kepada suatu mekanisme tertentu dalam membuat pertimbangan penentuan respon kebijakan moneter (constrained discretion). Dalam penetapan respon kebijakan moneter, bank sentral mempertimbangkan prakiraan inflasi, pertumbuhan ekonomi, serta berbagai variabel lain. Termasuk pertimbangan mengenai kebijakan ekonomi Pemerintah dalam kerangka koordinasi kebijakan moneter dengan kebijakan makro lain.
(iv) Sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola yang sehat (good governance), yaitu berkejelasan tujuan, konsisten, transparan, dan berakuntabilitas.
22. Sebutkan dan jelaskan tujuan dan bentuk respon negara terhadap kebijakan moneter !
Jwaban :
Tujuan dan bentuk respon kebijakan moneter adalah sbb:
  • Respon (stance) kebijakan moneter ditetapkan untuk menjamin agar pergerakan inflasi dan ekonomi ke depan tetap berada pada jalur pencapaian sasaran inflasi yang telah ditetapkan (konsistensi).
  • Respon kebijakan moneter dinyatakan dalam kenaikan, penurunan, atau tidak berubahnya BI Rate.
  • Perubahan (kenaikan atau penurunan) BI Rate dilakukan secara konsisten dan bertahap.
23. Jelaskan bagaimana cara pengoperasian pengendalian moneter ?
Jawaban:
Pengendalian moneter dilakukan dengan menggunakan instrumen:
1.      Operasi Pasar Terbuka (OPT),
2.      Instrumen likuiditas otomatis (standing facilities),
3.      Intervensi di pasar valas,
4.      Penetapan giro wajib minimum (GWM), dan
5.      Himbauan moral (moral suassion).
24. Apa yang dimaksud dengan stabilitas Sistem keuangan ?
Jawaban :
Stabilitas Sistem Keuangan (SSK) adalah suatu sistem keuangan yang memasuki tahap tidak stabil  pada saat sistem tersebut telah membahayakan dan menghambat kegiatan ekonomi.
25. Dalam menganalisa suatu perekonomian dikenal dua model perekonomian. Sebutkan dan jelaskan dua model perekekonomian tersebut !
Jawaban :
Dalam menganalisa suatu perkenomian, dikenal dua model perekonomian,yaitu :
1.      Perekonomian tertutup
Adalah model perekonomian yang pada pelakunya, khususnya Produsen dan Konsumen, secara sederhana akan melakukan kegiatan dalam penjualan dan pembelian di pasar yang saling melengkapi untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingannya masing-masing.
2.      Perekonomian terbuka
Terdapat kemungkinan dari produsen untuk melakukan kegiatan ekspor barang dan produk dagangan dengan tujuan pasar-pasar di negara lain atau sebaliknya melakukan kegiatan impor atas bahan mentah dan bahan penolong serta mesin atau barang jadi dari luar negara.  Dalam model terbuka ini jasa perbankan dan lembaga keuangan dapat juga berasal dari luar negeri dan kita dihadapkan pada sistem perekonomian yang semakin menyatu (the borderless economy) yang disebut dengan the global economy.
26. Apa yang menyebabkan terjadinya perdagangan internasional ?
Jawaban :
Perdagangan internasional dapat terjadi karena beberapa alasan, yaitu :
  • Keanekaragaman kondisi produksi. Perdagangan diperlukan karena adanya keanekaragaman kondisi produksi di setiap negara.
  • Penghematan biaya. artinya proses produksi tersebut cenderung memiliki biaya produksi rata-rata yang lebih rendah ketika volume produksi ditingkatkan.
  • Perbedaan selera. Sekalipun kondisi produksi di semua daerah serupa, setiap negara mungkin akan melakukan perdagangan jika selera mereka berbeda. Contohnya, negara A dan B menghasilkan daging sapi dan daging ayam dalam jumlah yang hampir sama, tetapi karena masyarakat negara A tidak menyukai daging sapi, sedang negara B tidak menyukai daging ayam, dengan demikian ekspor yang saling menguntungkan dapat terjadi di antara kedua negara tersebut, yaitu bila negara A mengimpor daging ayam dan mengekspor daging sapi, sebaliknya negara B mengimpor daging sapi dan mengekspor daging ayam.
  • Prinsip keunggulan komparatif (comparative advantage). Prinsip ini mengatakan bahwa setiap negara akan berspesialisasi dalam produksi dan mengekpor barang dan jasa yang biayanya relatif lebih rendah (artinya lebih efisien dibanding negara lain); sebaliknya setiap negara akan mengimpor barang dan jasa yang biaya produksinya relatif lebih tinggi (artinya kurang efisien dibanding negara lain).
27. Apa yang dimaksud dengan neraca pembayaran Internasional ?
Jawaban :
Neraca pembayaran internasional (international balance of payment) suatu negara merupakan laporan keuangan negara yang bersangkutan atas semua transaksi ekonomi dengan negara-negara lain yang disusun secara sistematis; neraca ini menghitung dan mencatat semua arus barang, jasa, dan modal antara suatu negara dengan negara lain.
28. Sebutkan komponen-komponen yang terdapat pada neraca pembayaran luar negeri !
Jawaban :
Neraca pembayaran luar negeri suatu negara pada umumnya dibagi ke dalam empat bagian, yaitu:
  • Transaksi berjalan (current account). Termasuk ke dalamnya barang dagangan (neraca perdagangan), pos-pos tak berwujud (jasa, dan pendapatan dari investasi netto), dan ekpor atau impor serta bantuan pemerintah.
  • Neraca modal (capital account). Termasuk ke dalamnya pembelanjaan swasta dan pemerintah dan penjualan aset seperti saham, obligasi, dan real estate).
  • Penyimpangan statistik.
  • Penyelesaian resmi (official settlements).
29. Apa yang dimaksud dengan ekonomi makro ?
Jawaban :
Ekonomi makro adalah study tentang ekonomi secara keseluruhan. Ekonomi makro menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak masyarakat, perusahaan dan pasar.
30. Sebutkan tujuan dari ekonomi makro !
Jawaban :
Tujuan ekonomi makro adalah sebagai berikut :
1.      Menganalisa sejauh mana penggunaan sumber daya didalam kegiatan perekonomian
2.      Menganalisa kestabilan perekonomian, khususnya bidang moneter
3.      Menganalisa pertumbuhan perekonomian
31. Sebutkan permasalahan dalam ekonomi makro !
Jawaban :
Permasalahan dalam ekonomi makro adalah sebagai berikut :
1. kemiskinanan dan pemerataan
2. krisis nilai tukar
3. hutang luar negeri
4. perbankan, kredit macet
5. inflasi
6. pertumbuhan ekonomi
7. pengangguran
32. Apa yang dimaksud dengan sistem capital inflow, capital outflow dan capital flight ?
Jawaban :
Capital inflow adalah pemasukan kontribusi dari investasi dalam bentuk faktor produksi dapat berupa uang, barang, tenaga manusia, mesin, pabrik, tanah, gedung, dan lain sebagainya. Sebaliknya kalau capital outflow merupakan aliran yang keluar dari investasi tersebut. Begitu juga capital flight merupakan penerbangan atau tingkat kontribusi dari investasi tersebut.
33. Apa akibat defisit akibat dari impor yang berlebihan?
Jawaban :
Akan mengakibatkan penurunan dalam kegiatan ekonomi dalam negri karena konsumen mengganti barang yang di produksi dalam negri dengan barang impor.
34. Jelaskan peningkatan mobilitas masyarakat secara horizontal dan vertikal?
Jawaban :
Peningkatan mobilitas horizontal penduduk dari pedesaan ke perkotaan dan dari daerah satu ke daerah lain. Serta perubahan status sosial masyarakat ke jenjang yang lebih tinggi merupakan peningkatan mobilitas secara vertikal.
35. Apa dampak positif ekonomi makro bagi masyarakat dan pemerintah ?
Jawaban :
Bagi masyarakat dapat meningkatkan pendapatan nasional dan membuat orang bergairah untuk bekerja, menabung dan mengadakan investasi, sedangkan bagi pemerintah membangun sarana umum dengan memanfaatkan jasa rakyat yang berusaha dalam bidang konstruksi mendirikan pabrik pupuk dan membangun irigasi agar hasil produksi di bidang pertanian meningkat, dan masalah kemiskinan, masalah keterbelakangan, pengangguran dan kesempatan kerja, serta masalah kekurangan modal.
36. Ilmu ekonomi makro memperlajari variable-variable secara agregat (keseluruhan), dari pernyataan di atas, sebutkan variable-variable yang dimaksud?
Jawaban :
1.      Pendapatan nasional
2.      kesempatan kerja atau pengangguran
3.      jumlah uang beredar
4.      laju inflasi
5.      Pertumbuhan ekonomi
6.      maupun neraca pembayaran internasional.
37. Apa yang dimaksud dengan full employment dan under employment ?
Jawaban :
full employment yaitu berbagai sumber daya telah di manfaatkan di dalam kegiatan ekonomi. Apabila seluruh sumber daya telah di manfaatkan keadaan. under employment yaitu masih terdapatnya pengangguran atau belum berada pada posisi kesempatan kerja penuh.
38. Apa yang dimaksud dengan peran dan fungsi stabilisasi?
Jawaban :
Fungsi stabilisasi yaitu fungsi pemerintahan dalam menciptakan kestabilan ekonomi, sosial, politik, hukum, pertahanan dan keamanan.
39. Apa yang dimaksud dengan peran dan fungsi alokasi?
Jawaban:
Fungsi alokasi yaitu fungsi pemerintahan sebagai penyedia barang dan jasa public, seperti pembangunan jalan raya, gedung sekolah, penyediaan fasilitas penerang dan telpon.
40. Apa yang dimaksud dengan peran fungsi distribusi ?
Jawaban :
Fungsi distribusi yaitu fungsi pemerintahan dalam pemerataan atau distribusi pendapatan masyarakat.
41. Apa yang dimaksud Dengan skala mikro park system dan makro park system ?
Jawaban :
Skala mikro park system dalam skala mikro hanya berbeda dalam skala luasnya. Jika park system dalam skala makro melayani seluruh kota, skala mikro melayani sebagian wilayah kota, maka skala mikro hanya melayani lingkungan tertentu dalam wilayah kota, namun struktur dan fungsinya tidak berbeda dengan park system skala makro.
42. Jelaskan beberapa kebijakan yang dapat dijalankan untuk menurunkan tingkat pengangguran alamiah maupun frictional unemployment?
Jawaban :
1.      Pendistribusian informasi lowongan kerja oleh agen pemerintah maupun swasta melalui instansi-instansi tertentu seperti halnya perguruan tinggi maupun instansi negeri dalam mempertemukan pekerjaan dan pekerja secara efisien
2.      Program pelatihan umum yang dirancang untuk memudahkan transisi pekerja-pekerja dari industri lama ke industri yang sedang marak. Hingga tingkat tertentu program ini terbukti mampu menurunkan tingkat pengangguran alami
43. Apa yang dimaksud dengan kekuatan Upah (wage Rigidity) ?
Jawaban :
Yang dimaksud dengan kekuatan upah adalah ketidakmampuan upah dalam menyesuaikan diri pada keseimbangan permintaan dan penawaran tenaga kerja, dalam model keseimbangan di pasar tenaga kerja, upah mengikuti keseimbangan permintaan dan penawaran, akan tetapi dalam kenyataannya upah tidak selalu fleksibel terkadang upah yang berlaku berada di atas market
clearing level.
44. Secara prinsip uang memiliki 3 fungsi yang melekat sebagai kesatuan, sebutkan dan jelaskan ke 3 fungsi tersebut !!
Jawaban :
1.      Uang sebagai penyimpan nilai (store of value), Uang berfungsi sebagai sarana transfer daya beli dari waktu sekarang untuk yang akan dating. Orang bekerja dan memperoleh pendapatan dalam bentuk uang yang dapat dipergunakan untuk konsumsi sekarang atau nanti, dengan demikian disini uang berfungsi sebagai penyimpan nilai pekerjaan.
2.      Uang Sebagai Unit Hitung (a unit of account), Uang dipergunakan untuk istilah ‘Harga’, misalkan saja dua barang memiliki harga relative makan harga relative tersebut dihitung dalam satuan uang
3.      Uang Sebagai Alat tukar (Medium of Exchange), Uang dipakai sebagai alat untuk pembeli barang dan jasa. Jika kita mempergunakan cara barter maka diperlukan dua kepentingan yang sama (double coincidence of wants) yang mungkin sulit dipertemukan dalam waktu yang sama.
45. Sebutkan dan jelaskan permintaan Uang menurut Keynes !
Jawaban :
 Permintaan uang menurut Keynes didasarkan pada 3 motif yaitu :
1.      Motif Transaksi (transaction motives), Yaitu motif yang mendasari permintaan uang untuk keperluan aktivitas sehari-hari unit ekonomi
2.      Motif Berjaga-jaga (precautionary motive), Adalah motif yang mendasari permintaan uang untuk mengantisipasi fluktuasi dari aktivitas ekonomi disamping juga untuk menutupi jika misalnya terjadi kerugian karena motif spekulasi, esensinya adalah factor ketidakpastian (uncertainty)di masa mendatang
3.      Motif Spekulasi (Speculative motive) Merujuk pada perkembangan asset alternative atau pada ketidakpastian risiko sehingga memungkinkan untuk memperolehlaba atau rugi (gain or loss).
46. Sebutkan factor-faktor apa saja yang mempengaruhi investasi ?
Jawaban : 
1.      Tingkat Bunga, dalam hal ini tingkat bunga sangat berpengaruh terhadap investasi, jika tingkat bunga relative rendah maka tingkat investasi akan tinggi dan sebaliknya.
2.      Marginal Efficiency of Capital (MEC), ini merupakan salah satu konsep yang dikeluarkan Keynes untuk menentukan tingkat investasi yang terjadi dalam suatu perekonomian, MEC merupakan tingkat keuntungan yang diharapkan dari investasi yang dilakukan (return of investment).
3.      Peningkatan Aktivitas Perekonomian, Harapan akan peningkatan aktivitas perekonomian di masa mendatang adalah factor penentu untuk investasi
4.      Kestabilan Politik Suatu Negara, ini merupakan pertimbangan yang sangat penting untuk menciptakan investasi (khususnya penanam modal asing), semakin stabil politik suatu Negara akan menyebabkan investasi menjadi semakin aman.
47. Jelaskan apa yang dimaksud dengan GNP (Gross National Product) ?
Jawaban :
GNP Adalah barang dan jasa yang dihasilkan masyarakat suatu Negara dalam kurun waktu tertentu menurut harga pasar, yaitu berupa :
1.      Upah dan tunjangan
2.      Penghasilan perusahaan perseorangan
3.      Sewa rumah dan tanah
4.      Bunga simpanan
5.      Dividen saham
6.      Laba perusahaan
7.      Pajak tak langsung dan langsung
8.      Penyusutan
48. Jelaskan apa yang dimaksud dengan NNP (Net National Product) !
Jawaban :
NNP merupakan hasil penghitungan yang diperoleh dengan mengurangi penyusutan barang-barang modal terhadap penghitungan GNP atau NNP = GNP – Penyusutan
49. Jelaskan apa yang dimaksud dengan NNI (Net National Income) !
Jawaban :
NNI  adalah Jumlah seluruh penerimaan anggota masyarakat sebagai balas jasa, karena turut serta dalam proses produksi, ini diperoleh dengan NNI = GNP – Penyusutan – Pajak tak langsung
50. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Personel Income
Jawaban :
Personal Income adalah jumlah pembayaran yang diterima masyarakat (individu) baik dari upah, bunga dan deviden
51. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Disposible Income !
Jawaban :
Disposible income Merupakan pendapatan individu dalam masyarakat yang siap untuk dibelanjakan dan dikonsumsikan atau personel income pajak langsung pajak tak langsung
52. Apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi ?
Jawaban :
Pertumbuhan ekonomi adalah perkembangan fisikal produksi barang dan jasa yang berlaku di suatu negara, seperti pertambahan dan jumlah barang industri, perkembangan infrastruktur, pertambahan sekolah, pertambahan produksi sektor jasa dan pertambahan produksi barang modal.
53. Sebutkan Tolok ukur pertumbuhan ekonomi !
Jawaban :
1. Berkurangnya kemiskinan absolut
2. Menurunnya ketimbangan distribusi pendapatan
3. Berkurangnya angka pengangguran
54. Apa yang dimaksud dengan pengangguran ?
Jawaban :
Pengangguran adalah orang yang tidak bekerja dan yang secara aktif mencari pekerjaan selama 4 minggu sebelumnya, atau sedang menunggu dipanggil kembali untuk suatu pekerjaan setelah diberhentikan, atau sedang menunggu untuk melapor atas pekerjaan yang baru dalam waktu 4 minggu.
55. Sebutkan Jenis-Jenis Pengangguran !
Jawaban :
1.      Pengangguran Friksi (Frictional Unemployment)
2.      Pengangguran musiman (Seasonal Unemployment)
3.      Pengangguran struktural (Structural Unemployment).
4.      Pengangguran yang diakibatkan oleh kelebihan yang kronis dari total penawaran tenaga kerja dibandingkan dengan permintaan tenaga kerja.
5.      Pengangguran tidak kentara (Disgued Unemployment)
6.      Setengah menganggur kentara (Visible Unemployment)
7.      Setengah menganggur potensial (Potential Unemployment)
56. Apa yang dimaksud dengan kebijakan moneter kuantitatif ?
Jawaban :
Kebijakan moneter kuantitatif adalah langkah-langkah Bank Sentral yang bertujuan untuk mempengaruhi jumlah penawaran uang dan suku bunga dalam perekonomian.
57. Apa yang dimaksud dengan kebijakan moneter kualitatif ?
Jawaban :
langkah-langkah Bank Sentral yang bertujuan untuk mengawasi bentuk-bentuk pinjaman dan investasi yang dilakukan oleh bank-bank perdangangan
58. Kenapa output nasional menjadi indikator penting dlm sebuah perekonomian?
Jawaban :
1.      Besarnya output nasional adl gambaran awal tentang seberapa besar efisien sumber daya yg ada dlm perekonomian (TK, barang modal, uang & kemampuan kewirausahaan.
2.      Besarnya output nasional adl gambaran awal tentang produktivitas dan tingkat kemakmuran suatu negara.
3.      Besarnya output nasional adl gambaran awal tentang masalah2 struktural (mendasar) yg dihadapi suatu perekonomian.
59. Apa yang dimaksud dengan pajak langsung dan pajak tidak langsung !
Jawaban :
Pajak langsung adalah pajak yang beban pajaknya tidak dapat digeser kepada wajib pajak yg lain. Contohnya PPh dan PBB
Pajak Tidak Langsung adalah pajak yang beban pajaknya dapat digeser kepada wajib pajak yang lain. Contohnya, pajak penjualan (PPn dan PPnBM)
60. Mengapa sistem barter dikatakan tidak efisisien lagi di gunakan pada saat perekomian saat ini ?
Jawaban :
Sistem barter dikatakan tidak efisien disebabkan karena :
1.      Double Coincidence of Wants, yaitu Dua atau lebih keinginan yang saling  berkesesuaian.
2.      Kesulitan dalam penentuan harga . Karena tidak ada ukuran yang tepat mengenai  nilai suatu barang, maka akan sangat sulit untuk menentukan berapa buah batu menhir yang harus ditukarkan untuk mendapatkan seekor babi, di sisi lain sangat tidak layak manakala seekor babi hanya ditukarkan dengan seekor ikan.
3.      Membatasi pilihan pembeli, Seorang pembeli akan terikat pada syarat yang ditentukan oleh pihak lain .
4.      Sukar menyimpan kekayaan. Karena tidak adanya uang maka kekayaan yang  disimpan juga berupa barang yang mungkin memakan tempat yang cukup besar,  tidak tahan lama dan tingkat keamanannya juga tidak terjamin.
61. Sebutkan syarat – syarat agar uang dapat diterima masyarakat umum !
Jawaban :
1. Nilainya tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu
2. Mudah dibawa –bawa
3. Mudah disimpan tanpa mengurangi nilainya
4. Tahan lama
5. Jumlahnya tidak tak terbatas ( tidak berlebih –lebihan )
6. Bendanya mempunyai mutu yang sama
62. Apa yang mendasari perekonomian secara keseluruhan ?
Jawaban :
Hal-hal mendasar mengenai perekonomian secara keseluruhan adalah bahwa produktivitas merupakan sumber yang utama dari standar hidup, bahwa pertumbuhan jumlah uang adalah penyebab utama inflasi, dan bahwa masyarakat selalu berhadapan dengan tradeoff jangka pendek antara inflasi dan pengangugaran.
63. Apa yang mendasari pengambilan keputusan individu ?
Jawaban :
Hal-hal mendasar mengenai pengambilan keputusan secara individu adalah orang-orang menghadapi tradeoff antara berbagai pilihan tujuan, bahwa biaya untuk setiap tindakan diukur dalam kesempatan-kesempatan yang terlewatkan, bahwa orang-orang yang rasional mengambil keputusan dengan membandingkan biaya marginal dengan keuntungan marginal, dan bahwa orang-orang mengubah perilaku mereka sebagai respons atas perubahan insentif yang mereka hadapi.
64. Sebutkan apa yang menjadi alasan mendasar adanya interaksi ekonomi makro di masyarakat !
Jawaban :
Hal –hal yang mendasar mengenai interaksi di masyarakat adalah bahwa perdagangan (pertukaran) dapat menguntungkan kedua belah pihak yang melakukannya, bahwa pasar adalah tempat baik mengoordinasikan perdagangan dalam masyarakat, dan bahwa pemerintah dapat meningkatkan kinerja pasar seandainya terjadi kegagalan pasar atau hasil dari pasar merata.
65.  Jelaskan apa yang dimaksud dengan harga dasar !
Jawaban :
Harga dasar adalah harga minimum sesuai hukum dari suatu barang atau jasa. Contohnya adalah upah minimum. Jika harga dasar berada di atasa harga keseimbangan, jumlah penawaran melebihi jumlah permintaan. Karena mengakibatkan surplus, permintaan pembeli harus dijatahkan di antara banyak penjualnya.
66. Jelaskan apa yang dimaksud dengan Batas harga tertinggi !
Jawaban :
Atas harga tertinggi adalah harga maksimum sesuai hukum dari suatu barang atau jasa. Contohnya adalah pengendalian sewa. Jika batas harga tertinggi berada di bawah harga keseimbangan, jumlah pemintaan melebihi jumlah penawaran, karena mengakibatkan kekurangan, penjual harus menjatahkan barang atau jasa diantara pembeli pembelinya, dengan berbagai cara.
67. Apa yang dimaksud dengan surplus konsumen dan surplus produsen ?
Jawaban :
·  Surplus konsumen adalah nilai kerelaan pembeli untuk membayar suatu barang dikurangi harga barang tersebut yang sebenarnya. Surplus konsumen mengukur manfaat yang diterima pembeli dari partisipasinya di suatu pasar. Surplus konsumen dapat dihitung dengan mencari luas daerah di bawah kurva permintaan dan di atas harga.
·  Surplus produsen adalah harga jual suatu barang dikurangi biaya produksinya. Surplus konsumen mengukur manfaat yang harus diterima penjual dari partisipasinya di suatu pasar. Surplus produsen dapat dihitung dengan mencari luas daerah dibawah harga dan di atas kurva penawaran.
68. Apa yang dimaksud dengan peningkatan tingkat pendapatan ?
Jawaban :

Peningkatan yang tinggi dalam permintaan agregat disebabkan oleh peningkatan dalam pendapatan pengguna. Pendapatan yang tinggi ini akan meninggikan kecenderungan pengguna untuk berbelanja dan ini akan meningkatkan jumlah permintaan dalam sesebuah ekonomi. Pada kebiasaannya, peningkatan pendapatan pengguna berlaku pada ketika ekonomi mengalami pertumbuhan yang tinggi.
69. Apa yang dimaksud dengan peningkatan penawaran uang ?
Jawaban :

Penawaran uang yang banyak dalam sesuatu ekonomi boleh meningkatkan jumlah permintaan dalam negara. Jika penawaran
uang tidak diawasi , maka ekonomi akan meningkatkan jumlah permintaan dalam negara.
70. Harga suatu jenis barang pada tahun 2002 sebesar Rp. 6.000,- dan pada tahun dasar harga barang tersebut Rp. 4.000,-, Berapakah Indek harga pada tahun 2002 ?
Jawaban :



 


Artinya pada tahun 2002 telah terjadi kenaikan harga sebesar 50%
71. Daftar harga beras dari tahun 1999 sampai dengan tahun 2001
Tahun
Harga
1999
2000
2001
2500
2800
3100
Berdasarkan data di atas:
a. Hitung Indek Harga Konsumen
b. Hitung laji inflasi tahun 2000 dan tahun 2001 dengan tahun dasar tahun 1999
Jawaban :
a.

b.

72. Bagaimana kebijakan pemerintah dalam mengatasi damplak inflasi ?
Jawaban :
1.      Kebijakan Moneter adalah kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan nasional dengan cara mengubah jumlah uang yang beredar. Penyebab inflasi diantara jumlah uang yang beredar terlalu banyak sehingga dengan kebijakan ini diharapkan jumlah uang yang beredar dapat dikurangi menuju kondisi normal.
2.      Kebijakan fiskal adalah kebijakan yang berhubungan dengan finansial pemerintah.
3.      Kebijakan Non-moneter dapat dilakukan dengan cara menaikkan hasil produksi, kebijakan upah, pengawasan dan distribusi barang.



73. Bagaimana cara mengukur inflasi suatu negara ?
Jawaban :
Inflasi dapat diukur dengan menghitung perubahan tingkat persentase perubahan sebuah indeks harga. Indeks harga tersebut di antaranya:
• Indeks harga konsumen (IHK) atau consumer price index (CPI), adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang tertentu yang dibeli oleh konsumen.
• Indeks biaya hidup atau cost-of-living index (COLI).
• Indeks harga produsen adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang-barang yang dibutuhkan produsen untuk melakukan proses produksi. IHP sering digunakan untuk meramalkan tingkat IHK di masa depan karena perubahan harga bahan baku meningkatkan biaya produksi, yang kemudian akan meningkatkan harga barang-barang konsumsi.
• Indeks harga komoditas adalah indeks yang mengukur harga dari komoditas-komoditas tertentu.
• Indeks harga barang-barang modal
• Deflator PDB menunjukkan besarnya perubahan harga dari semua barang baru, barang produksi lokal, barang jadi, dan jasa.
74. Apa dampak dari terjadinya inflasi di suatu negara ?
Jawaban :
Secara umum, inflasi dapat mengakibatkan berkurangnya investasi di suatu negara, mendorong kenaikan suku bunga, mendorong penanaman modal yang bersifat spekulatif, kegagalan pelaksanaan pembangunan, ketidakstabilan ekonomi, defisit neraca pembayaran, dan merosotnya tingkat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat
75. Jelaskan hubungan Inflasi, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi !
Jawaban :
Hubungan inflasi, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi Ada suatu hubungan terbalik antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran dalam suatu perekonomian. Semakin banyak pengusaha memperluas kesempatan kerja semakin dia harus membayar dengan faktor tertentu produksi dan pembayaran lebih banyak faktor produksi peningkatan biaya produksi unit akan diamati dan dalam rangka mempertahankan profitabilitas produk pengusaha akan mengembang harga produk tersebut.. Sebuah proses serupa akan diamati di seluruh perekonomian ketika pemerintah bermaksud untuk menciptakan pekerjaan. Harga produk atau jasa, di mana tenaga kerja terinstal, akan meningkat sehingga kenaikan tingkat inflasi akan terlihat melalui ekonomi luar. Dapat disimpulkan dari penjelasan tersebut di atas bahwa ketika pemerintah berniat untuk menurunkan menurunkan tingkat pengangguran yang harus menanggung kenaikan tingkat inflasi dalam perekonomian nasional.
76. Sebutkan dan jelaskan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi !
Jawaban :
faktor-faktor tersebut dapat dikelompokan menjadi dua, yaitu :
1. Faktor ekonomi yang mempengaruhi pertumbuhan dan pembangunan ekonomi diantaranya adalah sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya modal, dan keahlian atau kewirausahaan.
2. Faktor nonekonomi mencakup kondisi sosial kultur yang ada di masyarakat, keadaan politik, kelembagaan, dan sistem yang berkembang dan berlaku.
77. Apa yang dimaksud dengan pengangguran Friksional ?
Jawaban :

Pengangguran friksional adalah pengangguran yang sifatnya sementara yang disebabkan adanya kendala waktu, informasi dan kondisi geografis antara pelamar kerja dengan pembuka lamaran pekerjaan.
78. Apa yang dimaksud dengan pengangguran struktural ?
Jawaban :
Pengangguran struktural adalah keadaan di mana penganggur yang mencari lapangan pekerjaan tidak mampu memenuhi persyaratan yang ditentukan pembuka lapangan kerja. Semakin maju suatu perekonomian suatu daerah akan meningkatkan kebutuhan akan sumber daya manusia yang memiliki kualitas yang lebih baik dari sebelumnya.
79. Apa yang dimaksud dengan pengangguran musiman ?
Jawaban :

Pengangguran musiman adalah keadaan menganggur karena adanya fluktuasi kegiaan ekonomi jangka pendek yang menyebabkan seseorang harus nganggur. Contohnya seperti petani yang menanti musim tanam, tukan jualan duren yang menanti musim durian.
Apa yang dimaksud dengan pengangguran siklikal ?

Jawaban :
Pengangguran siklikal adalah pengangguran yang menganggur akibat imbas naik turun siklus ekonomi sehingga permintaan tenaga kerja lebih rendah daripada penawaran kerja.

80. Sebutkan dan jelaskan dampak positif terjadinya inflasi !
Jawaban :
Dampak positif terjadinya inflasi, adalah sebagai berikut :
1.        Masyarakat akan semakin selektif dalam mengkonsumsi, produksi akan diusahakan seefisien mungkin dan konsumtifme dapat ditekan.
2.        Inflasi yang berkepanjangan dapat menumbuhkan industri kecil dalam negeri menjadi semakin dipercaya dan tangguh.
3.        Tingkat pengangguran cenderung akan menurun karena masyarakat akan tergerak untuk melakukan kegiatan produksi dengan cara mendirikan atau membuka usaha.
81. Jelaskan bagaimana cara mencegah terjadinya inflasi !
Jawaban :
Berikut cara mencegah terjadinya inflasi :
1. Kebijakan Moneter
Sasaran kebijakan moneter dicapai melalui pengaturan jumlah uang beredar.
2. Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiskal menyangkut pengaturan tentang pengeluaran pemerintah serta perpajakan yang secara langsung dapat mempengaruhi permintaan total dan dengan demikian akan mempengaruhi harga.
3.  Kebijakan yang Berkaitan dengan Output
Kenaikan output dapat memperkecil laju inflasi. Kenaikan jumlah output ini dapat dicapai misalnya dengan kebijaksanaan penurunan bea masuk sehingga impor cenderung meningkat.
4. Kebijakan Penentuan Harga dan Indexing
Ini dilakukan dengan penentuan harga, serta didasarkan pada indeks harga tertentu untuk gaji ataupun upah (gaji/upah secara riil tetap). Kalau indeks harga naik,gaji atu upah juga dinaikkan.
82. Sebutkan jenis-jenis inflasi !
Jawaban :
Berdasarkan besar laju inflasi, antara lain
a.    Inflasi ringan atau Creeping inflation (di bawah 10% setahun)
b.    Inflasi sedang (antara 10 – 30% setahun)
c.    Inflasi berat (antara 30 – 100% setahun)
d.   Inflasi liar atau hyperinflation ( di atas 100% setahun)
Berdasarkan sebabnya, antara lain:
a.    Demand pull inflation adalah inflasi yang timbul karena permintaan masyarakat akan berbagai barang yang kuat.
b.    Cost Push Inflation adalah inflasi yang timbul karena kenaikan biaya produksi.
Berdasarkan asal terjadinya inflasi, antara lain:
a.       Inflasi yang berasal dari dalam negeri (domestic inflation)
b.      Inflasi yang berasal dari luar negeri (imported inflation) adalah inflasi yang timbul karena kenaikan harga-harga (yaitu, inflasi) di luar negeri atau di negara-negara langganan berdagang kita.
83. Sebutkan dampak pengangguran terhadap keamanan lingkungan !
Jawaban :
1. Turunnya tingkat kemakmuran masyarakat
2. Jika banyak orang yang menganggur berarti banyak orang yang tidak mempunyai pendapatan. Sehingga permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa yang sedikit.
3. Kemampuan pemerintah untuk menarik pajak sedikit karena pendapatan masyarakat yang rendah.
4. Dapat menimbulkan masalah politik maupun social misalnya meningkatnya jumlah penduduk miskin banyak kejahatan yang dapat timbul, atau meningkatnya kegiatan ekonomi illegal seperti barang-barang selundupan.
5. Bagi si penganggur sendiri akan mengalami tekanan mental karena merasa tida berguna serta menerima pandangan negative dari masyarakat.
84. Sebutkan beberapa hak yang harus dilakukan untuk meningkatkan mutu tenaga kerja !
Jawaban :
Peningkatan mutu tenaga kerja dapat dilakukan dengan cara :
1. Menyelenggarakan pelatihan untuk pencari kerja
2. Menyelenggarakan pelatihan manajemen di seluruh provinsi
3. Menyelenggrakan pelatihan pematang dengan mengirimkan tenaga kerja terpilih ke luar negeri dan dalam negeri.
4. Meningkatkan prasarana pelatihan untuk untuk pencari kerja dan pegawai pengawas ketenagakerjaan.
5. Menyelenggarakan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan untuk pegawai pengawas ketenaga kerjaan.
85. Sebutkan peranan pemerintah dalam mengatasi masalah tenaga kerja !
Jawaban :
Adapun peran pemerintah dalam mengatasi masalah tenaga kerja adalah ::
Jawaban :
1. Menyusun dan memonitor pelaksanaan peraturan-peraturan ketenagakerjaan.
2. Meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga kerja
3. Memperluas dan mengembangkan kesempatan kerja di dalam negeri
4. Memperluas dan mengembangkan kesempatan kerja di luar negeri
5. Perlindungan tenaga kerja
6. Membina hubungan industrial dalam negeri dan internasional
7. Memonitor pelaksanakan ketenaga kerjaan
8. Menyusun dan melaksanakan program-program yang sekitarnya mendukung tercapainya system ketenaga kerjaan yang ideal.
86. Sebutkan permasalahan yang berkaitan dengan ketanagakerjaan !
Jawaban :
Beberapa permasalahan yang berkaitan dengan ketenagakerjaan.
1. Tingkat pengangguran tinggi
2. Jumlah angkatan kerja tinggi
3. Tingkat pendidikan dan ketrampilan angkatan kerja rendah
4. Penyebaran angkatan kerja tidak merata
5. Perlindungan kesejahteraan tenaga kerja kurang maksimal
87. Apa yang dimaksud dengan Produk domestik bruto (Gross domestic produk) ?
Jawaban :
Produk domestik bruto adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi oleh suatu negara pada periode tertentu.
88. Sebutkan dan jelaskan empat komponen Utama GDP !
Jawaban :
1. Konsumsi, atau secara lebih spesifik pengeluaran konsumsi perorangan, adalah pembelian barang dan jasa akhir oleh rumah tangga selama satu tahun. Contohnya : dry cleaning, potong rambut, perjalanan udara, dsb.
2. Investasi, atau secara lebih spesifik investasi domestik swasta bruto, adalah belanja pada barang kapital baru dan tambahan untuk persediaan.
Contohnya : bangunan dan mesin baru yang dibeli perusahaan untuk menghasilkan barang dan jasa.
3. Pembelian pemerintah, atau secara lebih spesifik konsumsi dan investasi bruto pemerintah, mencakup semua belanja semua tingkat pemerintahan pada barang dan jasa, dari pembersihan jalan sampai pembersihan ruang pengadilan, dari buku perpustakaan sampai upah petugas perpustakaan.
4. Ekspor netto, sama dengan nilai ekspor barang dan jasa suatu negara dikurangi dengan impor barang dan jasa negara tersebut.
89.Jelaskan Manfaat Perhitungan Pendapatan Nasional !
Jawaban :
1.      Mengikuti setruktur perekonomian
2.      Mengetahui tingkat kemakmuran
3.      Mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi
4.      Merumuskan kebijakan pemerintah dan perencanaan pembangunan
5.      Mengetahui perbandingan kemajuan perekonomian antarnegara
90. Apa yang dimaksud dengan pendekatan pendapatan ?
Jawaban :
Pendekatan pendapatan adalah suatu cara penghitung pendapatan nasional dengan cara menghitung jumlah pendapatan dari selutuh warga masyarakat pemilik faktor-faktor produksi seperti: pemilik faktor-faktor produksi, tanah, modal, tenaga kerja, dan kewirausahaaan selama 1 tahun.
91. Sebutkan dan jelaskan Tujuan perhitungan dengan menggunakan total nilai tambah .
Jawaban :
  1. Untuk mengetahui beberapa sumbangan produsen dri masing-masing faktor produksi terhadap prosukdi nasional
  2. Agar tidak terjadi adanya pembukuan ganda
92. Jika Bank Indonesia menetapkan cadangan wajib minimum yang harus ditaati oleh bank umum sebesar 12,5%, dan bank umum memiliki alat likuid sebesar Rp 400 miliar, maka berapakah jumlah uang yang beredar ?
Jawaban :
Uang beredar dapat dihitung sebagai berikut. 
Jumlah uang yang beredar:
http://2.bp.blogspot.com/-jplMma2ttTo/URDgs-hn0sI/AAAAAAAAKeU/5tSLrZGRLgM/s1600/2-5-2013+5-35-02+PM.png
Jadi, jumlah uang yang beredar Rp3.200.000.000.000,
93. Sebutkan Tujuan kebijakan moneter !
Jawaban :
Tujuan pemerintah melakukan kebijakan moneter antara lain sebagai berikut.
a. Menyelenggarakan dan mengatur peredaran uang.
b. Menjaga dan memelihara kestabilan nilai uang rupiah, baik untuk dalam negeri maupun untuk lalu lintas pembayaran luar negeri.
c. Memperluas, memperlancar dan mengatur lalu lintas pembayaran uang giral.
d. Mencegah terjadinya inflasi (kenaikan harga barang secara umum).
94. Bagaimana mengukur Efektivitas kebijakan moneter ?
Jawaban :
Efektivitas kebijakan moneter diukur dengan besarnya kenaikan pendapatan masyarakat. Makin besar kenaikan pendapatan masyarakat berarti kebijakan moneter makin efektif, dan sebaliknya makin kecil pendapatan masyarakat berarti makin tidak efektif kebijakan moneter.
95. Efektivitas kebijakan moneter pada dasarnya ditentukan oleh dua hal, sebutkan dan jelaskan dua hal berikut .
Jawaban :
a. Elastisitas pengeluaran investasi terhadap tingkat bunga, artinya pengaruh perubahan tingkat bunga terhadap tingkat investasi. Makin elastis pengeluaran investasi terhadap tingkat bunga, maka kebijakan moneter makin efektif, sebab turunnya tingkat bunga akan menambah investasi yang cukup besar.
b. Elastisitas permintaan uang terhadap tingkat bunga, artinya pengaruh perubahan tingkat bunga terhadap permintaan uang. Makin elastis permintaan uang terhadap tingkat bunga, kebijakan moneter makin tidak efektif, dan sebaliknya makin tidak elastis permintaan uang terhadap tingkat bunga, kebijakan moneter makin efektif.
96. Sebutkan yang anda ketahui tentang penawaran uang !

Jawaban :
Penawaran uang yaitu Jumlah uang yang ada (beredar) dalam perekonomian pada suatu waktu tetentu.

97. Sebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi uang beredar !
Jawaban :

a. Kebijakan moneter Bank Sentral
b. Tingkat pendapatan masyarakat
c. Tingkat harga
d. Selera masyarakat
e. Meningkatnya produksi barang jasa
f. Kebijakan anggaran yang dianut
98. Apa kebijakan pemerintah waktu mengatasi masalah dibidang ekonomi?
Jawaban :
a. Kebijakan fiskal yaitu kebijakan pemerintah yang dilakukan dengan cara mengubah penerimaan dan pengeluaran negara.
b. Kebijakan moneter; yaitu kebijakan pemerintah melalui Bank Sentral untuk menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar dalam rangka mengendalikan perekonomian.
c. Kebijakan bukan fiskal dan bukan moneter, terdiri atas:
• Kebijakan mengendalikan tuntutan kenaikan pendapatan para pekerja.
• Kebijakan mendorong pengusaha meningkatkan efisiensi produksi
• Kebijakan menyumbangkan infrastruktur.
• Membuat peraturan-peraturan yang kondusif.
99. Apa masalah-masalah yang dihadapi pemerintah di bidang ekonomi ?
Jawaban :
a. Pertumbuhan ekonomi
b. Ketidakstabilan kegiatan perekonomian
c. Pengangguran
d. Inflasi
e. Defisit Neraca Pembayaran
100. Apa yang dimaksud dengan peningkatan tingkat pendapatan ?
Jawaban :

Peningkatan yang tinggi dalam permintaan agregat disebabkan oleh peningkatan dalam pendapatan pengguna. Pendapatan yang tinggi ini akan meninggikan kecenderungan pengguna untuk berbelanja dan ini akan meningkatkan jumlah permintaan dalam sesebuah ekonomi. Pada kebiasaannya, peningkatan pendapatan pengguna berlaku pada ketika ekonomi mengalami pertumbuhan yang tinggi
101. Apa yang dimaksud dengan peningkatan penawaran uang ?
Jawaban :
Penawaran uang yang banyak dalam sesuatu ekonomi boleh meningkatkan jumlah permintaan dalam negara. Jika penawaran wang tidak dikawal, maka ekonomi pada keseluruhannya mempunyai kadar kecairan yang tinggi dan ia akan meningkatkan jumlah permintaan dalam negara. Jika terlalu banyak wang yang mengejar barangan dan perkhidmatan yang sedikit, maka inflasi akan wujud.
102. Mengapa Inflasi dapat diimpor dari luar negeri ?
Jawaban :
Peningkatan harga di luar negara Inflasi boleh menyerap dalam sesebuah negara melalui import terutamanya bagi sesebuah ekonomi terbuka yang banyak mengimport barangan dan perkhidmatan dari luar negara. Jika harga import ini meningkat, maka ia akan memberi kesan kepada harga dalam negara.
Penurunan kadar pertukaran
uang Inflasi import ini juga dipengaruhi oleh kadar pertukaran uang. Umpamanya, jika kadar pertukaran wang Malaysia dengan Amerika Syarikat jatuh (bermakna semakin banyak ringgit diperlukan untuk membeli satu dolar Amerika), maka dengan secara langsung Malaysia terpaksa membelanjakan banyak uang untuk mendapat sejumlah barangan dan membayar dengan harga yang tinggi. Tentunya harga yang tinggi ini akan dikenakan ke atas pengguna dalam negara.
103. Apa yang mempengaruhi jangka penggunaan ?
Jawaban :
Inflasi juga dipengaruhi oleh jangkaan pengguna. Jika pengguna membuat jangkaan yang harga akan naik pada masa hadapan, mereka akan berbelanja sekarang dan ini akan menambah jumlah permintaan dalam sesuatu ekonomi. Seterusnya, ini akan memberi peluang kepada pengeluar untuk mengambil kesempatan untuk meningkatkan harga.
104. Mengapa Inflasi dapat diimpor dari luar negeri ?
Jawaban :

Peningkatan harga di luar negara Inflasi boleh menyerap dalam sesebuah negara melalui import terutamanya bagi sesebuah ekonomi terbuka yang banyak mengimport barangan dan perkhidmatan dari luar negara. Jika harga import ini meningkat, maka ia akan memberi kesan kepada harga dalam negara.
Penurunan kadar pertukaran wang
Inflasi import ini juga dipengaruhi oleh kadar pertukaran wang. Umpamanya, jika kadar pertukaran wang Malaysia dengan Amerika Syarikat jatuh (bermakna semakin banyak ringgit diperlukan untuk membeli satu dolar Amerika), maka dengan secara langsung Malaysia terpaksa membelanjakan banyak wang untuk mendapat sejumlah barangan dan membayar dengan harga yang tinggi. Tentunya harga yang tinggi ini akan dikenakan ke atas pengguna dalam negara.
105. Dalam ekonomi modern, apa alasan masyrakat menggunakan uangnya ?
Jawaban :
Dalam ekonomi modern masyrakat menggunakan uangnya untuk tujuan spekulasi, yaitu disimpan atau digunakan untuk membeli surat-surat berharga seperti obligasi pemerintah, saham perusahaan dan treasury bill. Dalam menggunakan uang dalam tujuan spekulasi ini suku bunga atau dividen yang diperoleh dari memiliki surat-surat berharga tersebut sangat penting dalam menentukan besarnya jumlah permintaan uang.
106. Sebutkan alasan kenapa masyarakat harus memegang uang di dalam kehidupan ?
Jawaban :
1. Permintaan uang untuk transaksi
2.Permintaan uang untuk berjaga-jaga
3.Permintaan uang untuk spekulasi
107. Apa pendapat Keynes terhadap kuantitas uang ?
Jawaban :
Keynes berpendapat bahwa pertambahan jumlah uang beredar dapat menaikkan harga-harga, tetapi kenaikan harga-harga tidak selalu sebanding dengan kenaikan jumlah uang beredar.
108. Sebutkan instrumen-instrumen kebijakan moneter !
Jawaban :
1. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
2. Fasilitas Diskonto (Discount Rate)
3. Rasio Cadangan Wajib (Reserve Requirement Ratio)
4. Imbauan Moral (Moral Persuasion)
109. Apa yang dimaksud dengan operasi pasar terbuka pada komponen kebijakan moneter ?
Jawaban :
Operasi pasar terbuka adalah cara mengendalikan uang yang beredar dengan menjual atau membeli surat berharga pemerintah (government securities). Jika ingin menambah jumlah uang beredar, pemerintah akan membeli surat berharga pemerintah. Namun, bila ingin jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah akan menjual surat berharga pemerintah kepada masyarakat. Surat berharga pemerintah antara lain diantaranya adalah SBI atau singkatan dari Sertifikat Bank Indonesia dan SBPU atau singkatan atas Surat Berharga Pasar Uang.
110. Apa yang dimaksud dengan fasilitas diskonto ?
Jawaban :
Fasilitas diskonto adalah pengaturan jumlah uang yang beredar dengan memainkan tingkat bunga bank sentral pada bank umum. Bank umum kadang-kadang mengalami kekurangan uang sehingga harus meminjam ke bank sentral. Untuk membuat jumlah uang bertambah, pemerintah menurunkan tingkat bunga bank sentral, serta sebaliknya menaikkan tingkat bunga demi membuat uang yang beredar berkurang.
111. Apa yang dimaksud dengan Rasio cadangan wajib ?
Jawaban :
Rasio cadangan wajib adalah mengatur jumlah uang yang beredar dengan memainkan jumlah dana cadangan perbankan yang harus disimpan pada pemerintah. Untuk menambah jumlah uang, pemerintah menurunkan rasio cadangan wajib. Untuk menurunkan jumlah uang beredar, pemerintah menaikkan rasio.
112. Pandangan Klasik mempunyai padangan terhadap penawaran uang dan harga , coba jelaskan apa pandangan klasik terhadap penawaran uang dan harga tersebut !
Jawaban :
Pandangan klasik terhadap penawaran dan harga, yaitu : perubahan dalam penawaran uang akan menimbulkan perubahan yang sama persentasinya dengan tingkat harga. Kenaikan penawaran uang akan menaikan harga pada tingkat yang sama dan penurunan penawaran uang akan menurunkan harga juga pada tingkat yang sama.
113. Bagaimana pandangan Ahli –ahli ekonomi modern yang dikenal sebagai golongan monetaris terhadap teori kuantitas uang !
Jawaban :
 Ahli –ahli ekonomi modern yang menyokong teori ini dikenal sebagai golongan monetaris. Mereka berpendapat bahwa pemerintah perlu mengatur penawaran uang agar inflasi dapat dihindari dan perekonomian dapat berkembang dengan teguh. Sedangkan ahli-ahli yang menolak teori ini berpendapat teori kuantitas mengandung beberapa kelemahan dan tidak dapat memberikan penjelasan yang baik mengenai sifat- sifat perhubungan diantara penawaran uang dan tingkat harga dan kegiatan ekonomi Negara.


0 Response to "SOAL DAN JAWABAN POKOK BAHASAN KEBIJAKAN MONETER DAN KEBIJAKAN FISKAL | ekonomiakuntansiid"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel