Cara Mempengaruhi Calon Pembeli Produk kita | ekonomiakuntansiid

Cara mempengaruhi Calon Pembeli Produk Kita
        Mempengaruhi pembeli merupakan suatu kemutlakan jika anda menginginkan pembeli senantiasa berminat untuk membeli barang hasil produk yang anda perjual belikan dipasaran, kapan saja anda gagal mempengaruhi pembeli atau calon pembeli maka usaha jual beli anda akan mengalami kesulitan untuk meningkat volume penjualan.Makanya itu cara-cara menemui dan mempengaruhi calon pembeli.

         Sebelum melakukan penjualan, maka terlebih dahulu harus dipikirkan bagaimana cara mendekati calon pembeli. Adapun beberapa cara yang dapat ditempuh untuk mengadakan kontak dengan calon pembeli, yaitu :
Anda sebelum jadi pengusaha atau pada saat anda ingin berbelanja dimana saja
          Pernahkah anda mengalami suatu perasaan saat anda pergi belanja untuk membeli sesuatu yang sudah terdapat di list belanja. Tapi akhirnya anda justru membeli barang diluar list. Jika iya, berarti anda telah terpengaruh oleh teknik marketing yang disebut “Cara Mempengaruhi Pembeli Untuk Membeli Produk Kita” yang bertujuan agar mereka mau membeli produk kita.
      Baiklah, tidak perlu panjang lebar untuk memberikan pendahuluan, berikut beberapa Cara Untuk Mempengaruhi Pembeli Untuk Membeli Produk Kita :

Cara Mempengaruhi Calon Pembeli
Cara Mempengaruhi Calon Pembeli

1. Datang sendiri dengan memperkenalkan diri
       Seorang penjual itu bukan hanya menunggu pembeli datang ke toko, bila perlu didatangi. Pada zaman sekarang, masalah komunikasi bukan lagi masalah yang sukar, kalau mau dapat segera dilakukan. Siapkanlah sebelumnya apa yang diperlukan untuk mendatangi seseorang atau toko sehingga semua berjalan lancar.
     Perkenankanlah diri serta kemukakan maksud dan tujuan kedatangan sehingga orang yang dijumpai senang dan seolah-olah kedatangan kita seperti seorang sahabat yang sudah lama tidak berjumpa. Jangan lupa, apabila perlu berikan kartu nama sehingga jabatan, profesi, dan alamat kita dapat diketahuinya.

2. Dengan perantara orang lain
     Apabila kita akan berkunjung atau mendatangi calon-calon pembeli yang belum kita kenal, maka mintalah pertolongan teman yang berada di daerah tersebut atau melalui orang-orang penting yang berpengaruh agar membantu memperkenalkan. Dengan demikian rasa kaku dan asing dapat teratasi dan akan melancarkan komunikasi.

3. Dengan perantara surat
       Mungkin penjual telah mendapatkan alamat calon-calon pembelinya. Akan tetapi, karena jaraknya cukup jauh maka untuk mempercepat pertemuan kita dapat mengirimkan surat pemberitahuan kedatangan kita atau menyampaikan order barang yang akan ditawarkan. Biasanya kalau dalam surat itu termasuk tujuan untuk menawarkan, maka disertakan pula daftar barang disertai harganya. Apakah itu prospektus atau katalogus yang disertai syarat-syarat pembayaran dan penyerahannya. Hal ini memudahkan pembeli mengambil pertimbangan akan berbagai kemungkinan barang yang akan dipesannya.

4. Dengan perantaraan telepon
      Zaman sekarang telepon sudah umum digunakan, perusahaan mendapat prioritas utama pemasangan telepon. Selain itu, munculnya telepon selular juga semakin memudahkan komunikasi berlangsung dimanapun kita berada. Dalam pembicaraan telepon orang harus pandai, seolah-olah orang yang diajak bicara itu ada di hadapan kita. Jadi, gunakanlah sopan santun dalam berbahasa, tekanan suara atau tertawa yang tidak mengganggu lawan bicara dan cukup mengasyikkan serta bersahabat. Dalam pembicaraan telepon janganlah terlalu lama sebab bisa mengganggu, tetapi tidak berarti membatasi apabila orang yang diajak bicara itu cukup punya luang waktu.

5. Melalui organisasi/perkumpulan
       Kita mengetahui ada perkumpulan/organisasi ibu-ibu seperti arisan, PKK, perkumpulan olah raga, sepak bola, tenis, volleyball, dan sebagainya. Semua ini dapat dijadikan media untuk menemui para pembeli.

Berikut cara mempengaruhi pembeli atau pengunjung tempat penjualan;

1. Timbal Balik
      Merasa memiliki kewajiban untuk memberikan timbal balik kepada orang lain adalah sifat yang harus anda miliki sebagai marketing.
Penelitian menyimpulkan :
    Jika seorang pelayan memberikan permen kepada pengunjung, tips yang mereka peroleh naik sebesar 3%.
    Saat memberikan 2 permen, tips naik sebesar 14%.
    Tapi, jika pelayan hanya memberikan 1  permen, tapi kemudian berbalik setelah berjalan pergi untuk memberikan permen tambahan, tips meningkat sebesar 23%.
    Cara kita untuk memberikan timbal balik kepada calon pembeli juga mempengaruhi respon dari konsumen kita
Kunci untuk melakukan usaha mempengaruhi pembeli adalah kita yang terlebih dahulu memberi, Dan pastikan pemberian itu akan berkesan.

2. Kelangkaan
     Semua orang yang mengedepankan gaya hidup, selalu menginginkan sesuatu yang langka atau setidaknya  jarang dimiliki oleh orang lain.
      Saat perusahaan penerbangan British Airways mengumumkan bahwa mereka akan mengurangi jumlah penerbangan dari London menuju New York menjadi satu kali dalam sehari, penjualan di minggu berikutnya mengalami pelonjakan!
      Pada dasarnya, hal ini tidak merubah nilai produk yang anda jual. Hanya saja sebagai peringatan terhadap target pembeli bahwa produk yang anda jual adalah terbatas, yang berakibat orang akan berfikir bahwa jika tidak memiliknya sekarang akan terlambat
      Tidak cukup hanya menyampaikan keunggulan produk yang anda miliki, Anda juga harus menyampaikan keunikan dan dampak bagi pembeli yang memilikinya.

3. Kekuasaan
       Pada dasarnya, setiap orang akan lebih percaya dan tertarik kepada sesuatu yang bernilai tinggi.
    Sebagai contoh ketika anda sedang berencana membeli rumah. tentunya anda akan lebih percaya akan saran yang anda dapat dari seorang tukang daripada seorang manager perusahaan.
[Tweet “barang biasa yang tempatnya tepat lebih bermanfaat dari pada barang mewah yang tidak pada tempatnya.”]

Tips :
    Penting untuk memberitahukan bahwa anda adalah seorang yang kompeten kepada calon pembeli anda, Sampaikan apa yang bisa membuat anda terlihat berharga.
    Seorang dokter yang menempatkan Surat keterangan kedokteran, sertifikat, dan surat berharga lainnya di dinding tempat prakteknya akan terlihat lebih terpercaya.
    Jika anda menjadi seorang CS (Custemer Service) yang hendak menyalurkan telpon konsumen kepada divisi lain, sampaikan “Baik, anda akan saya teruskan ke bapak A pada bagian teknis. beliau sudah 10 tahun bekerja dibidangnya yang dipastikan akan dapat membantu anda.
4. Konsisten & Komitmen
Menjadi seorang penjual produk, Konsisten adalah sikap wajib yang harus anda miliki.
    Suatu ketika, terdapat perumahan yang beberapa rumahnya memberikan palang info keselamatan mengemudi.
    Di jalan berikutnya, terdapat lebih banyak lagi rumah yang melakukannya.
    Kenapa? karena beberapa hari yang lalu ada sebuah perusahaan yang mengirimkan surat kepada 4 orang diatas untuk melakukannya.
Iya, 4 orang diatas adalah mereka yang pertama kali menyetujui dan berkomitmen untuk membantu.
[Tweet “1 orang yang konsisten dan komitmen lebih bermanfaat daripada 100 orang yang apatis.”]
Anda bisa meniru cara promosi seperti diatas untuk mengembangkan usaha anda, mulailah dari karyawan atau keluarga anda.
Tips :
Ketika mencari volunteer, atau relawan untuk membantu anda. Carilah yang masuk pada jangkauan anda agar tidak sia sia atau justru merugikan anda
5. Faktor Kesukaan
Mungkin faktor yang paling sulit bagi para penjual produk.
Silahkan membaca artikel Upgrade Diri dan Personal Branding berikut untuk memudahkan anda.
Sudah sifat alami manusia bahwa kita akan lebih mudah untuk affirmative, atau setuju kepada seseorang yang kita sukai.
    Pada penelitian Social Agreement.
    Meneliti 2 kelompok, Masing masing adalah sekelompok lulusan kuliah.
Sang peneliti langsung menyampaikan idiologi yang dibawanya (waktu adalah uang) , dan menghasilkan 55% kelompok tersebut menyetujuinya.
Pada kelompok berikutnya, sebelum peneliti menyampaikan idiologi diatas.
peneliti tersebut menyajikan berbagai bahasan untuk menarik minat para pengunjung. untuk lebih mendekatkannya dengan para pengunjung.
Hasilnya sungguh menakjubkan, 90% orang pada kelompok ini menyetujui idiologi peneliti tersebut.
Tips :
Sebelum menyampaikan produk atau gagasan anda.
Pastikan bahwa anda telah membuat relasi kepada target anda.
Bisa melalui berbagai cerita pengalaman, Kegemaran bersama, dan sebagainya


6. Konsensus (Persetujuan Umum)

Sebagian orang, bahkan bisa dibilang banyak.
Mengambil keputusan berdasarkan mayoritas polling atau argumen yang beredar.
Kebanyakan hotel menaruh banner atau note didalam kamar untuk penggunaan handuk secara ulang dengan penyampaian fakta dan ajakan, semisal :  75% pengguna hotel kami menyetujui untuk penggunaan handuk secara bergantian, bagaimana dengan anda?
Bagaimana jika kita menghemat penggunaan handuk dengan cara penggunaan berkala (bergantian).Hasilnya adalah kita dapat menjaga lingkungan kita lebih sehat, dsb.
Tips :
Peneliti telah membuktikan bahwa, daripada kita berusaha sendiri untuk menarik minat dan mempengaruhi calon pembeli. Kita dapat menyampaikan argumen mayoritas orang tentang produk yang anda jual
Setelah membaca uraian tersebut diatas maka berikut ini cara mempengaruhi calon pembeli dengan menjawab pertanyaan dari diri sendiri
Cara Mempengaruhi Pikiran Pembeli - Agar Bertindak Seperti Yang Anda Inginkan
AlamTrust - Penting sekali anda memiliki wawasan sehubungan dengan cara kerja pikiran seseorang. Bila Anda menguasainya maka anda bisa menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dan menjalin kualitas relasi yang lebih kaya dan menyenangkan
Prinsip Dasar yang perlu Anda Pahami  : Manusia adalah Mahluk Emosional
Walaupun manusia dibekali dengan logika tetapi sebagian besar keputusan yang dipilihnya berdasarkan pertimbangan subjektif.
Subjektifitas berhubungan dengan Emosi.
Tidak jarang anda menjumpai seseorang membeli bukan karena nilai barang anda, tetapi justru karena faktor emosi, rasa senang , rasa tertantang, merasa berharga, dan lain lain.
Rahasia Agar Orang Lain Bertindak seperti Mau Anda :
Bangkitkan Emosinya & Anda Memberikan Keuntungan – Manfaatnya bila melakukan saran Anda
Fakta Penting : Manusia pada umumnya tidak peduli dengan Keinginan Anda, Mereka akan Berbuat Berdasarkan Manfaat Yang Bisa Mereka Peroleh. Jadi jangan terlalu fokus dengan apa yang anda miliki sebelum anda memfokuskan pikiran anda pada mereka, untuk keuntungan mereka.
Sudah menjadi sifat manusia adalah memiliki PAMRIH dan TENDENSI
Anda tidak dapat menyangkalnya, walaupun sebagian dari anda merasa kecewa dengan sifat ini. Daripada anda melawannya lebih baik anda bersahabat dengan sifat manusia ini untuk kepentingan kedua belah pihak bukan salah satu pihak saja.
Kesimpulannya : Seseorang akan Melakukan / Tidak Melakukan Sesuatu berdasarkan Perhitungan Untung Rugi, apakah hal itu Berhubungan dengan Materi – Non Materi, dalam bentuk Sosial, Bisnis dan Religi
Jika Menginginkan Orang Lain Bertindak Seperti Yang Anda Mau Maka Jawablah Pertanyaan berikut (di dalam hati) saat bertemu dengannya :
Ada 3 Hal yang Anda Jawab bila Anda ingin bertransaksi dengan seseorang
    Apa Untungnya Saya Mengeluarkan Uang dan Membeli Jasa / Produk anda ?
    Manakah yang lebih besar, Nilai Uang saya atau Manfaat Produk yang akan diterima ?
    Adakah alternatif lainyang bisa memberikan manfaat ekstra bagi nilai uang saya ? seperti : pengurangan biaya, pembayaran angsuran, bonus, pelayanan purna jual, garansi uang kembali atau penawaran dari perusahaan lain yang lebih baik

Mengapa Demikian ?

Karena Pembeli memiliki sifat mementingkan diri sendiri dan memiliki pamrih
Calon pembeli memiliki kekuatiran : takut salah membeli, takut kemahalan, takut ditipu, atau ingin dapat lebih banyak sebisa mungkin

Karena semua manusia egois dan Emosional maka :

Agar produk dibeli, maka letakkan persepsi dan diri kita dalam sudut pandang dan kepentingan calon pembeli dan tanyakanlah 3 hal di atas atau dalam bentuk bahasa pertanyaan lainnya :

    Jika saya di pihaknya apa yang menarik hati saya dari produk tersebut ?
    Apakah uang yang saya keluarkan memberi manfaat balik lebih besar daripada produknya ?
    Apakah tidak ada alternatif lain ?
    Apakah saya bisa percaya dengan penjual dan kata2 nya ?

PERBEDAAN PERSEPSI PEMBELI - PENJUAL
Pembeli
Membeli Semurah Mungkin, Gratis dan bayar selambat mungkin
Menduga penjual melebih lebihkan manfaat produk sehingga sejak awal skeptis terhadap Anda
Penjual
Jual sebanyak mungkin, bayar lunas, untung yang sebesar mungkin dan keuntungan yang kontinyu
Memiliki prasangka akan keberatan dan menolak pembelian, sehingga mempersiapkan dengan janji2 Kenapa produk No.1
Kadangkala alasan emosional TIDAK CUKUP untuk menyebutkan berbagai macam keunggulan produk yang anda tawarkan maka tambahkan dengan MANFAAT dari produk Anda yang dipersepsikan memiliki Keunggulan .
Satu Hal yang perlu Anda ingat : Persepsi dapat mengalahkan Realita Kalau dikemas Baik
Jika Produk yang dipersepsi memiliki keUnggulan secara teknis, tetapi tidak disampaikan secara persuasif sehingga tidak dipercaya unggul, maka produk Anda TIDAK BISA DIJUAL DENGAN SUKSES
Contoh Ajukan Pertanyaan Kepada Anda Sendiri :
Mengapa Anda membeli dasi dan Jam yang Anda Pakai sekarang ? Kemukakan Apa alasannya ?
Apakah Karena :
    Modelnya bagus
    Merek Ternama
    Gengsinya tinggi atau ada
    Alasan lainnya
Apapun alasannya, tetap saja anda akan mengemukakan alasan emosional bukan alasan teknis dari produk yang mereka beli :
    Agar tampak PD
    Tampak gagah
    Tampak keren
    Tampak sukses, dll
Bukan Alasan teknis seperti : Bahan dibuat dari metal yang tahan panas, dibuat dengan tangan tanpa mesin, memiliki roda gigi yang kuat dan permanen, atau alasan teknis lainnya .
Memang tidak mudah mendapatkan jawaban dari konsumen , karena itu penting sekali anda menggalinya dengan beragam pertanyaan dan anda membantunya dengan mengemukakan alasan yang sesungguhnya , karena bisa jadi konsumen akan sedikit malu untuk benar benar menyampaikan kepada anda.

KESIMPULAN

Jangan sekali-kali anda punya mental Pengemis dan memelas karena pembeli tidak peduli dengan penawaran anda
Anda datang dengan sikap Percaya Diri, Sebagai sales / konsultan yang murah jasa, Anda perlu meyakini datang sebagai problem solving, menjadi pemberi manfaat yang besar, menjadi mitra bisnis bagi mereka
Cara mempengaruhi pikiran prospek : Berbicara untuk Kepentingannya, jangan terpancing oleh argumen lainnya.
Semoga bermanfaat.









0 Response to "Cara Mempengaruhi Calon Pembeli Produk kita | ekonomiakuntansiid"

Post a Comment

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel