Pengertian,Tujuan Komunikasi Antarpribadi | ekonomiakuntansiid

 Komunikasi Antarpribadi – Komunikasi merupakan hal yang sangat mendasar dalam tatanan kebutuhan manusia sebagai makhluk sosial. Komunikasi menjadi hal yang penting karena dengan komunikasi manusia merasa dirinya diakui persamaannya terhadap manusia lainnya.
Komunikasi antar pribadi adalah suatu komunikasi yang terjalin antara dua individu atau lebih yang berlangsung dengan tatap muka atau dengan perantara alat komunikasi seperti telepon, surat, internet, telegram dan radio.

Pengertian Komunikasi Interpersonal - Seseorang dikatakan sedang berkomunikasi dengan orang lain, apabila keduanya selain mengerti bahasa yang digunakan, juga mengerti makna dari bahan yang menjadi topik dalam komunikasi. Sebab mengerti bahasa saja belum cukup, yang tak kalah penting mengerti makna yang terkandung dalam bahasa itu, agar terjadi komunikasi yang berlangsung baik dan komunikatif. Jadi dalam komunikasi minimal harus mengandung kesamaan makna antara dua pihak yang terlibat komunikasi.

Secara konstektual, komunikasi interpersonal digambarkan sebagai suatu komunikasi antara dua individu atau sedikit individu, yang mana saling berinteraksi, saling memberikan umpan balik satu sama lain. Namun memberikan definisi konstektual saja tidak cukup untuk menggambarkan komunikasi interpersonal karena setiap interaksi antara satu individu dengan individu lain berbeda-beda. Berikut kami share sejumlah pendapat para ahli sehubungan dengan pengertian, karakteristik dan tujuan komunikasi interpersonal.

Komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi adalah hubungan antar manusia (human relation) yang menunjuk kepada interaksi atau seperangkat keterampilan untuk berkomunikasi secara efektif. Baik secara verbal maupun non verbal dengan ciri langsung, kedekatan secara fisik, melibatkan kepercayaan, keterbukaan, keakraban, dan kehangatan dalam kadar tertentu (Mapiare, 2006:179).

Menurut Devito (1989) dalam Sugiyo (2005:3) mendefinisikan komunikasi interpersonal adalah bentuk pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok orang dangan efek dan umpan balik yang langsung. Supratiknya (1995:30) menyatakan bahwa komunikasi interpersonal sebagai setiap bentuk tingkah laku seseorang baik verbal maupun non verbal yang ditanggapi oleh orang lain.

Selain itu Effendi (1989) dalam Sugiyo (2005:3) menyatakan bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara komunikator dan komunikan. Komunikasi jenis ini diangggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang karena sifatnya yang dialogis dan berupa percakapan.

Sementara dari situs Wikipedia komunikasi interpersonal didefinisikan dengan redaksi: Interpersonal communication is usually defined by communication scholars in numerous ways, usually describing participants who are dependent upon one another and have a shared history. Communication channels, the take to distinct form: direct and indirect. Yang diterjemahkan bahwa: komunikasi antar pribadi biasanya diartikan oleh para ahli komunikasi dengan berbagai cara, biasanya menggambarkan peserta yang tergantung pada satu sama lain dan memiliki kepentingan bersama. Saluran komunikasi atau media yang membawa pesan dari pengirim ke penerima pesan, mengambil dua bentuk yang berbeda langsung dan tidak langsung.

Dari beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan komunikasi interpersonal adalah suatu kegiatan pengiriman pesan dari komunikator kepada komunikan dengan ciri-ciri:

    Berupa seperangkat keterampilan untuk berkomunikasi secara efektif, langsung, kedekatan secara fisik, melibatkan kepercayaan, keterbukaan, keakraban, dan kehangatan dalam kadar tertentu.
    Terdapat efek dan umpan balik yang langsung.
    Dilakukan dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang karena sifatnya yang dialogis dan berupa percakapan.

Karakteristik Komunikasi Interpersonal
Supratiknya (1995:30) dalam mendeskripsikan karakteristik komunikasi interpersonal menyatakan bahwa, terdapat lima karakteristik komunikasi interpersonal yaitu: keterbukaan (openness), empati, dukungan, rasa positif (positiveness), dan kesamaan (equality).

    Keterbukaan atau openness adalah suatu sikap dimana tidak ada perasaan tertekan ketika melakukan kegiatan komunikasi yang ditandai dengan kesediaan untuk jujur dalam menyampaikan apa yang sedang dirasakan dan sedang dipikirkan.
    Empati, adalah suatu sikap ikut merasakan apa yang dirasakan oleh lawan bicara, yang ditandai dengan kesediaan mendengarkan dengan sepenuh hati, merespon secara tepat setiap perilaku yang muncul dalam kegiatan komunikasi.
    Dukungan yaitu suatu sikap memberikan respon balikan terhadap apa yang dikemukakan dalam kegiatan komunikasi, sehingga dalam kegiatan komunikasi terjadi pola dua arah.
    Rasa positif, adalah suatu perasaaan memandang orang lain dalam kegiatan komunikasi sebagai manusia. Hal ini ditandai dengan sikap tidak mudah men judge dalam setiap kegiatan interaksi dalam komunikasi.
    Kesamaan, adalah suatu kondisi dimana dalam kegiatan komunikasi terjadi posisi yang sama antara komunikan dankomunikator, tidak terjadi dominasi antara satu dengan yang lain. hal ini ditandai arus pesan yang dua arah.

Sementara menurut Sugiyo (2005:5) mengemukakan bahwa ada sepuluh karakteristik komunikasi interpersonal yang merupakan karakteristik utama yaitu:

    Keterbukaan, yakni adanya kesediaan antara dua belah pihak untuk membuka diri dan mereaksi kepada orang lain, merasakan pikiran dan perasaan oranglain.
    Adanya empati dari komunikator, yaitu suatu penghayatan terhadap perasaan orang lain atau turut merasakan apa yang dirasakan orang lain.
    Adanya dukungan dan partisipasi, yang menurut devito dalam sugiyo (2005:6) bahwa keterbukaan dan empati tidak dapat bertahan lama tanpa adanya sikap saling mendukung dalam kegiatan komunikasi.
    Rasa positif, yaitu kecenderungan bertindak kepada komunikator denagn memberikan penilaian positif terhadap komunikan.
    Kesamaan, kesamaan menunjukan kesetaraan antara komunikator dan komunikan. Dalam komunikasi antar pribadi, kesetaraan ini merupakan ciri yang penting dalam keberlangsungan dan bahkan keberhasilan komunikasi antarpribadi.
    Arus pesan yang cenderung dua arah, yaitu adanya hubungan antara komunikator dan komunikan saling member dan menerima informasi.
    Tatap muka, yaitu suatu komunikasi yang berlangsung secara langsung dan adanya ikatan psikologis serta saling mempengaruhi secara intens.
    Tingkat umpan balik yang tinggi, adalah bahwa apa yang disampaikan dalam komunikasi sudah sampai kepada penerima, yang ditandai dengan ketergantungan interaktif.
    Interaksi minimal dua orang, yaitu bahwa dalam komunikasi antarpribadi sekurang-kurangnya melibatkan dua orang.
    Adanya akibat yang disengaja maupun yang tidak disengaja, direncanakan atau tidak direncanakan. Yaitu suatu akibat yang ditimbulkan dari komunikasi interpersonal sebagai akibat dari seberapa banyak informasi yang diperoleh komunikan dan komunikator yang berdampak pada hubungan dalam kegiatan komunikasi.

Dari penjelasan diatas dapat dirangkum bahwa komunikasi interpersonal memiliki empat karakteristik umum yang harus dimiliki sebuah komunikasi agar dapat dikatakan sebagai komunikasi interpersonal, yaitu keterbukaan atau openness, empati, dukungan, rasa positif (positiveness), dan kesamaan (equality).

Tujuan Komunikasi Interpersonal

Setiap kegiatan manusia memiliki tujuan, tak terkecuali komunikasi antarpribadi. Menurut Supratiknya (1995:30) komunikasi interpersonal memiliki lima tujuan utama dalam pelaksanaanya, yang meliputi:
1.Mengenal diri sendiri dan orang lain
Komunkasi antarpribadi memberikan kita kesempatan untuk memperbincangkan diri kita sendiri, belajar bagaimana dan sejauhmana terbuka pada orang lain serta mengetahui nilai, sikap dan perilaku orang lain sehingnga kita dapat menanggapi dan memprediksi tindakan orang lain.
2. Mengetahui dunia luar
Komunkasi antarpribadi  memungkinkan kita untuk memahami lingkungan kita baik objek, kejadian dan orang lain. Nilai, sikap keyakinan dan perilaku kita banyak dipengaruhi oleh Komunkasi antarpribadi.    Belajar maksudnya dengan komunikasi individu dapat mengetahui dunia luar, luas wawasannya.arti
3.Menciptakan dan memelihara hubungan menjadi bermakna
Komunkasi antarpribadi  yg kita lakukan banyak bertujuan  untuk menciptakan dan memelihara  hubungan yg baik dengan orang lain. Hubungan tsb membantu mengurangi kesepian dan ketegangan serta membuat kita lebih positif tentang diri kita sendiri. Berhubungan menjalin relasi dengan individu lain dan optimalisasi dalam menilai diri dan individu lain secara positif
4.Mengubah sikap dan perilaku
Banyak waktu yang kita pergunakan untuk mengubah/ mempersuasi orang lain melalui Komunkasi antarpribadi.Mempengaruhi mempengaruhi orang lain untuk mengikuti apa yang dikemukakan komunikator berpartisipasi dalam kegiatan bersama.
5.Bermain dan mencari hiburan, kejadian lucu merupakan kegiatan untuk memperoleh hiburan. Hal ini bisa memberi suasana yg lepas dari keseriusan, ketegangan, kejenuhan, dsb. Bermain. Mencapai tujuan kesenangan dan mencapai kesejahteraan bersama.
6. Membantu orang lain
Psikiater, psikologi klinik dan ahli terapi adalahcontoh2 profesi yg menggunakan Komunkasi antarpribadi untuk menolong orang lain. Memberikan nasihat dan saran kepada teman juga merupakan contoh tujuan proses Komunkasi antarpribadi untuk membantu orang lain. Artinya membantu membantu orang lain yang memiliki masalah.

Sementara itu, merujuk pada pendapat Sugiyo (2005:11), dikatakan bahwa terdapat sembilan tujuan komunikasi interpersonal yaitu:

    Menemukan diri sendiri
    Menemukan dunia luar
    Membentuk dan memelihara hubungan yang bermakna
    Mengubah sikap dan perilaku sendri dan orang lain
    Barmain dan hiburan
    Belajar
    Mempengaruhi orang lain
    Merubah pendapat orang lain
    Membantu orang lain

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam komunikasi antarpribadi memiliki tujuan yang sangat banyak. Akan tetapi secara garis besar komunikasi antarpribadi dilakukan dengan tujuan dalam upaya pemenuhan kebutuhan sosiopsikologis manusia,

Berkomunikasi antarpribadi, atau secara ringkas berkomunikasi, merupakan keharusan bagi manusia. Manusia membutuhkan dan senantiasa berusaha membuka serta menjalin komunikasi atau hubungan dengan sesamanya. Selain itu, ada sejumlah kebutuhan di dalam diri manusia yang hanya dapat dipuaskan lewat komunikasi dengan sesamanya.

Dapat disimpulkan bahwa proses penyampaian informasi, pikiran dan sikap tertentu antara dua orang atau lebih yang terjadi pergantian pesan baik sebagai komunikan maupun komunikator dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian, mengenai masalah yang akan dibicarakan yang akhirnya diharapkan terjadi perubahan perilaku merupakan pengertian komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribad.
Adapun pengertian komunikasi menurut para ahli ada banyak sekali, beberapa diantaranya sebagai berikut:
Pengertian Komunikasi Menurut Para Ahli
    Komunikasi antar pribadi menurut Gode (Alo Liliweri, 97) “Komunikasi antar pribadi adalah proses umum yang terjadi dengan sharing/berbagi antara satu dengan beberapa orang.”
    Menurut Evert M Rodgers (Alo Liliweri, 97) “Komunikasi antar pribadi adalah komunikasi yang terjadi 2 arah dengan cara bertatap muka, yang mana didalamnya terkandung feed back (umpan balik) dan dianggap efektif untuk mengubah sikap, perilaku dan pendapat seseorang atau sekumpulan orang.
    Menurut Hoveland (Alo Liliweri, 97) “Komunikasi antar pribadi adalah sebuah dorongan yang dilakukan oleh seseorang (komunikator) kepada individu lain (komunikan) dengan tujuan memberi pengaruh atau mengubah.
    Menurut Efendi (Alo Liliweri, 97) “Komunikasi antar pribadi adalah suatu proses interaksi yang terjadi antara komunikator dan komunikan yang dianggap sebagai alat yang efektif untuk mengubah sikap, pendapat dan perilaku.
    Menurut De Vito (Alo Liliweri, 91) “Komunikasi antar pribadi adalah pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok orang yang menimbulkan timbal balik langsung (feed back).

Ciri-ciri Komunikasi Antarpribadi

Menurut para ahli, ada banyak ciri-ciri dari jenis komunikasi ini. Berikut ulasannya;

    Ciri komunikasi menurut Rogers adalah:

    Terjadi arus pesan dua arah
    Terjadi umpan balik
    Jangkauan terhadap orang banyak relatif lumayan lambat
    Mengandung konteks komunikasi dua arah
    Terdapat efek yaitu berupa perubahan sikap

    Ciri-ciri menurut De Vito adalah:

    Adanya keterbukaan antar individu yang berinteraksi; Keterbukaan ini menjadi penting karena tanpa keterbukaan salah satu dari tujuan komunikasi tidak akan tercapai, yaitu menjalin dan mempererat suatu hubungan.
    Adanya empati yang baik pada kedua belah pihak; Empati inilah yang akan membantu seseorang dalam beradaptasi pada lingkungan yang baru. Dengan kemampuan ini pula yang mendorong orang untuk melakukan interaksi.
    Adanya dukungan antar kedua pihak; Dukungan atau perhatian yang diberikan ketika berinteraksi memberikan semangat dan motivasi pada kedua pihak dalam berkomunikasi, sehingga dari dukungan yang diberikan akan muncul rasa aman dan nyaman dalam berkomunikasi.
    Adanya rasa positif; Rasa dan anggapan yang diberikan dan ditonjolkan ketika berkomunikasi adalah rasa positif. Rasa ini membantu lawan bicara dalam menghilangkan prasangka-prasangka buruk yang bisa saja mengganjal jalannya komunikasi yang baik.
    Adanya sebuah kesamaan; Ciri yang terakhir ini biasanya yang menjadi pemicu dan dorongan dalam melakukan interaksi lebih dalam dan intens. Kesamaan ini bisa bermacam-macam, bisa dari kesamaan cara berfikir, kesamaan sikap, kesamaan ideologi dan agama.

Adapun menurut Halloran, ada tiga faktor pembentuk komunikasi antar pribadi, berikut daftarnya:

    Perbedaan antar manusia; Perbedaan inilah yang mendorong manusia untuk tahu lebih dalam tentang hal yang tidak dia pahami
    Kebutuhan manusia akan pengakuan diri; Kebutuhan yang satu ini seolah menjadi kebutuhan pokok manusia yang memang dari asalnya sudah butuh akan pengakuan yang mana juga kebutuhan ini sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk sosial
Contoh Komunikasi Antarpribadi

Dalam jenis komunikasi ini ada banyak sekali contoh yang bisa lihat dalam kehidupan sehari-hari. Berikut contoh-contoh komunikasi antar pribadi yang dikelompokkan menurut tujuannya:

    Tujuan Menyampaikan Informasi, contoh: Seorang dosen suatu perkuliahan memberikan informasi kepada mahasiswa tentang prosedur mendapatkan beasiswa.
    Tujuan Berbagi Pengalaman, contoh: Seorang pekerja profesional bercerita kepada para calon pekerja tentang pengalaman yang dialaminya ketika bekerja.
    Tujuan Menumbuhkan Simpati, contoh: Ketika seorang teman bercerita kepada teman lainnya tentang masalah yang dihadapinya, sehingga dari cerita itu timbullah simpati dari teman yang mendengarnya.
    Tujuan Kerjasama, contoh: Biasanya dalam persekolahan ada tugas yang harus diselesaikan dengan format kelompok, nah dari sini akan muncul komunikasi yang bertujuan untuk membangun kerjasama.
    Tujuan Menularkan Motivasi, contoh: Yang paling sederhana adalah ketika ada seorang sahabat yang mendengarkan keluhan sahabatnya dan dari keluhan itu dia memberikan motivasi dan nasehat kepada sahabatnya. Namun, disisi lain, pada zaman kita saat ini sudah banyak sekali contoh yang bisa kita lihat, sekarang banyak bermunculan acara-acara yang inti isinya adalah untuk memotivasi para pendengarnya.

Komunikasi ini sebenarnya mempunyai banyak sekali contoh,  hampir setiap kegiatan yang kita lakukan sehari-hari yang berhubungan dengan orang lain atau sekelompok orang, maka bisa dipastikan disitu terjadi jenis komunikasi ini.

[komunikasi antar pribadi dalam lingkungan pekerjaan]

Contoh yang mudah menurut salah satu cirinya adalah komunikasi yang bersifat transaksional. Contoh ini bisa dengan mudah kita temui di pasar dan pusat-pusat perbelanjaan.

Kemudian dari cirinya sebagai pembangun hubungan antara dua pihak juga sangat mudah kita temui, contohnya, hubungan persahabatan, hubungan rekan kerja, hubungan teman sekolah dan lain sebagainya

0 Response to "Pengertian,Tujuan Komunikasi Antarpribadi | ekonomiakuntansiid "

Post a Comment

Postingan Populer

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel