PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN (1945) | pembelajaransejarah

PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN (1945) | pembelajaransejarah

Motto perjuangan "Sekali merdek tetap merdeka" Artinya lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup dijajah kembali. Lebih baik Hancur lebur bertebaran dibumi persada aiandonesia dari pada menerima kembali Belanda untuk menjajah.
Para pembaca yang budiman, berkut ini penulis mencoba mengemukakan kembali riwayat atau sejarah perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan (1945). Sebagai berikut;
Sejak kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 agustus 1945. pasukan sekutu , yaitu pasukan Inggeris, tiba di Indonesia bulan september 1945. Dibawah pimpinan Letjen.Sir Philip Christison. Pasukan Inggeris menyebar segala penjuru yakni ; Mendarat di Jakarta dan Suabaya. Mereka juga mendarat diSemarang, Medan, Padang, Palembang dan lain-lain. Yang intinya adalah Pasukan Inggeris menyebar ketempat-tempat ayng sangat strategis.
Adapun Latar belakang kehadiran pasukan Inggeris di Indonesia bukan berarti untuk tidak mengakui pemerintah Republik Indonesia secara defacto. Kedatangan Christison mengakui pemerintah Republik Indonesia, dan tidak bermaksud untuk menghancurkan Ngeara RI akan tetapi hanya untuk ; (1) melucuti dan kemudian memulangkan bala tentara jepang. (2) mengurus orang-orang sekutu yang ditawan oleh bal;a tentara Jepang.(3) memelihara ketertiban dan keamanan umum agar kedua tujuan tersebut dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Sikap pemerintah RI sangat toleran dan bersedia menerima serta membantu pekerjaan yang ditugaskan pasukan inggeris itu. Andaikata Belanda tidak ikut serta pada saat itu didalam pasukan Inggeris, maka tugas pasukan Inggeris bisa selesai dalam waktu singgkat. Karena (1) sebagian besar senjata tentara jepang telah dilucuti oleh rakyat (2) orang-orang sekutu yang ditawan Jepang telah menjadi tanggung jawab pemerintah Indonesia.
Perjuangan mempertahannkan kemerdekaan  memang harus dibayar bukan hanya idealisme belaka akan tetapi harus dibayar dengan darah dan nyawa serta harta benda Sebab pada saat pasukan Inggeris mendarat tentara Belanda ikut berlindung didalamnya guna untuk melanjutkan penjajahannya kembali. Mereka sebagian besar terdiri dari tentara dan sebagian lagi terdiri dari pegawai-pegawai Nederlands Indies Civil Administrartio(=NICA)

Belanda masih ingin berkuasa serta melanjutkan penjajahan, pemerasan, pemaksaan, intimidasi terhadap negeri yang baru saja merdeka. Dengan dalih karena mereka pernah menjajah maka Belanda harus betanggung jawab untuk membangun kembali untuk atasnama  pemerinahan hindia Belanda setelah Jepang kalah perang dengan tentara sekutu.
Memang betul sekali  sebab ketika Van Mook pemimpin NICA tiba di Jakarta. Secara spontan mengatakan tidak mengakui adanya negara RI. Bahkan sekaligus membentuk pemerintahan Hindia Belanda (Indonesia).
Somboyang lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup dijajah kembali tema menggema diseluruh plosok tanah air Republik Indonesia. Sekalipun kedatangan pasukan Inggeris yang diikuti oleh tentara belanda. Sangat mencemaskan rakyat, tapi semangat pantang menyerah, maka semangat perlawanan Rakyat Indonesia berkobar ibarat api yang menyala tersiram bensin (premium). Karena mereka sadar bahwa yang dilakukan oleh tentara Belanda itu bertentangan sekali dengan jiwa mereka yang memenuhi dada setiap insan Indonesia.
Dengan semangat lebih baik hancur lebur beterbangan diatas bumi persada Republik Indonesia dari pada menerimah kembali belanda untuk menjajah, maka rakyat Indonesia tanpa mendapat komando dari pemerintah pusat Jakarta. Rakyat daerah-daerah bangkit dengan gagah berani serentak melawan tentara Inggeris-Belanda.
Tidak tanggung-tanggung dengan suara takbir menggema yang diikuti dengan irama dentuman meriam dan mortir dengan semangat lebih baik mati dari pada hidup dijajah kembali mereka maju kedepan dengan peralatan yang sangat sederhana berhadapan dengan tentara sekutu. olehnya itu banjir darah tak terelakkan lagi Surabaya harus menerima genangan darah para penjuang untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
Kota Surabaya terpaksa menjadi lautan darah para pejuang untuk mempertahankan kemerdekaan RI. paling penting Di- SURABAYA (1) Pasukan Inggeris tiba disurabaya pada bulan oktober 1945 dibawah pmpinan Brigadir Jendeal Mallaby. Mereka berusaha menduduki gedung-gedung pemerintah. Rakyat terutama kaum pemuda, dengan semangat lebih baik mati berkalang tanah dari pada hidup dijajah kembali kaum pemuda menentang usaha itu. Terpaksa pertempuran berkobar kembali dengan dahsyat. Letjen Christison minta tolong kepada Presiden Soekarno agar datang ke Surabaya untuk mrnghentikan perjuangan rakyat disana. Usaha tersebut berhasil dan terjadi cease-fire.(2) Pada tanggal 31 oktober Brigjen Mallaby dinyatakan hilang. Ternyata ia mati terbunuh. Oleh karena pembunuhnya tidak berhasil diemukan atau ditangkap, Jendral Manserch marah sekali. Maka pada tanggal 9 Nopember mengeluakan surat selebaran menyampaikan ultimatum. isinya sebagai berikut; "Yang bersalah dalam pembunuhan Brigjen Mallaby supaya menyerahkan diri. Jika hal itu tidak ditaati sampai jam 06.00 pagi tanggal 10 nopember 1945, maka segenap angkatan perang akan dikerahkan untuk memperkuat ultimatum tersebut".
Ternyata batas waktu telah berakhir maka Pasukan Inggeris mengerahkan seluruh kekuatan pasukannya untuk menghancur binasakan rakyat Surabaya. Dengan semangat pantang menyerah Rakyat sekalipun peralatan persenjataan yang sangat sederhana mereka bersatu padu untuk menghadapi serangan tantara inggeris dan belanda. Dengan motivator Sutomo yang biasa disebut Bung Tomo dalam memimpin perlawanan menghadapi serangan tentara inggeris.
Ribuan rakyat yang tewas, mayat bertumpuk bagaikan gunung-gunung yang baru muncul, Suara takbir tetap menggema seiring dengan dentuman meriam dan mortir menghiasi pertempuran yang tidak mungkin dilupakan seluruh rakyat Indonesia sampai akhir hayatnya.
Ribuan rakyat seketika meninggal dalam pertempuran tanggal 10 nopember itu. Mereka meninggal sebagai kusuma bangsa yang mempertahankan kemerdekaan tanah tumpah darahnya tercinta. Itulah sebabnya tanggal 10 nopember sehingga diabadikan menjadi hari pahlawan hingga kini diperingati sebagai Hari Pahlawan.
Surabaya berdarah, berhubung karena peralatan persenjataan rakyat tidak seimbang dengan peralatan persenjataan tantara Inggeris, akhirnya surabaya jatuh juga ketangan pasukan Inggeris-Belanda, pasukan RI terpaksa mengundurkan diri ke Mojokerto. Sekalipun bukan berarti mereka menghentikan perlawanan, tapi mereka melakukan perang gerilya.
Dijawa tengah tentara Inggeris mendapat perlawanan sengit. Dari Semarang mereka bergerak ke selatan. Ambarawa dan Magelang dapat dikuasai. Tapi mereka terus menerus mendapat gempuran dari pasukan rakyat yang dimpin oleh Sudirman. Karena terdesak terus akhirnya mereka mengundukan diri ke Semarang.
Dijawa barat tentara inggeris -Belanda berhasil menduduki Bandung. Rakyat bersenjata menyingkir keluar kota dan berusaha melakukan sabotase serta perang gerilya. Jadi tentara Inggeris - Belanda hanya berhasil menguasai kota.
Perjuangan melawan tentara Inggeris-Belanda tidak terbatas di Jawa, melainkan juga melanda didaerah-daerah lain diseluruh wilayah Indonesia. Jadi merupakan perjuangan yang bersifat Nasional.                           

0 Response to "PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN (1945) | pembelajaransejarah "

Post a Comment

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel